Ribuan Gugur, 76 Calon Paskibraka Pusat Akhirnya Terpilih, Ini Daftarnya!
Ilustri Paskibraka Nasional (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News - Sebanyak 76 calon Paskibraka Pusat 2026 terpilih. Mereka mewakili 38 provinsi di Indonesia. Pengumuman disampaikan Senin, 22 Juni 2026. Seleksi panjang akhirnya mencapai garis akhir.
Perjalanan mereka tidak mudah. Sebanyak 119.441 pelajar ikut mendaftar. Ribuan peserta mengikuti tahapan seleksi. Hanya sedikit yang mampu bertahan.
Seleksi dilakukan berlapis dan ketat. Proses berlangsung di seluruh Indonesia. Setiap daerah mengirim wakil terbaik. Persaingan terjadi sejak tahap awal.
Dari jumlah besar tersebut, tersisa 228 peserta. Mereka melaju ke verifikasi pusat. Tahapan berlangsung di Jakarta. Hasil akhirnya menyisakan 76 nama.
Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, menyampaikan apresiasi. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik. Disiplin menjadi modal utama. Karakter juga menjadi penilaian penting.
"Mereka memperlihatkan semangat kebangsaan yang sangat baik," ujar Yudian Wahyudi, Kepala BPIP, Senin, 22 Juni 2026.
Ke-76 peserta tersebut berasal dari seluruh provinsi. Masing-masing daerah mengirim dua wakil. Komposisi itu menjadi simbol pemerataan. Setiap daerah mendapat kesempatan sama.
Program Paskibraka memiliki peran penting. Program ini tidak sekadar pengibaran bendera. Ada proses pembentukan karakter. Ada pula pendidikan kepemimpinan.
Pemerintah menempatkan program tersebut sebagai kaderisasi. Tujuannya mencetak calon pemimpin masa depan. Nilai Pancasila menjadi fondasi utama. Semangat kebangsaan terus diperkuat.
Dasar pelaksanaannya telah diatur negara. Program mengacu Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022. BPIP mendapat tugas penyelenggaraan. Seluruh tahapan mengikuti ketentuan berlaku.
Proses seleksi dilakukan secara berjenjang. Peserta melewati banyak pemeriksaan. Setiap tahap memiliki standar tersendiri. Penilaian dilakukan secara menyeluruh.
Kemampuan fisik menjadi perhatian utama. Kesehatan peserta diperiksa secara rinci. Kondisi mental juga dievaluasi. Karakter menjadi bagian penting.
BPIP melibatkan banyak tenaga ahli. Tim medis ikut terlibat. Psikolog turut melakukan penilaian. Unsur TNI dan Polri mendukung proses.
Verifikasi pusat berlangsung cukup panjang. Setiap peserta menjalani serangkaian pemeriksaan. Penilaian dilakukan secara objektif. Hasilnya kemudian direkap bersama.
Selain tenaga profesional, DPPI ikut berperan. Organisasi tersebut mendampingi proses seleksi. Pengalaman para alumni dimanfaatkan. Tahapan berjalan lebih terukur.
Yudian menegaskan integritas seleksi dijaga. Semua peserta mendapat kesempatan yang sama. Tidak ada perlakuan khusus. Penilaian dilakukan sesuai aturan. "Proses pembentukan berjalan transparan dan akuntabel," kata Yudian Wahyudi.
BPIP juga memastikan independensi seleksi. Seluruh tahapan diawasi ketat. Praktik korupsi tidak diberi ruang. Kolusi dan nepotisme dicegah.
Bagi peserta terpilih, perjalanan belum selesai. Tahapan berikutnya segera menanti. Mereka akan mengikuti pelatihan. Pembentukan karakter terus dilakukan.
Pelatihan menjadi bagian penting. Disiplin akan diasah setiap hari. Ketahanan fisik juga ditingkatkan. Kerja sama tim menjadi fokus.
Mereka juga akan belajar kepemimpinan. Nilai kebangsaan terus diperkuat. Semangat persatuan ditanamkan. Tanggung jawab menjadi bekal utama.
Nama-nama yang lolos kini membawa harapan. Mereka tidak hanya mewakili sekolah. Mereka membawa nama provinsi. Mereka juga membawa kebanggaan keluarga.
Perjalanan dari ratusan ribu pendaftar berakhir. Angka 76 menjadi penanda. Seleksi nasional telah selesai. Tahapan pembinaan segera dimulai.
Saat Merah Putih berkibar nanti, tugas besar menanti. Di balik barisan itu ada cerita panjang. Ada kerja keras bertahun-tahun. Ada mimpi yang akhirnya mendekati kenyataan. R-02
Daftar lengkap 76 nama Calon Paskibraka Tingkat Pusat 2026
- Aceh: Muhammad Hibban Annafis (putra) dan Zilqueensa Abintary Laudicia Simatupang (putri)
- Sumatera Utara: Gussa Oliver Nainggolan (Putra) dan Felesia Rismaito Munthe (Putri)
- Sumatera Barat: Ahmad Alfatih (Putra) dan Ulya Kireina Halim (Putri)
- Riau: Rizqy Aditya Siregar (Putra) dan Arifa Rahma Maulydha (Putri)
- Jambi: Achmad Fachri Mubarok (Putra) dan Rizkia Putri (Putri)
- Sumatera Selatan: Muhammad Ikhsan Nugroho (Putra) dan Khalyana Zahira Sandi (Putri)
- Bengkulu: M Aryo Wira Zandhyka Y (Putra) dan Nadine Permata Vanza (Putri)
- Lampung: Naufal Ghaly Oktora (Putra) dan Chika Azahra Salsabilla (Putri)
- Kepulauan Bangka Belitung: Muhammad Furqoen Nul Hakim (Putra) dan Fira Haniyah (Putri)
- Kepulauan Riau: Muhammad Salman Farisi (Putra) dan Raudah Mabrura (Putri)
- DKI Jakarta: Muazzam Saqif Hasani Siregar (Putra) dan Latiesha Firenzie Bharata (Putri)
- Jawa Barat: Baruno Wicaksono (Putra) dan Aisha Calista Permata (Putri)
- Jawa Tengah: Hilmi Tisna Yuwanda (Putra) dan Qothrunnada Azzahra Husna (Putri)
- DI Yogyakarta: Ahmad Raditya (Putra) dan Anggita Ayu Mahanani Hanifah (Putri)
- Jawa Timur: Reihan Nifan Arkana (Putra) dan Angelica Theona Putri (Putri)
- Banten: Chaysar Purnama Putra (Putra) dan Adzra Khairy Fadian (Putri)
- Bali: I Made Dwi Sathya Kurniawan (Putra) dan Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani (Putri)
- Nusa Tenggara Barat: Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana (Putra) dan Belvana Rolanda Vindia Kurniawan (Putri)
- Nusa Tenggara Timur: Atanasius Meyllano Frans Yogar (Putra) dan Eighteen Jeanette Hekboy (Putri)
- Kalimantan Barat: Mirza Rafi Navazani (Putra) dan Celine Olivia Apriani Theo (Putri)
- Kalimantan Tengah: Muhammad Azham Alfarizqi (Putra) dan Ajeng Bunga Safitri (Putri)
- Kalimantan Selatan: I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti (Putra) Siti Nur Adlina (Putri)
- Kalimantan Timur: Gus Luthfy Azka Nararya (Putra) dan Julita Rista Lestari (Putri)
- Kalimantan Utara: Muhammad Zainal Ihsan (Putra) dan Desy Natalia (Putri)
- Sulawesi Utara: Gabriel Gilbert Miller Kamasi (Putra) dan Faith Louisa Tabita Maengkom (Putri)
- Sulawesi Tengah: Fahriansyah Rihama (Putra) dan Chintya Graciella Rorong (Putri)
- Sulawesi Selatan: Juan Pablo (Putra) dan Taswina Putri (Putri)
- Sulawesi Tenggara: Laode Reyhan Putra Satria Korwa (Putra) dan Waode Bintang Adisya (Putri)
- Gorontalo: Muhammad Azka Gaib (Putra) dan Khasyifa Anindi Sudarmanto (Putri)
- Sulawesi Barat: M Deni Fikri (Putra) dan Ismi Ulfaida (Putri)
- Maluku: Louise Adriano Hutasoit (Putra) dan Cinzia Christovani Marantika (Putri)
- Maluku Utara: Haikal Khadafi H Laode (Putra) dan Mardhatilla A Putri (Putri)
- Papua: Johanes Matius Paulus Rumsayor (Putra) dan Neeltje Deliana Insjowi Werimon (Putri)
- Papua Barat Daya: Pieter Felix Paskah Yapen (Putra) dan Vila Delvia Nauri (Putra)
- Papua Barat: Marco Marcel Kurei (Putra) dan Hasna Iriani Rumbiak (Putri)
- Papua Selatan: Vinsensius Renaldi Oey Yolmen (Putra) dan Kristina Ndiken (Putri)
- Papua Tengah: Christopher Leon Bringga Tabuni (Putra) dan Gladys Manuella Aibekob (Putri)
- Papua Pegunungan: Michael Marchel Winka Fakdawer (Putra) dan Julia Maharani Dabi (Putri)

