Piala Dunia 2026
Kevin De Bruyne vs Mohamed Salah, Pertarungan Bintang yang Bisa Mengubah Segalanya
Ilustrasi laga Belgia versus Mesir di Piala Dunia 2026. (sumber: istimewa)
AMERIKA SERIKAT, SabangMerauke News - Panggung besar Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan cerita menarik. Kali ini, perhatian tertuju ke Lumen Field, Seattle, saat Belgia dan Mesir bersiap menjalani laga pembuka Grup G yang dijadwalkan berlangsung Selasa, 16 Juni 2026 dini hari WIB.
Pertandingan pertama dalam turnamen sebesar Piala Dunia sering kali memiliki arti lebih dari sekadar tiga poin. Banyak tim besar pernah tersandung pada laga pembuka, lalu kesulitan bangkit di pertandingan berikutnya.
Belgia memahami risiko tersebut dengan sangat baik. Karena itu, skuad berjuluk Red Devils datang ke Seattle dengan target yang jelas, yakni membuka perjalanan mereka dengan kemenangan.
Tim asuhan Rudi Garcia memasuki turnamen dalam kondisi yang cukup menjanjikan. Setelah sempat tampil kurang konsisten pada fase kualifikasi, performa Belgia perlahan menunjukkan peningkatan yang signifikan sepanjang tahun 2026.
Mereka sukses menghajar Amerika Serikat dengan skor 5-2. Setelah itu, Belgia menahan Meksiko dan mengalahkan Kroasia dalam laga persahabatan yang mendapat sorotan luas.
Kepercayaan diri mereka semakin meningkat setelah kemenangan telak 5-0 atas Tunisia. Hasil tersebut menjadi sinyal bahwa Belgia mulai menemukan keseimbangan permainan menjelang turnamen terbesar dunia.
"Kami melihat perkembangan yang positif dalam beberapa bulan terakhir. Tim mulai memahami identitas permainan yang ingin dibangun," ujar Garcia dalam salah satu kesempatan menjelang turnamen.
Belgia memang masih diperkuat sejumlah pemain berpengalaman yang menjadi tulang punggung tim. Nama-nama seperti Kevin De Bruyne, Youri Tielemans, dan Thibaut Courtois tetap menjadi fondasi utama di berbagai lini.
Selain itu, Belgia mendapat kabar baik terkait kondisi Jeremy Doku. Winger lincah tersebut sudah kembali berlatih penuh dan diperkirakan siap tampil sejak menit pertama.
Kehadiran Doku dianggap sangat penting dalam skema serangan Belgia. Kemampuannya menusuk dari sisi lapangan sering kali menjadi pembeda ketika tim mengalami kebuntuan.
Namun, Belgia juga tidak sepenuhnya bebas masalah. Bek tengah Zeno Debast dipastikan absen akibat cedera yang belum pulih sepenuhnya.
Absennya Debast membuat lini belakang Belgia kehilangan salah satu opsi penting. Meski demikian, kedalaman skuad yang dimiliki masih dianggap cukup untuk menjaga stabilitas pertahanan.
Di sisi lain, Mesir datang tanpa beban besar. Tim berjuluk The Pharaohs justru berangkat dengan semangat untuk membuktikan bahwa mereka layak diperhitungkan di panggung dunia.
Kembalinya Mesir ke Piala Dunia setelah gagal tampil pada edisi 2022 menjadi cerita tersendiri. Mereka ingin membuktikan bahwa sepak bola Afrika tetap memiliki kekuatan yang mampu menyaingi tim-tim elite dunia.
Pelatih Hossam Hassan berhasil membangun tim yang menggabungkan pengalaman dan energi pemain muda. Kombinasi tersebut membuat Mesir tampil cukup menjanjikan sepanjang masa persiapan.
Mereka sempat menghancurkan Arab Saudi empat gol tanpa balas. Tidak lama kemudian, Mesir sukses menahan Spanyol tanpa gol dalam pertandingan yang memperlihatkan disiplin pertahanan mereka.
Hasil positif berlanjut ketika Rusia berhasil dikalahkan dengan skor tipis. Bahkan saat menghadapi Brasil, Mesir mampu memberikan perlawanan sengit sebelum akhirnya kalah 1-2.
"Kami datang dengan rasa percaya diri yang sehat. Tim ini memahami tantangan yang ada, tetapi juga mengetahui kemampuan yang kami miliki," kata Hassan.
Sorotan utama tentu tertuju kepada Mohamed Salah. Penyerang yang menjadi ikon sepak bola Mesir itu kembali menjadi tumpuan utama untuk membobol pertahanan lawan.
Di belakang Salah, terdapat nama Omar Marmoush yang sedang menunjukkan perkembangan pesat. Kecepatan dan mobilitas Marmoush diyakini mampu merepotkan barisan belakang Belgia.
Menariknya, catatan pertemuan kedua tim menunjukkan bahwa Mesir bukan lawan yang mudah bagi Belgia. Dalam empat pertemuan terakhir, Mesir bahkan mampu meraih tiga kemenangan.
Pada November 2022, Mesir sukses menumbangkan Belgia dengan skor 2-1. Hasil tersebut masih menjadi pengingat bahwa status unggulan tidak selalu menjamin kemenangan.
Meski begitu, situasi saat ini berbeda. Belgia datang dengan performa yang lebih matang dan memiliki kedalaman skuad yang lebih merata dibanding beberapa tahun lalu.
Di atas kertas, kualitas individu Belgia memang lebih unggul. Hampir di setiap lini, mereka memiliki pemain yang terbiasa tampil di kompetisi elite Eropa.
Namun, sepak bola tidak selalu berjalan sesuai prediksi. Mesir memiliki organisasi permainan yang kuat dan kemampuan melakukan serangan balik cepat yang sangat berbahaya.
Laga ini diperkirakan berlangsung ketat sejak menit awal. Belgia kemungkinan akan lebih dominan dalam penguasaan bola, sedangkan Mesir menunggu kesempatan untuk menyerang melalui transisi cepat.
Pertarungan di lini tengah juga akan menjadi kunci. Belgia mengandalkan kreativitas De Bruyne dan distribusi bola Tielemans, sementara Mesir berharap kerja keras para gelandangnya mampu memutus aliran serangan lawan.
Selain aspek teknis, faktor mental juga akan memainkan peran penting. Tim yang mampu mengendalikan tekanan biasanya memiliki peluang lebih besar untuk mengamankan hasil positif pada pertandingan pembuka.
Bagi Belgia, kemenangan akan menjadi modal besar untuk menguasai persaingan di Grup G. Sebaliknya, bagi Mesir, satu poin saja sudah cukup untuk menjaga peluang mereka tetap terbuka menuju fase gugur.
Dari berbagai aspek yang ada, Belgia masih layak ditempatkan sebagai favorit. Kedalaman skuad, pengalaman pemain, serta tren performa yang meningkat menjadi alasan utama.
Mesir tetap memiliki peluang menciptakan kejutan. Namun, jika Belgia mampu bermain efektif dan memaksimalkan kualitas pemain depannya, Red Devils diprediksi bisa mengamankan kemenangan penting.
Pertandingan diperkirakan berlangsung sengit dengan tempo tinggi. Akan tetapi, efektivitas serangan Belgia diyakini menjadi faktor pembeda pada laga pembuka Grup G ini. R-02
Prediksi Starting XI
Belgia (4-2-3-1): Courtois; Meunier, Mechele, Ngoy, Castagne; Onana, Tielemans; Trossard, De Bruyne, Doku; De Ketelaere: Pelatih: Rudi Garcia
Mesir (4-2-3-1): Shobeir; Hany, Ibrahim, Fathy, Fatouh; Lasheen, Attia; Salah, Ziko, Trezeguet; Marmoush: Pelatih: Hossam Hassan
Prediksi skor akhir: Belgia 2-0 Mesir.
BERITA TERKAIT :
-
Piala Dunia 2026
Spanyol Wajib Waspada! Debutan Afrika Ini Bertekat Ukir Sejarah
-
Piala Dunia 2026
Belanda Terpukul di Menit Akhir, Jepang Curi Poin Lewat Drama 2-2

