Ekonomi Triwulan I 2026 Tumbuh 7,91 Persen, Wako Pekanbaru Agung Nugroho Sebut Belanja Daerah Efektif dan Tepat Sasaran
Ilustrasi. Foto: Dok SM News
RIAU, SabangMerauke News — Pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru pada triwulan I tahun 2026 mencatat capaian menggembirakan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru, ekonomi daerah tumbuh sebesar 7,91 persen secara tahunan atau year on year (YoY), mendekati angka 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa roda ekonomi di ibu kota Provinsi Riau terus bergerak positif di tengah upaya pemerintah daerah mempercepat pembangunan dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi ini ditopang oleh sejumlah komponen utama pengeluaran yang mengalami peningkatan signifikan. Pengeluaran konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,03 persen, pengeluaran konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) naik 4,13 persen, sementara Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi meningkat hingga 8,55 persen.
Namun, pertumbuhan tertinggi tercatat pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah yang melonjak hingga 20,69 persen. Angka tersebut menunjukkan realisasi belanja pemerintah daerah mampu menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi di Pekanbaru.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Menurutnya, arah kebijakan yang diterapkan Pemerintah Kota Pekanbaru mulai memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Alhamdulillah, data yang dirilis BPS menunjukkan bahwa arah kebijakan yang kami jalankan mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi yang terus membaik ini bukan hasil kerja satu pihak saja, melainkan kerja keras seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat Kota Pekanbaru,” ujar Agung.
Ia menjelaskan, sejak awal masa kepemimpinannya, Pemkot Pekanbaru berupaya memastikan belanja daerah dilakukan secara efektif dan tepat sasaran agar memberikan efek berganda atau multiplier effect bagi masyarakat.
Pemerintah kota, kata Agung, tidak hanya fokus pada penyerapan anggaran secara administratif, tetapi juga memastikan setiap program pembangunan mampu menggerakkan ekonomi lokal.
“Kami berupaya memastikan setiap rupiah belanja pemerintah dapat berputar di tengah masyarakat. Program pembangunan, belanja barang dan jasa, serta berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku usaha lokal terus kami dorong agar memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Menurut Agung, tingginya pertumbuhan konsumsi pemerintah yang mencapai 20,69 persen membuktikan percepatan realisasi anggaran mampu menjadi stimulus efektif bagi dunia usaha dan masyarakat.
Ia menilai, ketika proyek pembangunan berjalan dan belanja pemerintah terealisasi dengan baik, maka dampaknya akan langsung dirasakan pelaku usaha, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Belanja pemerintah bukan hanya soal administrasi anggaran, tetapi bagaimana anggaran itu mampu menggerakkan ekonomi rakyat. Ketika proyek berjalan, UMKM bergerak, tenaga kerja terserap, dan daya beli masyarakat meningkat. Itu yang menjadi fokus kami,” jelasnya.
Selain belanja pemerintah, pertumbuhan ekonomi Pekanbaru juga didorong meningkatnya investasi. Data BPS menunjukkan PMTB tumbuh sebesar 8,55 persen pada triwulan I 2026.
Peningkatan investasi tersebut dinilai menjadi pertanda kepercayaan dunia usaha terhadap iklim ekonomi Pekanbaru semakin kuat.
Agung mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya menciptakan kondisi investasi yang sehat dan kondusif melalui peningkatan pelayanan publik, penyederhanaan birokrasi, serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
“Ini menjadi sinyal positif bagi kami semua. Investor mulai melihat Pekanbaru sebagai daerah yang memiliki prospek dan potensi ekonomi yang menjanjikan. Tugas pemerintah adalah menjaga stabilitas, memberikan kemudahan pelayanan, dan menciptakan kepastian bagi dunia usaha,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan investasi memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan produktivitas ekonomi daerah dalam jangka panjang.
Menurutnya, investasi yang terus meningkat juga akan memperkuat daya saing Pekanbaru sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau.
Meski mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi pada awal tahun 2026, Pemkot Pekanbaru menegaskan tidak ingin cepat berpuas diri.
Agung memastikan pemerintah kota akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui berbagai program prioritas, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan UMKM, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga optimalisasi pendapatan daerah.
Ia berharap pertumbuhan ekonomi yang terjadi tidak hanya terlihat dalam angka statistik, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Data ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi. Target kami adalah memastikan pertumbuhan ekonomi yang terjadi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan, lapangan pekerjaan, dan peluang usaha yang lebih luas,” tuturnya.
Pertumbuhan ekonomi sebesar 7,91 persen pada triwulan I 2026 sekaligus menjadi indikator bahwa Pekanbaru masih memiliki daya tahan ekonomi yang kuat dan peluang besar untuk terus berkembang di tengah dinamika ekonomi nasional.
Dengan dukungan belanja pemerintah yang agresif, pertumbuhan investasi yang positif, serta pergerakan konsumsi masyarakat yang terus meningkat, Pekanbaru diyakini mampu menjaga tren pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2026. (R-03)

