Bupati Asmar Murka, Pemadaman Listrik di RSUD Selatpanjang Berjam-jam Dinilai Bisa Ancam Nyawa Pasien
Pengecekan mesin genset milik RSUD, manajemen bersama pihak ULP PLN Selatpanjang. Foto: SM News
RIAU, SabangMerauke News - Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menunjukkan kemarahannya setelah menerima laporan terkait terjadinya gangguan kelistrikan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selatpanjang. Persoalan tersebut dinilai sangat serius karena menyangkut keselamatan pasien dan kelancaran pelayanan kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Kekecewaan orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu bukan tanpa alasan. Selama ini ia mengaku telah berulang kali mengingatkan agar fasilitas vital seperti rumah sakit mendapatkan perhatian khusus terkait pasokan listrik dan sistem cadangan energi yang memadai.
Menurut Asmar, rumah sakit merupakan fasilitas publik yang tidak boleh mengalami gangguan operasional akibat pemadaman listrik, terlebih dalam kondisi pelayanan medis yang membutuhkan dukungan peralatan elektronik dan mesin kesehatan yang harus berfungsi selama 24 jam.
Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian setelah dalam beberapa hari terakhir terjadi sejumlah gangguan jaringan listrik yang menyebabkan pasokan listrik ke RSUD Selatpanjang terhenti.
Berdasarkan informasi yang diterima, gangguan pertama terjadi pada Jumat (5/6/2026) malam akibat gangguan pada jaringan listrik yang dipicu oleh seekor tupai. Peristiwa itu mengakibatkan aliran listrik di RSUD Selatpanjang padam selama kurang lebih 30 menit.
Tidak berselang lama, gangguan kembali terjadi akibat pohon tumbang yang mengenai jaringan listrik di sekitar kawasan depan Kantor Bupati Kepulauan Meranti. Dampaknya, pasokan listrik ke rumah sakit kembali terganggu dan menyebabkan pemadaman berlangsung hingga sekitar tiga jam.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kondisi tersebut dinilai sangat berisiko. Beruntung pada saat kejadian tidak terdapat tindakan operasi yang sedang berlangsung maupun pasien yang bergantung penuh pada peralatan medis berbasis listrik.
Namun demikian, Bupati Asmar menilai kejadian tersebut tidak boleh dianggap sepele. Ia mengingatkan bahwa gangguan listrik di rumah sakit berpotensi menimbulkan dampak fatal apabila terjadi pada saat pelayanan medis kritis sedang berlangsung.
"Saya sangat kesal dengan kejadian seperti ini. Ini sudah berkali-kali terjadi dan juga sudah berkali-kali diminta untuk segera dilakukan perbaikan. Ke depan saya tidak menginginkan kondisi seperti ini terjadi lagi. Ini fasilitas umum dan tidak boleh padam kelistrikannya karena nanti bisa fatal akibatnya," tegas Asmar.
Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan salah satu sektor prioritas yang harus mendapatkan jaminan pelayanan maksimal, termasuk dalam hal ketersediaan listrik yang stabil dan berkelanjutan.
Karena itu, Asmar meminta seluruh pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan yang menyuplai RSUD Selatpanjang, termasuk memastikan seluruh perangkat pendukung dan sistem cadangan listrik dapat berfungsi optimal saat terjadi gangguan jaringan utama.
Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi pelajaran bersama agar tidak terulang kembali di masa mendatang. Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin pelayanan kesehatan masyarakat terganggu hanya karena persoalan teknis yang sebenarnya dapat diantisipasi lebih awal.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan akan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna menjamin pelayanan kesehatan di RSUD Selatpanjang tetap berjalan maksimal dan aman bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan layanan medis.
Persoalan gangguan kelistrikan yang terjadi di UPT RSUD Selatpanjang langsung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Menyusul instruksi Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, berbagai pihak terkait bergerak cepat mencari solusi agar pelayanan kesehatan masyarakat tidak terganggu akibat pemadaman listrik.
Langkah penanganan itu ditindaklanjuti melalui rapat koordinasi yang digelar di ruang pertemuan lantai III RSUD Selatpanjang, Kamis (11/6/2026). Rapat tersebut melibatkan manajemen RSUD, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Sudandri Jauzah, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta pihak PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Selatpanjang.
Dalam pertemuan itu, salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian adalah tidak berfungsinya secara optimal pembangkit listrik cadangan milik rumah sakit. Kondisi tersebut dinilai sangat mengkhawatirkan mengingat RSUD Selatpanjang merupakan rumah sakit rujukan terbesar milik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.
Dari hasil pembahasan terungkap bahwa selama ini operasional RSUD masih sangat bergantung pada pasokan listrik dari PLN. Ketika terjadi pemadaman, rumah sakit hanya mengandalkan sistem Uninterruptible Power Supply (UPS) yang kapasitasnya terbatas dan hanya mampu menopang kebutuhan listrik dalam waktu tertentu.
Padahal, RSUD Selatpanjang sebenarnya memiliki dua unit genset berkapasitas masing-masing 600 KVA yang merupakan aset lama sejak Kepulauan Meranti masih bergabung dengan Kabupaten Bengkalis. Namun kondisi kedua pembangkit tersebut saat ini sudah tidak lagi mampu berfungsi optimal untuk menopang kebutuhan listrik rumah sakit secara menyeluruh.
Bahkan, meskipun salah satu unit genset masih dapat dihidupkan, tenaga listrik yang dihasilkan belum dapat disalurkan ke jaringan instalasi utama gedung RSUD karena terkendala sistem dan kondisi jaringan kelistrikan yang ada.
Direktur RSUD Selatpanjang, dr. Joko Santoso, mengakui bahwa persoalan tersebut bukan hal baru. Menurutnya, pihak rumah sakit telah beberapa kali mengusulkan perbaikan menyeluruh terhadap sistem kelistrikan rumah sakit, namun hingga kini belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.
“Kami sudah pernah mengusulkannya, tetapi belum disetujui. Untuk memperbaiki seluruh instalasi dan pembangkit listrik ini memang membutuhkan biaya yang cukup besar,” ujar Joko.
Ia menjelaskan, pada Januari 2026 lalu pihaknya kembali mengusulkan anggaran lebih dari Rp1 miliar untuk melakukan pembenahan sistem kelistrikan rumah sakit. Usulan tersebut mencakup perbaikan genset, panel utama, hingga jaringan instalasi listrik yang saat ini sudah berusia cukup tua.
Menurut Joko, usulan tersebut bahkan telah dibahas bersama DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti. Namun hingga memasuki pertengahan tahun anggaran 2026, realisasi perbaikannya masih menunggu pembahasan pada APBD Perubahan.
Karena itu, pihak RSUD turut mengundang PLN dalam rapat tersebut untuk memberikan masukan dan solusi teknis, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Menurutnya, rumah sakit membutuhkan dukungan dari pihak yang memiliki kompetensi di bidang kelistrikan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan maksimal.
“Secara teknis kami tidak memahami secara mendalam persoalan kelistrikan ini. Kami mohon bantuan dari PLN agar dapat membantu kami dalam mengoptimalkan pelayanan rumah sakit dengan menjamin ketersediaan tenaga listrik,” terangnya.
Lebih lanjut, Joko menyebutkan bahwa usia genset yang dimiliki RSUD saat ini sudah sangat tua dan tidak lagi sebanding dengan kebutuhan pelayanan rumah sakit yang terus meningkat setiap tahun. Kondisi tersebut membuat keberadaan genset tidak lagi dapat diandalkan sebagai sumber energi cadangan utama ketika terjadi gangguan listrik.
“Memang kondisi genset kita sudah tidak memadai untuk kebutuhan rumah sakit saat ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Manajer PLN ULP Selatpanjang, Roni, menjelaskan bahwa pihak PLN tetap berkomitmen memberikan informasi kepada RSUD apabila terjadi pemadaman listrik yang bersifat terencana. Namun untuk gangguan mendadak akibat faktor teknis maupun gangguan jaringan, PLN tidak selalu dapat memberikan pemberitahuan terlebih dahulu.
“Kalau pemadaman mendadak, kami tidak bisa berbuat apa-apa karena biasanya terjadi akibat gangguan jaringan. Tetapi kalau pemadaman terencana, kami pasti menyampaikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada pelanggan, termasuk rumah sakit,” jelas Roni.
Terkait kondisi pembangkit di RSUD, pihak PLN menyarankan agar rumah sakit segera melakukan pembenahan terhadap sistem genset dan instalasi kelistrikannya. Untuk solusi sementara, PLN menilai genset yang masih berfungsi dapat dimanfaatkan dengan memprioritaskan penyaluran listrik hanya pada fasilitas dan peralatan yang benar-benar vital.
“Kalau satu mesin masih hidup, untuk jangka pendek daya yang tersedia bisa difokuskan pada kebutuhan-kebutuhan penting terlebih dahulu. Dengan begitu optimalisasi genset yang masih berfungsi dapat dilakukan sembari menunggu perbaikan menyeluruh,” sarannya.
Melalui rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap dapat segera menemukan solusi konkret terhadap persoalan kelistrikan di RSUD Selatpanjang agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan optimal serta tidak lagi terganggu ketika terjadi pemadaman listrik di masa mendatang. (R-01)

