Tanpa Padam, PLN Tuntaskan Dua Perbaikan Hotspot Serentak di Bintan
PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Pekanbaru dan Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Bintan berhasil menyelesaikan dua pekerjaan perbaikan titik panas (hotspot) secara bersamaan pada jaringan transmisi dan gardu induk di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Foto : Istimewa
BINTAN, SabangMerauke News - PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Pekanbaru dan Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Bintan berhasil menyelesaikan dua pekerjaan perbaikan titik panas (hotspot) secara bersamaan pada jaringan transmisi dan gardu induk di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Kedua pekerjaan yang dilaksanakan pada Kamis (4/6) tersebut berhasil diselesaikan tanpa pemadaman pelanggan sehingga keandalan pasokan listrik tetap terjaga.
Pekerjaan dilakukan pada Tower T.01 jalur transmisi Kasam–Ngena serta Transformer 1 (TD1) di Gardu Induk Tanjung Uban. Kedua aset tersebut merupakan bagian penting dari sistem penyaluran tenaga listrik yang menghubungkan pasokan daya dari sistem Batam menuju sistem Bintan dan wilayah kepulauan sekitarnya.
Manager ULTG Bintan, Rikson Batubara, mengatakan keberhasilan penyelesaian dua pekerjaan secara bersamaan menunjukkan kesiapan dan profesionalisme personel dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan.
"Dua pekerjaan perbaikan hotspot di T.01 Kasam–Ngena dan TD1 Tanjung Uban berhasil kami selesaikan dalam satu hari tanpa pemadaman pelanggan. Tim bergerak cepat menindaklanjuti hasil inspeksi termografi untuk memastikan potensi gangguan dapat ditangani sebelum berdampak pada sistem. Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan kerja dan standar operasional yang berlaku," ujar Rikson.
Perbaikan pertama dilakukan pada Tower T.01 jalur Kasam–Ngena setelah inspeksi termografi rutin mendeteksi anomali suhu pada rangkaian string isolator dan komponen dead-end clamp. Menindaklanjuti temuan tersebut, tim ULTG Bintan melaksanakan pekerjaan dalam kondisi bertegangan (PDKB) menggunakan teknik climbing untuk memperbaiki komponen yang mengalami peningkatan suhu.
Sementara itu, perbaikan kedua dilaksanakan di Gardu Induk Tanjung Uban. Tim melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap bushing Transformer 1 (TD1) yang terindikasi mengalami anomali suhu berdasarkan hasil inspeksi termografi. Setelah dilakukan verifikasi menggunakan kamera termografi, petugas segera melakukan perbaikan pada terminal koneksi bushing tegangan tinggi guna mengembalikan kondisi peralatan ke parameter operasi normal.
Manager PLN UPT Pekanbaru, Andri Candra K., menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil penerapan strategi pemeliharaan berbasis kondisi aset (condition-based maintenance) yang didukung inspeksi termografi secara berkala.
"Keberhasilan dua perbaikan hotspot ini menunjukkan bahwa sistem pemeliharaan berbasis kondisi aset yang kami terapkan berjalan efektif. Melalui inspeksi termografi yang konsisten, potensi gangguan dapat dideteksi lebih dini sehingga tindakan perbaikan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar. Kami berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat," ujar Andri.
General Manager PLN UIP3B Sumatera, Amiruddin, mengapresiasi respons cepat dan kolaborasi yang ditunjukkan oleh tim UPT Pekanbaru dan ULTG Bintan dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di wilayah Kepulauan Riau.
"Keberhasilan penyelesaian dua pekerjaan perbaikan hotspot secara bersamaan tanpa pemadaman pelanggan menunjukkan komitmen dan kesiapan insan PLN dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan. Melalui pemanfaatan teknologi inspeksi termografi dan penerapan pemeliharaan berbasis kondisi aset, PLN dapat mendeteksi potensi gangguan lebih dini sehingga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat tetap terjaga. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi serta aktivitas masyarakat di Kepulauan Riau," ujar Amiruddin.
Keberhasilan penyelesaian dua pekerjaan tersebut memastikan keandalan penyaluran energi listrik di wilayah Bintan dan Kepulauan Riau tetap terjaga. PLN akan terus melaksanakan program predictive maintenance melalui inspeksi dan pemantauan kondisi aset secara berkala guna mendukung sistem kelistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan.(R-04)

