Paradoks Ekonomi Sumatera, ISMEI Sumbagteng Desak Pemda Segera Integrasikan RPPLHD ke Tata Ruang
Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Pengurus Wilayah II (Sumatera Bagian Tengah) di bawah kepemimpinan Koordinator Wilayah (Korwil) Farhan Abrar. Foto: Dok SM News
SUMATERA BARAT, SabangMerauke News — Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Pengurus Wilayah II (Sumatera Bagian Tengah) di bawah kepemimpinan Koordinator Wilayah (Korwil) Farhan Abrar, secara resmi mendesak seluruh Pemerintah Daerah di Pulau Sumatera untuk segera merampungkan dan mengintegrasikan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLHD) ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebelum akhir tahun 2026.
Langkah ini menjadi poin resolusi krusial dalam agenda Temu Ilmiah Wilayah II ISMEI, yang ditaja oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Baiturrahmah dalam forum Sumatera Economic Resurgence Forum 2026 di Kota Padang. Agenda akbar ini dihadiri langsung oleh ratusan mahasiswa ekonomi dan delegasi lembaga kemahasiswaan dari berbagai universitas se-Sumatera yang memadati lokasi acara. Melalui momentum ini, ratusan mahasiswa ekonomi di bawah komando Farhan Abrar menegaskan sikap untuk beralih dari sekadar pengamat angka pertumbuhan menjadi arsitek kebijakan dan penggerak hilirisasi hijau menuju Indonesia Emas 2045.
Menggugat "Paradoks Ekonomi Sumatera" & Sinergitas PUSDAL LH
Konsolidasi pemikiran kritis ratusan mahasiswa ini dipicu oleh paparan materi dari keynote speaker, Menteri Lingkungan Hidup, yang diwakili oleh Kapusdal PPLH Sumatera, Zamzami, SE., MM., mengenai potret "Paradoks Ekonomi Sumatera".
Berdasarkan data makro, Sumatera menjadi penopang utama dengan menguasai sekitar 38% cadangan migas nasional dan sepertiga suplai CPO dunia. Namun di sisi lain, wilayah ini harus menanggung beban kerusakan ekologi berupa hilangnya 2,6 juta hektar hutan primer, yang menjatuhkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Sumatera ke angka 62,8.
Merespons kondisi tersebut, Kapusdal PPLH Sumatera, Zamzami menyatakan kesiapannya untuk menjalin sinergitas kuat dan terbuka dengan Korwil ISMEI Wilayah II Farhan Abrar guna mengawal isu lingkungan ini dari kacamata akademis mahasiswa ekonomi.
"Hilirisasi tanpa sustainability hanya memindahkan kerusakan dari hulu ke hilir. Pertumbuhan PDB yang semu dengan mengorbankan daya dukung lingkungan adalah bentuk defisit ekonomi yang nyata. Melalui sinergitas yang disepakati bersama Zamzami dan jajaran PUSDAL LH Sumatera, kami bersama ratusan mahasiswa ekonomi se-Sumatera siap mengawal transisi menuju hilirisasi sirkular yang inklusif dan berbasis pada batasan ekologi," ungkap Farhan Abrar dalam pernyataan resminya di Padang.
Kedaulatan Energi Berkeadilan dan Stabilitas Investasi
Selain tata ruang dan industri, Farhan Abrar memberikan perhatian khusus pada rencana strategis Kementerian ESDM terkait proyek Supergrid Indonesia dan Interkoneksi Sumatera-Jawa pada tahun 2031. Mahasiswa ekonomi mendesak pemerintah agar pemerataan kelistrikan di 10.068 lokasi perdesaan terpencil di Sumatera benar-benar direalisasikan terlebih dahulu demi asas keadilan sosial.
Guna memastikan kestabilan ekosistem transisi energi tersebut, forum ini menyinergikan komitmen dari berbagai pilar strategis yang hadir:
Wakapolda Sumatera Barat (Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.H., CSPH): Menjamin stabilitas kamtibmas sebagai fondasi utama untuk mengawal masuknya investasi hijau dan perlindungan sektor pangan di daerah.
Serikat Pekerja PT PLN (Persero) (Muhammad Abrar Ali, S.H., M.H.): Menyuarakan pentingnya just transition (transisi berkeadilan) agar arus digitalisasi di sektor energi tidak mengorbankan hak-hak kesejahteraan para pekerja lapangan.
Tiga Aksi Taktis Regional Mahasiswa Ekonomi
Pasca-pertemuan di Universitas Baiturrahmah ini, Farhan Abrar menegaskan bahwa ISMEI Wilayah II menggerakkan ratusan kader ekonomi yang hadir untuk menjalankan tiga program kerja taktis regional yang berorientasi pada aksi nyata:
- Advokasi Kebijakan Daerah: Menindaklanjuti komitmen sinergitas bersama Bapak Zamzami, ISMEI akan memaksimalkan keterbukaan database SLHD & IKLH dari PUSDAL LH Sumatera untuk menyusun policy brief berbasis data ilmiah, yang akan diserahkan langsung ke DPRD di masing-masing daerah.
- Inkubasi Bisnis Hijau: Mendorong kader ekonomi di berbagai kampus Sumatera untuk merintis startup ekonomi sirkular dan teknologi pertanian (agri-tech).
- Edukasi Keuangan: Menggalakkan literasi masyarakat mengenai skema pembiayaan hijau (green finance).
"Generasi yang hebat bukan yang berhasil mengeksploitasi alam demi kekayaan sesaat, melainkan yang mampu mewariskan lingkungan produktif untuk masa depan. Bersama ratusan mahasiswa ekonomi se-Sumatera, ISMEI Wilayah II siap berkolaborasi menjadi mitra kritis pemerintah sekaligus garda terdepan dalam membangun Cetak Biru Hijau Pulau Sumatera menuju Indonesia Emas 2045," tutup Farhan Abrar. (R-03)

