Harga TBS Sawit Petani Plasma Rp3.768,52 per Kg, Turun Rp64!
Ilustrasi petani sawit memanen buah sawit dari kebunnya. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News - Harga TBS sawit petani mitra plasma di Riau untuk periode 10 hingga 16 Juni 2026 turun. Harga TBS untuk kelompok umur 9 tahun kini di level Rp3.768,52 per kilogram atau turun Rp64,09 per kilogram dibanding periode lalu.
Harga baru ini merupakan hasil rapat bersama Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Selasa, 9 Juni 2026. Penetapan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024. Acuan lain adalah Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 144 Tahun 2025.
Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi, menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi melemahnya harga komoditas turunan sawit. Tekanan datang dari harga CPO dan kernel. Kedua komoditas itu bergerak turun sepanjang pekan.
“Harga pembelian TBS petani periode ini menjadi Rp3.768,52 per kilogram,” kata Supriadi, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Selasa, 9 Juni 2026.
Penurunan harga tersebut terasa seperti riak kecil. Meski begitu, dampaknya cukup terasa di tingkat kebun. Petani plasma yang memanen dalam jumlah besar akan melihat selisih pendapatan dari setiap kilogram tandan buah segar yang dijual.
Supriadi menjelaskan harga cangkang pada periode ini berada di angka Rp19,15 per kilogram. Sementara indeks K mencapai 93,30 persen. Angka tersebut menjadi salah satu komponen dalam menghitung harga sawit pekebun plasma. “Harga penjualan CPO minggu ini turun Rp229,96. Harga kernel juga turun Rp342,05,” ujar Supriadi.
Pasar sawit memang bergerak seperti ombak. Kadang tenang. Kadang menggulung cepat. Saat harga CPO melemah, harga TBS di tingkat petani ikut terdorong turun. Rantai itu terus berulang dari waktu ke waktu.
Tim penetapan harga juga menghadapi kondisi lain. Beberapa pabrik kelapa sawit tidak melakukan transaksi penjualan selama periode penilaian. Situasi tersebut membuat tim menggunakan mekanisme yang telah diatur dalam regulasi.
Berdasarkan ketentuan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16, harga CPO dan kernel memakai rata-rata harga tim jika pabrik tidak melakukan penjualan. Jika masuk kategori validasi kedua, perhitungan menggunakan harga rata-rata KPBN.
Pada periode ini, harga rata-rata CPO KPBN tercatat Rp15.000 per kilogram. Harga kernel KPBN berada di angka Rp13.360 per kilogram. Angka tersebut kemudian menjadi dasar dalam proses perhitungan akhir.
Supriadi menegaskan penurunan harga minggu ini berasal dari melemahnya harga CPO dan kernel. Faktor tersebut menjadi penyebab utama perubahan harga sawit plasma. “Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan oleh turunnya harga CPO dan kernel,” kata Supriadi.
Di tengah fluktuasi pasar, Dinas Perkebunan Riau terus memperbaiki tata kelola penetapan harga. Langkah itu dilakukan agar proses penetapan berjalan sesuai aturan. Tujuannya menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan perusahaan mitra.
Proses perbaikan tersebut melibatkan banyak unsur. Pemerintah Provinsi Riau ikut mendukung penguatan tata kelola. Kejaksaan Tinggi Riau juga ikut mengawal proses tersebut.
Menurut Supriadi, upaya tersebut menjadi bentuk komitmen bersama. Harapannya, mekanisme harga semakin transparan. Dampaknya dapat meningkatkan pendapatan petani plasma dalam jangka panjang. “Meningkatnya tata kelola akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Supriadi.
Untuk periode 10 hingga 16 Juni 2026, harga TBS sawit umur tiga tahun ditetapkan Rp2.904,82 per kilogram. Umur empat tahun berada di angka Rp3.292,79 per kilogram. Umur lima tahun mencapai Rp3.489,76 per kilogram. Umur enam tahun berada pada level Rp3.641,73 per kilogram.
Harga tanaman umur tujuh tahun tercatat Rp3.720,18 per kilogram. Umur delapan tahun mencapai Rp3.764,13 per kilogram. Umur sembilan tahun menjadi Rp3.768,52 per kilogram. Sementara umur produktif 10 hingga 20 tahun berada di angka Rp3.748,39 per kilogram.
Untuk tanaman yang lebih tua, harga bergerak menurun bertahap. Umur 21 tahun berada di level Rp3.689,56 per kilogram. Umur 22 tahun menjadi Rp3.633,19 per kilogram. Umur 23 tahun tercatat Rp3.572,97 per kilogram. Umur 24 tahun berada di angka Rp3.506,97 per kilogram.
Tanaman umur 25 tahun ditetapkan sebesar Rp3.432,74 per kilogram. Umur 26 tahun mencapai Rp3.387,74 per kilogram. Umur 27 tahun menjadi Rp3.342,58 per kilogram. Umur 28 tahun berada di angka Rp3.298,64 per kilogram.
Harga untuk umur 29 tahun ditetapkan Rp3.281,83 per kilogram. Sementara umur 30 tahun berada pada level Rp3.267,82 per kilogram. Daftar tersebut menjadi acuan transaksi sawit plasma selama satu pekan ke depan.
Meski harga turun, aktivitas panen tetap berjalan. Kebun-kebun sawit di Riau tetap berdenyut seperti biasa. Petani tetap masuk kebun sejak pagi. Truk pengangkut tetap hilir mudik menuju pabrik. Pasar boleh berubah setiap pekan, tetapi roda ekonomi sawit terus berputar tanpa jeda. R-02
Harga TBS Sawit Kemitraan Plasma Provinsi Riau (Periode 10 - 16 Juni 2026)
- Umur 3 Th (Rp 2,904.82 );
- Umur 4 Th (Rp 3,292.79 );
- Umur 5 Th (Rp 3,489.76 );
- Umur 6 Th (Rp 3,641.73 );
- Umur 7 Th (Rp 3,720.18 );
- Umur 8 Th (Rp 3,764.13 );
- Umur 9 Th (Rp 3,768.52 );
- Umur 10-20 Th (Rp 3,748.39 );
- Umur 21 Th (Rp 3,689.56 );
- Umur 22 Th (Rp 3,633.19 );
- Umur 23 Th (Rp 3,572.97 );
- Umur 24 Th (Rp 3,506.97 );
- Umur 25 Th (Rp 3,432.74 );
- Umur 26 Th (Rp 3,387.74 );
- Umur 27 Th (Rp 3,342.58 );
- Umur 28 Th (Rp 3,298.64 );
- Umur 29 Th (Rp 3,281.83 );
- Umur 30 Th (Rp 3,267.82 );

