38 Tahun Tak Pernah Menang! Malam Ini Timnas Indonesia Ditantang Pecahkan Kutukan Oman
Para pemain Timnas Indonesia pada laga lawan Bulgaria di final FIFA Series, Senin (30/3/2026) (sumber: bola.net/M Iqbal Ichsan)
JAKARTA, SabangMerauke News - Timnas Indonesia menghadapi Oman pada FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat malam nanti, 5 Juni 2026. Garuda membawa misi penting untuk mengakhiri catatan buruk melawan Oman. Kick-off dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 WIB.
Ada satu angka yang terus dibicarakan menjelang pertandingan. Angka itu adalah 38 tahun. Sejak kemenangan 3-0 pada King's Cup 1988, Indonesia belum pernah lagi mengalahkan Oman. Catatan tersebut kini menjadi beban sekaligus motivasi.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memahami situasi tersebut. Ia sadar pertandingan ini lebih dari sekadar laga persahabatan. Ada sejarah panjang yang ingin diputus. Ada rasa penasaran yang ingin dijawab di depan puluhan ribu suporter.
"Kami belum pernah mengalahkan Oman dalam 38 tahun. Itu menjadi tantangan besar bagi tim ini," kata John Herdman.
Suasana latihan Garuda dalam beberapa hari terakhir terlihat berbeda. Intensitas latihan meningkat. Komunikasi antarpemain juga terlihat lebih hidup. Herdman tampak ingin membangun identitas baru timnya.
Pelatih asal Inggris tersebut sedang menjalani laga ketiganya bersama Indonesia. Dua pertandingan sebelumnya menghasilkan satu kemenangan dan satu kekalahan. Garuda menang telak atas Saint Kitts and Nevis. Setelah itu Indonesia kalah tipis dari Bulgaria.
Dari dua pertandingan tersebut, Herdman menemukan banyak catatan. Salah satunya berada di lini depan. Indonesia dinilai mampu menguasai permainan. Akan tetapi, peluang yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol secara maksimal.
"Kami tidak menghasilkan cukup banyak tembakan tepat sasaran. Kami juga belum cukup efektif di area penting," ujar John Herdman.
Masalah penyelesaian akhir menjadi fokus utama selama pemusatan latihan. Herdman ingin pemain lebih berani masuk ke kotak penalti. Ia juga meminta gelandang ikut membantu serangan. Latihan demi latihan difokuskan untuk meningkatkan produktivitas.
Di tengah persiapan tersebut, Indonesia justru kehilangan sejumlah pemain penting. Kapten tim Jay Idzes harus menepi karena cedera. Thom Haye masih menjalani hukuman larangan bermain. Dean James tidak masuk daftar skuad.
Kondisi Calvin Verdonk juga sempat membuat khawatir. Bek Lille itu datang lebih lambat dibanding pemain lain. Bahkan sempat muncul kabar dirinya batal bergabung. Situasi tersebut memunculkan banyak pertanyaan.
Akan tetapi kabar baik akhirnya datang. Verdonk tiba di Jakarta dan langsung mengikuti sesi latihan. Meski menjalani program terpisah, kondisinya dinilai cukup baik. Herdman bahkan membuka peluang memainkan sang pemain. "Dia akan siap bermain besok. Mungkin sebagai starter atau masuk dari bangku cadangan," kata John Herdman.
Kehadiran Verdonk memberi tambahan tenaga bagi sektor kiri pertahanan. Pengalamannya bermain di level Eropa sangat dibutuhkan. Apalagi, Indonesia sedang kehilangan beberapa pemain inti. Setiap opsi berharga bagi Herdman.
Absennya Jay Idzes juga memunculkan pemimpin baru. Rizky Ridho dipercaya mengenakan ban kapten. Bek Persija Jakarta itu mendapat kepercayaan penuh dari rekan-rekannya. Sosoknya dianggap mampu menjaga keseimbangan tim.
Kevin Diks menjadi salah satu pemain yang terang-terangan memuji Ridho. Bek Borussia Monchengladbach itu menilai Ridho memiliki karakter pemimpin. Kehadirannya dihormati oleh seluruh anggota tim. Termasuk pemain naturalisasi yang baru bergabung.
"Ridho adalah pemimpin yang baik. Dia mendapat rasa hormat dari semua pemain," kata Kevin Diks.
Meski kehilangan Jay Idzes, suasana ruang ganti tetap positif. Para pemain menyadari tanggung jawab semakin besar. Banyak pemain siap mengambil peran yang lebih penting. Semangat itu terlihat selama sesi latihan.
Kevin Diks juga mengakui kehilangan sosok Jay Idzes cukup terasa. Kapten utama tersebut memiliki pengaruh besar di lapangan. Akan tetapi tim tidak boleh bergantung pada satu pemain. Semua harus bergerak bersama. "Kami merindukan Jay. Tetapi pemain lain harus melangkah maju," ujar Kevin Diks.
Di sisi lain, Oman datang dengan cerita berbeda. Tim asal Timur Tengah itu sedang memasuki era baru. Tarik Sektioui ditunjuk sebagai pelatih pada Maret 2026. Laga melawan Indonesia menjadi debutnya bersama Oman.
Sektioui bukan sosok asing dalam sepak bola internasional. Sebelumnya ia menjadi bagian staf kepelatihan Timnas Maroko. Pengalamannya cukup panjang. Reputasinya juga cukup baik di kawasan Afrika.
Meski baru menangani Oman, Sektioui sudah mempelajari Indonesia. Ia mengamati beberapa pertandingan Garuda. Ia melihat kekuatan yang dimiliki skuad Merah Putih. Terutama di lini tengah dan depan. "Kami tahu Indonesia memiliki beberapa kemampuan yang sangat baik," kata Tarik Sektioui, pelatih Timnas Oman.
Pernyataan tersebut menunjukkan Oman tidak datang sekadar menjalani laga uji coba. Mereka juga mengincar kemenangan. Apalagi, pelatih baru tentu ingin memulai perjalanan dengan hasil positif. Situasi itu membuat pertandingan diprediksi berlangsung ketat.
Jika melihat rekor pertemuan, Oman memang lebih unggul. Dalam beberapa perjumpaan terakhir, Indonesia kesulitan meraih kemenangan. Bahkan kemenangan terakhir Garuda terjadi hampir empat dekade lalu. Statistik itu menjadi tantangan tersendiri.
Meski begitu, kondisi Indonesia saat ini berbeda. Banyak pemain berkarier di Eropa. Pengalaman internasional skuad juga meningkat. Kedalaman tim jauh lebih baik dibandingkan dengan beberapa tahun lalu.
Herdman memiliki banyak pilihan di sektor pertahanan. Elkan Baggott, Kevin Diks, Rizky Ridho, hingga Justin Hubner siap tampil. Komposisi tersebut membuat absennya Jay Idzes tidak terlalu mengkhawatirkan. Garuda masih memiliki stok pemain berkualitas.
Di lini tengah, Joey Pelupessy diprediksi menjadi motor permainan. Nathan Tjoe-A-On juga berpotensi memainkan peran penting. Kreativitas Beckham Putra dan Ragnar Oratmangoen bisa menjadi pembeda. Mereka mampu membuka ruang dari situasi sempit.
Lini depan kembali menjadi perhatian utama. Ole Romeny diprediksi menjadi ujung tombak. Penyerang tersebut mendapat tugas untuk mengakhiri masalah penyelesaian akhir Indonesia. Dukungan dari lini kedua akan sangat menentukan.
Ada satu faktor lain yang membuat publik optimistis. John Herdman memiliki catatan bagus melawan tim Asia. Saat melatih Kanada, ia tidak pernah kalah dari tim Asia. Rekornya mencakup kemenangan atas Qatar dan Jepang.
Catatan tersebut memang tidak menjamin kemenangan. Akan tetapi, angka sering memberi rasa percaya diri. Herdman memahami karakter sepak bola Asia. Pengalaman itu bisa menjadi keuntungan bagi Indonesia.
Sementara itu, Gelora Bung Karno diprediksi dipenuhi lautan merah. Ribuan suporter sudah menyiapkan dukungan sejak beberapa hari lalu. Atmosfer stadion sering menjadi kekuatan tambahan bagi Garuda. Energi dari tribun mampu mengubah jalannya pertandingan.
Bagi Indonesia, laga ini lebih dari sekadar uji coba. Pertandingan ini menjadi kesempatan untuk mengukur perkembangan tim. Herdman ingin melihat hasil pekerjaannya selama beberapa bulan terakhir. Para pemain juga ingin membuktikan kualitas mereka.
Jika mampu mengalahkan Oman, hasil tersebut akan menjadi modal penting. Bukan hanya untuk kepercayaan diri. Kemenangan juga akan menghapus penantian panjang selama 38 tahun. Sebuah catatan yang sudah terlalu lama bertahan.
Malam nanti, semua mata akan tertuju ke Gelora Bung Karno. Saat peluit pertama dibunyikan, sejarah lama tidak lagi berarti. Yang menentukan hanyalah permainan selama 90 menit. Dan Garuda memiliki kesempatan besar untuk menulis cerita baru.
Prediksi skor pertandingan cukup tipis. Indonesia diperkirakan mampu memanfaatkan dukungan publik sendiri. Oman tetap berbahaya meski datang dengan pelatih baru. Pertandingan diprediksi berjalan ketat hingga menit akhir. Prediksi skor: Timnas Indonesia 2-1 Oman. R-02

