Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru
Keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat Upacara Hari Lahir Pancasila mendapat sorotan luas. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat Upacara Hari Lahir Pancasila mendapat sorotan luas. PDIP menilai momen bergandengan tangan tersebut berlangsung wajar karena keduanya memiliki hubungan personal yang baik sejak lama. Partai berlambang banteng itu berharap hubungan harmonis para pemimpin membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
PDIP menanggapi santai momen kebersamaan Prabowo dan Megawati setelah upacara kenegaraan berlangsung. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menegaskan hubungan keduanya telah terjalin baik sejak lama. “Biasa saja. Dari dulu juga Bu Mega dan Pak Prabowo secara pribadi saling mengenal dan berkomunikasi dengan baik,” ujarnya.
Andreas mengingatkan publik mengenai kedekatan politik Prabowo dan Megawati selama perjalanan karier nasional. Hubungan tersebut pernah terwujud saat keduanya maju bersama dalam Pilpres 2009. Menurut Andreas, berbagai pengalaman politik memperlihatkan komunikasi keduanya tetap terjaga hingga sekarang.
Andreas juga menyinggung pernyataan Prabowo dalam sidang DPR beberapa waktu lalu. Presiden disebut pernah mengakui dukungan Megawati pada sejumlah fase perjalanan politiknya. “Pak Prabowo secara terbuka menyampaikan bagaimana dalam perjalanan hidupnya mendapat dukungan Ibu Megawati,” katanya.
Menurut PDIP, hubungan baik antartokoh nasional memberikan pesan positif bagi masyarakat luas. Keakraban para pemimpin dinilai penting menjaga stabilitas kehidupan politik nasional. Namun manfaat hubungan tersebut harus dirasakan langsung masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Keakraban antara pemimpin tentu baik, tetapi juga diharapkan membawa kebaikan untuk rakyat, bangsa dan negara,” ujar Andreas. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya dampak konkret dari hubungan harmonis para tokoh nasional. Fokus utama tetap diarahkan pada kepentingan masyarakat dan pembangunan negara.
Prabowo dan Megawati menghadiri Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila Jakarta Pusat. Acara berlangsung khidmat dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional penting lainnya. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Setelah upacara berakhir, suasana hangat terlihat di antara para pemimpin nasional. Prabowo sempat berbincang bersama Jusuf Kalla dan Ma’ruf Amin sebelum meninggalkan lokasi. Megawati kemudian bergabung dalam kelompok tersebut usai prosesi resmi selesai.
Momen menarik terjadi ketika Prabowo mempersilakan Megawati, Jusuf Kalla, dan Ma’ruf Amin berjalan lebih dahulu. Megawati justru mengajak Prabowo berjalan berdampingan meninggalkan area upacara. Keduanya kemudian terlihat bergandengan tangan sambil berbincang santai.
Prabowo dan Megawati tampak beberapa kali tertawa selama berjalan bersama. Kehangatan itu menjadi perhatian tamu undangan dan masyarakat melalui berbagai dokumentasi. Momen tersebut segera menyebar luas serta memicu beragam respons publik.(R-04)

