Harga Perak Antam Hari Ini Turun Rp300, Berbanding Terbalik dengan Tren Kenaikan Perak Dunia
Ilustrasi. Foto: SM News/Created by Al
JAKARTA, SabangMerauke News - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami koreksi pada perdagangan Sabtu, 30 Mei 2026. Setelah mencatat penguatan cukup signifikan sehari sebelumnya, logam mulia tersebut kini turun Rp300 per gram dan diperdagangkan di level Rp49.750 per gram. Penurunan ini menjadi perhatian para investor karena terjadi saat harga perak dunia justru masih menunjukkan tren kenaikan dalam sebulan terakhir.
Berdasarkan data terbaru dari Logam Mulia Antam, harga perak hari ini turun dari posisi sebelumnya yang berada di angka Rp50.050 per gram. Koreksi tersebut sekaligus membuat harga perak kembali bergerak di bawah level psikologis Rp50.000 per gram.
Meski mengalami pelemahan, perak masih menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global. Selain memiliki fungsi sebagai aset lindung nilai, perak juga memiliki permintaan tinggi dari sektor industri, mulai dari elektronik, energi terbarukan, hingga otomotif.
Antam saat ini menawarkan berbagai produk perak, baik dalam bentuk batangan maupun perak murni untuk kebutuhan industri. Untuk produk batangan, tersedia ukuran 250 gram dan 500 gram yang menjadi pilihan investor jangka panjang.
Harga perak batangan Antam ukuran 250 gram saat ini dipatok sebesar Rp12.962.500. Sementara itu, perak batangan ukuran 500 gram dijual dengan harga Rp25.000.000. Harga tersebut mengikuti pergerakan harga dasar perak yang ditetapkan perusahaan setiap harinya.
Di tengah pelemahan harga perak Antam, pasar global justru menunjukkan kondisi berbeda. Harga perak internasional masih berada dalam tren penguatan bulanan dan sempat menyentuh level tertinggi mendekati US$76 per ounce dalam perdagangan pekan ini.
Pergerakan harga perak dunia dipengaruhi sejumlah sentimen global, termasuk perkembangan geopolitik serta ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Investor saat ini terus memantau perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasar energi dunia.
Laporan terbaru menyebutkan adanya peluang perpanjangan gencatan senjata sementara selama 60 hari antara kedua negara. Kabar tersebut sempat menenangkan pasar dan mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan distribusi energi global. Namun, ketidakpastian masih tinggi karena kesepakatan tersebut belum sepenuhnya final.
Selain faktor geopolitik, perhatian investor juga tertuju pada inflasi Amerika Serikat yang masih berada dalam tren tinggi. Data terbaru menunjukkan inflasi meningkat pada laju tercepat dalam tiga tahun terakhir sehingga memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama.
Kondisi tersebut biasanya menjadi tekanan bagi aset logam mulia karena investor cenderung beralih ke instrumen yang memberikan imbal hasil lebih tinggi. Namun, perak memiliki karakteristik berbeda dibanding emas karena selain berfungsi sebagai aset investasi, logam ini juga memiliki permintaan industri yang sangat besar.
Meskipun harga perak Antam turun hari ini, prospek logam tersebut masih dinilai cukup menarik dalam jangka panjang. Permintaan global terhadap perak diperkirakan tetap kuat seiring pertumbuhan industri panel surya, kendaraan listrik, dan teknologi elektronik.
Perak juga sering dianggap sebagai alternatif investasi yang lebih terjangkau dibanding emas. Dengan harga yang jauh lebih rendah, investor ritel memiliki peluang untuk mengakumulasi aset logam mulia dalam jumlah lebih besar.
Dalam beberapa pekan terakhir, harga perak Antam menunjukkan pergerakan yang cukup fluktuatif. Pada 26 Mei lalu, harga perak sempat turun menjadi Rp50.900 per gram. Setelah itu, harga kembali bergerak naik hingga menembus Rp51.000 per gram sebelum akhirnya terkoreksi lagi menjelang akhir bulan.
Fluktuasi tersebut menunjukkan bahwa pasar perak masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global, kebijakan suku bunga, serta dinamika geopolitik internasional.
Bagi investor yang ingin masuk ke pasar logam mulia, perak dapat menjadi salah satu pilihan diversifikasi portofolio. Namun, seperti instrumen investasi lainnya, pergerakan harga perak tetap perlu dipantau secara berkala agar keputusan investasi dapat dilakukan dengan lebih tepat.
Dengan harga yang kembali berada di bawah Rp50.000 per gram, sebagian pelaku pasar melihat kondisi saat ini sebagai peluang akumulasi. Namun sebagian lainnya memilih menunggu kepastian arah pasar global sebelum mengambil keputusan investasi lebih lanjut.
Untuk saat ini, harga perak Antam tercatat sebesar Rp49.750 per gram, turun Rp300 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sementara itu, pelaku pasar masih menanti perkembangan terbaru dari faktor-faktor global yang akan menentukan arah harga logam mulia pada pekan-pekan mendatang. (R-05)

