Usai Armuzna, 110 Jemaah Haji Kepulauan Meranti Jalani Lontar Jumrah di Jamarat Mina, Seluruhnya Dalam Kondisi Sehat
Jemaah calon haji asal Kabupaten Kepulauan Meranti yang tergabung dalam Kloter 6 BTH bersama jemaah asal Kabupaten Rokan Hilir dan Kota Dumai kembali melanjutkan rangkaian wajib haji dengan melaksanakan lontar jumrah di kawasan Jamarat, Mina, Arab Saudi. Foto: SM News
MAKKAH, SabangMerauke News - Setelah usai melaksanakan rangkaian ibadah Armuzna atau Arafah, Muzdalifah dan Mina di Tanah Suci, jemaah calon haji asal Kabupaten Kepulauan Meranti yang tergabung dalam Kloter 6 BTH bersama jemaah asal Kabupaten Rokan Hilir dan Kota Dumai kembali melanjutkan rangkaian wajib haji dengan melaksanakan lontar jumrah di kawasan Jamarat, Mina, Arab Saudi.
Ibadah lontar jumrah tersebut dilaksanakan pada hari kedua tasyrik, tepatnya 11 Zulhijjah 1447 Hijriah. Dalam prosesi itu, para jemaah melempar batu kerikil ke tiga titik jumrah yakni Jumrah Ula, Jumrah Wustha dan Jumrah Aqabah sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS.
Di tengah jutaan lautan manusia yang memadati kawasan Mina, jemaah asal Kepulauan Meranti tampak tetap kompak dan saling menjaga satu sama lain selama menjalankan ibadah. Suasana haru dan penuh kekhusyukan begitu terasa ketika para jemaah melangkahkan kaki sambil melafazkan doa di tengah teriknya cuaca Arab Saudi.
Koordinator Ibadah Jemaah Kepulauan Meranti, H Mustafa, mengatakan seluruh jemaah asal Kepulauan Meranti dalam kondisi sehat dan mampu mengikuti seluruh rangkaian ibadah Armuzna hingga lontar jumrah dengan baik.
“Alhamdulillah seluruh jemaah kita berjumlah 110 orang semuanya sehat dan bisa mengikuti seluruh rangkaian ibadah. Pergi dan pulang juga tetap kompak, tidak ada jemaah yang tertinggal,” ujar Mustafa.
Menurutnya, kekompakan jemaah menjadi hal penting selama berada di Tanah Suci, terutama ketika menjalankan ibadah di kawasan Mina dan Jamarat yang dipadati jutaan jemaah dari berbagai negara.
Ia menjelaskan, setelah menyelesaikan lontar jumrah pada 11 Zulhijjah, para jemaah selanjutnya akan kembali melaksanakan lontar jumrah terakhir pada 12 Zulhijjah sebagai bagian dari Nafar Awal.
“Setelah selesai lontar jumrah terakhir tanggal 12 Zulhijjah, jemaah akan kembali didorong ke Masjidil Haram untuk melaksanakan rangkaian rukun haji berikutnya yaitu tawaf ifadhoh, sai dan tahalul tsani,” jelasnya.
Meski kelelahan mulai dirasakan usai menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina, semangat para jemaah asal Negeri Sagu itu tetap terlihat tinggi. Mereka terus saling membantu dan menguatkan satu sama lain agar seluruh proses ibadah dapat berjalan lancar hingga selesai.
Mustafa juga menyampaikan bahwa komunikasi antara jemaah di Tanah Suci dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus terjalin dengan baik. Bahkan Bupati Kepulauan Meranti disebut aktif berkomunikasi dan memantau kondisi jemaah selama berada di Arab Saudi.
Sementara itu, berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, jemaah calon haji asal Kepulauan Meranti dijadwalkan bertolak dari Mekkah menuju Batam pada 7 Juni 2026 mendatang dan selanjutnya kembali ke Kota Selatpanjang pada 8 Juni 2026 dengan harapan seluruh jemaah kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta menjadi haji yang mabrur. (R-01)

