Persib Guncang Indonesia! Bojan Hodak Didepak Usai Hat-trick Juara Liga
Koreo Bojan Hodak pada laga Persib vs Persijap di pekan ke-34 BRI Super League 2025/2026 (sumber: Persib)
JAWA BARAT, SabangMerauke News - Kabar perpisahan Persib Bandung dengan Bojan Hodak langsung mengguncang sepak bola Indonesia. Sosok pelatih tiga kali juara liga itu resmi meninggalkan kursi pelatih menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Bandung mendadak riuh, sementara Bobotoh sibuk mencari jawaban di tengah suasana campur aduk.
Tak banyak pelatih mampu meninggalkan jejak sedalam Bojan Hodak di Persib. Pria asal Kroasia itu datang pada 2023 dengan wajah tenang dan sorot mata dingin. Namun, tiga musim kemudian, namanya menjelma menjadi simbol dominasi baru Maung Bandung.
Tiga trofi Liga Indonesia diraih secara beruntun bersama Persib. Catatan tersebut membuat Maung Bandung mencetak sejarah besar era profesional sepak bola nasional. Stadion selalu penuh, chant Bobotoh semakin liar, dan Bandung berubah menjadi kota pesta hampir setiap musim.
Namun, sepak bola sering bergerak dengan cara paling mengejutkan. Ketika semua terasa sempurna, Persib justru memilih membuka lembaran baru. Keputusan itu membuat banyak suporter sempat mengira rumor media hanyalah angin kosong.
Pengumuman resmi akhirnya muncul pada Senin malam, 25 Mei 2026. Persib memastikan Bojan Hodak tidak lagi menjadi pelatih kepala tim utama. Manajemen juga langsung menunjuk Igor Tolic sebagai penerus era emas tersebut.
Keputusan itu terasa mengejutkan karena Bojan baru saja mempersembahkan gelar ketiga beruntun. Banyak suporter berharap pelatih berusia 55 tahun tersebut bertahan lebih lama. Namun, arah perjalanan klub ternyata mulai berubah menuju fase baru.
Deputy CEO Persib, Adhitia Putra Herawan, menegaskan pergantian pelatih sudah dipikirkan matang sejak lama. Klub tidak ingin sekadar hidup dari euforia gelar juara semata. Persib ingin membangun organisasi kuat dengan fondasi jangka panjang.
“Kami memahami perubahan selalu menghadirkan emosi besar,” ujar Adhitia Putra Herawan. Ia meminta Bobotoh melihat keputusan tersebut sebagai proses evolusi klub. Persib ingin menjaga kesinambungan mental juara dalam jangka panjang.
Meski meninggalkan kursi pelatih, Bojan ternyata tidak benar-benar pergi dari Persib. Ia tetap berada dalam lingkungan klub dengan jabatan baru sebagai Shareholder Group Technical Advisor. Posisi tersebut bertugas menjembatani strategi besar antara pemegang saham dan tim.
Peran baru itu membuat Bojan masih menjadi bagian penting dari masa depan Persib. Pengalaman dan pengaruhnya tetap dibutuhkan dalam pembangunan klub modern. Persib tampaknya tidak ingin kehilangan sosok arsitek kejayaan tersebut sepenuhnya.
“Coach Bojan memberikan kontribusi luar biasa bagi Persib,” kata Adhitia Putra Herawan. Ia menyebut Bojan sukses membangun mentalitas, disiplin, dan standar profesional tinggi. Warisan itu kini menjadi identitas baru Maung Bandung.
Nama Bojan Hodak memang sudah melekat kuat dalam sejarah Persib. Selama tiga musim terakhir, ia mengubah Persib menjadi mesin kemenangan menakutkan. Banyak lawan terlihat ciut hanya mendengar atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Bojan bukan pelatih dengan gaya meledak-ledak di pinggir lapangan. Ia lebih sering berdiri tenang sambil mengamati permainan dengan tatapan tajam. Namun, strategi dan keberaniannya mengubah Persib menjadi tim paling stabil di Indonesia.
Saat datang ke Bandung pada Juli 2023, kondisi Persib sebenarnya belum benar-benar stabil. Tekanan Bobotoh selalu besar setiap musim berjalan. Namun, Bojan perlahan membangun fondasi kuat tanpa banyak drama.
Puncaknya terjadi ketika Persib sukses meraih tiga gelar liga secara berturut-turut. Rekor itu belum pernah dicapai klub lain di era profesional Indonesia. Nama Bojan langsung disejajarkan dengan legenda besar Persib lintas generasi.
Tak hanya trofi, ia juga sukses membangun kedalaman skuad solid. Pemain muda berkembang cepat bersama kombinasi senior bermental juara. Ruang ganti Persib berubah menjadi tempat penuh disiplin dan rasa lapar kemenangan.
Menariknya, isu kepergian Bojan sebenarnya sudah mulai terdengar beberapa hari sebelumnya. Jurnalis Italia, Lorenzo Lepore, sempat membocorkan bahwa kontrak Bojan kemungkinan tidak diperpanjang. Rumor itu langsung membuat media sosial Persib panas.
Banyak Bobotoh sempat berharap kabar tersebut hanya spekulasi biasa. Namun, pengumuman resmi klub akhirnya membenarkan rumor tersebut. Era Bojan benar-benar berakhir tepat setelah pesta juara selesai.
Sumber internal menyebut alasan pribadi sebagai faktor utama keputusan Bojan. Tidak ada konflik internal maupun masalah performa selama bekerja di Persib. Situasi tersebut membuat perpisahan terasa lebih emosional dibandingkan kontroversial.
Bojan sendiri memilih tetap tenang menghadapi semua perhatian publik. Dalam beberapa kesempatan terakhir, ia lebih fokus menikmati gelar bersama pemain dan manajemen. Pelatih asal Kroasia itu tampak ingin menutup kisahnya di Bandung dengan senyum.
Kini perhatian publik tertuju kepada Igor Tolic. Sosok asal Kroasia tersebut bukan nama asing di ruang ganti Persib. Sejak 2024, ia sudah menjadi asisten pelatih yang mendampingi Bojan setiap pertandingan.
Igor dikenal cukup dekat dengan pemain Persib selama dua musim terakhir. Ia memahami pola latihan, karakter tim, hingga atmosfer Bobotoh di stadion. Faktor itu membuat manajemen percaya transisi bakal berjalan lebih mulus.
“Dengan semangat baru, saatnya melangkah menuju tantangan berikutnya,” tulis Persib dalam pengumuman resminya, Senin, 25 Mei 2026. Klub menilai Igor Tolic memahami identitas dan filosofi permainan Persib. Ia diharapkan mampu menjaga warisan kemenangan era Bojan.
Karier Igor sebenarnya cukup panjang sebelum ia tiba di Bandung. Saat masih bermain, ia pernah memperkuat beberapa klub Kroasia seperti HNSK Moslavina dan NK Trnje Zagreb. Setelah pensiun pada 2013, Igor langsung masuk ke dunia kepelatihan.
Ia sempat melatih Hajduk Split U-19 hingga NK Osijek II. Pengalaman internasional juga didapat bersama klub Mesir, Wadi Degla. Semua pengalaman itu kini dibawa menuju kursi panas pelatih Persib.
Tugas Igor jelas tidak ringan. Ia datang menggantikan pelatih paling sukses Persib dalam era modern. Tekanan Bobotoh bakal jauh lebih besar dibanding saat masih menjadi asisten.
Namun, banyak pemain Persib dikabarkan mendukung penuh promosi Igor Tolic. Kedekatannya dengan ruang ganti membuat adaptasi diyakini berjalan cepat. Situasi tersebut penting demi menjaga kestabilan tim musim depan.
Bandung kini berada dalam suasana aneh antara sedih dan penasaran. Banyak Bobotoh mengenang momen-momen gila era Bojan sambil mencoba menerima perubahan baru. Foto, video, dan chant tentang Bojan memenuhi media sosial sejak Senin malam.
Di sudut lain, sebagian suporter mulai penasaran terhadap gaya permainan Igor Tolic. Banyak pertanyaan muncul tentang wajah baru Persib musim depan. Apakah dominasi Maung Bandung bakal terus berjalan atau justru mulai goyah?
Sepak bola memang tidak pernah berhenti bergerak. Pelatih datang dan pergi, tetapi tekanan kemenangan tetap hidup setiap musim. Persib kini memasuki bab baru dengan harapan mempertahankan takhta juara.
Warisan Bojan Hodak tetap akan hidup di Bandung cukup lama. Ia meninggalkan trofi, mental juara, dan kenangan liar bersama ribuan Bobotoh. Nama pelatih Kroasia itu sudah telanjur menjadi bagian penting sejarah Persib.
Kini lampu sorot berpindah menuju Igor Tolic. Pria Kroasia berusia 48 tahun itu bakal memimpin salah satu klub terbesar Indonesia dengan ekspektasi luar biasa. Bandung menunggu, stadion bersiap penuh, dan era baru akhirnya dimulai. R-02

