Drama Gila Liga Arab Saudi, Penalti Ditepis Kiper Malah Jadi Own Goal Memalukan
Al Diriyah promosi ke Saudi Pro League, salah satu golnya tercipta dari own goal konyol. (instagram@diriyahclub)
ARAB SAUDI, SabangMerauke News - Laga playoff promosi Liga Arab Saudi mendadak berubah seperti adegan komedi sepak bola, Sabtu, 23 Mei 2026. Duel panas Al Diriyah melawan Al Ula menghadirkan gol bunuh diri absurd memakai wajah pemain sendiri. Insiden memalukan itu langsung viral dan mengguncang jagat sepak bola Timur Tengah.
Pertandingan berlangsung di Al Awwal Park dengan tensi tinggi sejak menit awal. Kedua tim berebut tiket terakhir menuju Saudi Pro League musim depan. Ribuan suporter memenuhi stadion sambil berharap malam berakhir penuh pesta.
Namun, nasib ternyata memilih jalan paling nyeleneh. Al Ula yang semula nyaman memimpin malah pulang membawa luka memalukan. Satu momen aneh mengubah segalanya hanya dalam hitungan detik.
Al Ula sebenarnya tampil lebih meyakinkan pada babak pertama. Permainan mereka rapi dan disiplin sejak wasit membunyikan peluit. Tekanan demi tekanan membuat pertahanan Al Diriyah terlihat gugup.
Gol pembuka akhirnya lahir lewat aksi Cristian Guanca. Gelandang asal Argentina itu mencetak gol cantik setelah memanfaatkan celah pertahanan lawan. Suporter Al Ula langsung bergemuruh menyambut keunggulan penting tersebut.
Skor 1-0 membuat Al Ula semakin percaya diri mengontrol pertandingan. Operan pendek mereka mengalir cepat dari lini tengah menuju kotak penalti lawan. Sementara Al Diriyah terlihat kesulitan membangun serangan berbahaya.
Babak pertama berakhir dengan wajah tegang kubu Al Diriyah. Tiket promosi terasa semakin menjauh dari genggaman. Namun, sepak bola sering melahirkan cerita paling aneh ketika semua terlihat mustahil.
Petaka Al Ula dimulai pada menit ke-65. Wasit menunjuk titik putih setelah pemain Al Diriyah dijatuhkan di kotak penalti. Stadion mendadak riuh penuh teriakan tegang.
Penyerang Gaëtan Laborde maju sebagai algojo penalti. Langkahnya terlihat tenang meski tekanan terasa sangat besar. Seluruh mata tertuju menuju gawang Al Ula.
Kiper Mohammed Al Owais tampil luar biasa dalam membaca arah tembakan. Kakinya berhasil memblok bola keras Laborde dengan refleks cepat. Suporter Al Ula sempat melonjak kegirangan menyambut penyelamatan penting itu.
Namun, mimpi buruk muncul sepersekian detik kemudian. Bola muntah mengarah ke kaki Michel Delgado yang langsung menyapunya menjauh. Semua terlihat aman sebelum takdir lucu mulai bekerja.
Sapuan keras Delgado justru menghantam wajah rekannya sendiri, Ali Al Hussain. Bola memantul liar menuju gawang tanpa mampu dihentikan siapa pun. Stadion langsung terdiam beberapa detik menyaksikan kejadian absurd tersebut.
Pemain Al Ula tampak syok melihat bola bersarang di gawang sendiri. Ali Al Hussain bahkan sempat memegangi wajah sambil terduduk lemas. Ekspresi para pemain berubah campuran antara malu, bingung, dan frustrasi.
Suporter Al Diriyah justru meledak kegirangan menyambut keberuntungan langkah tersebut. Mereka berteriak histeris seperti baru memenangkan final besar. Skor berubah menjadi 1-1 lewat salah satu own goal terlucu musim ini.
Media sosial langsung ramai membahas insiden itu. Banyak penggemar menyebut gol tersebut pantas masuk daftar gol bunuh diri paling absurd di dunia. Tayangan ulang terus diputar sambil memancing gelak tawa publik sepak bola.
Drama pertandingan ternyata belum selesai sampai situ. Al Diriyah harus bermain dengan 10 pemain menjelang akhir laga normal. Sultan Farhan menerima kartu merah akibat mengangkat kaki terlalu tinggi.
Insiden itu membuat pertandingan semakin panas dan emosional. Pemain kedua tim mulai bermain keras demi tiket promosi bersejarah. Wasit beberapa kali menghentikan laga demi meredakan keributan kecil.
Meski unggul jumlah pemain, Al Ula gagal memanfaatkan situasi. Serangan mereka justru terlihat panik dan terburu-buru. Ketegangan membuat penyelesaian akhir menjadi berantakan.
Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal selesai. Pertandingan pun berlanjut menuju extra time dengan suasana semakin menegangkan. Kedua tim mulai kelelahan, tetapi ambisi promosi belum padam.
Di tengah kondisi pincang, Al Diriyah malah tampil lebih berani pada babak tambahan. Mereka bermain dengan disiplin sambil menunggu celah serangan balik cepat. Strategi itu akhirnya menghasilkan momen emas.
Gaetan Laborde menebus kegagalan penalti lewat gol spektakuler pada extra time. Penyerang asal Prancis itu melepaskan tembakan keras tanpa mampu dibendung kiper. Bola meluncur deras dan langsung menggetarkan jala Al Ula.
Gol tersebut membuat stadion meledak dengan kegembiraan. Bangku cadangan Al Diriyah langsung berlari memasuki lapangan merayakan keunggulan dramatis. Sementara pemain Al Ula terlihat semakin terpukul.
Al Ula mencoba bangkit pada sisa waktu pertandingan. Namun, tekanan mental akibat own goal aneh terasa menghancurkan fokus permainan mereka. Peluang demi peluang gagal dimaksimalkan menjadi gol penyama kedudukan.
Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan 2-1 Al Diriyah. Klub yang berdiri sejak 1976 itu resmi promosi menuju Saudi Pro League untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Malam penuh air mata dan tawa aneh akhirnya menjadi milik Al Diriyah.
Suporter Al Diriyah merayakan kemenangan seperti mimpi panjang yang akhirnya menjadi nyata. Chant kemenangan menggema di seluruh stadion hingga larut malam. Banyak pemain terlihat menangis sambil memeluk keluarga masing-masing.
“Kami bertarung sampai akhir dan tidak menyerah,” ujar Gaëtan Laborde usai pertandingan, Sabtu, 23 Mei 2026. Penyerang Al Diriyah itu mengaku laga terasa sangat emosional. Ia juga menyebut pertandingan tersebut bakal dikenang sepanjang hidupnya.
Kubu Al Ula justru meninggalkan lapangan dengan wajah tertunduk. Own goal aneh tersebut terasa seperti hukuman paling kejam dalam sepak bola. Banyak pemain terlihat terpukul sambil menahan tangis.
“Sepak bola terkadang sangat kejam,” kata Mohammed Al Owais, kiper Al Ula, Sabtu, 23 Mei 2026. Penjaga gawang Timnas Arab Saudi itu mengaku kecewa gagal membawa tim promosi. Meski begitu, ia meminta rekan setim tetap bangkit musim depan.
Hasil ini membuat Al Diriyah menyusul Abha dan Al Faisaly menuju kasta tertinggi. Ketiga klub menggantikan Damac, Al Akhdoud, dan Al Najma yang terdegradasi. Saudi Pro League musim depan dipastikan menghadirkan wajah baru penuh kejutan.
Insiden gol bunuh diri memakai wajah sendiri kini menjadi pembicaraan global. Video kejadian tersebut beredar cepat di berbagai media sosial dunia. Banyak penggemar menyebut laga ini lebih dramatis dibanding film komedi olahraga.
Sepak bola memang sering melahirkan cerita tak masuk akal. Penalti gagal biasanya menghadirkan rasa lega bagi tim bertahan. Namun malam itu, keberuntungan berubah menjadi bencana memalukan hanya dalam satu pantulan wajah. R-02

