Jangan Nekat Menyeberang! BMKG Ungkap Badai Petir Siap Gulung Kapal Feri di Perairan Padang
Ilustrasi dan infografis prakiraan cuaca Sumatera Barat hari ini, Senin, 25 Mei 2026. Foto: SM News/Created by AI
SUMBAR, SabangMerauke News - Langit Sumatera Barat pagi ini seperti sedang malas menentukan suasana. Sebagian wilayah terlihat terang samar, sebagian lain tertutup kabut tipis yang bergerak pelan. BMKG mencatat kondisi 7 kota utama Sumbar berada dalam pola berawan hingga udara kabur dengan hujan ringan lokal.
Di balik peta cuaca itu, BMKG Maritim Teluk Bayur membaca bahwa atmosfer Sumbar sedang aktif bergerak. Awan-awan rendah datang dari arah laut, lalu menyebar ke daratan membawa kelembapan yang cukup tinggi. Perpaduan ini membuat cuaca mudah berubah, dari tenang menjadi hujan singkat tanpa banyak tanda.
“Cuaca Sumatera Barat hari ini cenderung berawan, namun hujan ringan tetap bisa muncul tiba-tiba,” ujar Prakirawan BMKG Maritim Teluk Bayur, Andri Saputra. Ia menambahkan, kondisi perairan juga perlu perhatian karena gelombang laut berpotensi meningkat di beberapa titik. Perubahan angin dari barat laut hingga timur laut ikut memperkuat dinamika cuaca di wilayah ini.
Di Kota Padang, pagi hari dibuka dengan udara kabur yang membuat garis cakrawala tampak samar. Warga tetap beraktivitas seperti biasa, jalanan ramai oleh pekerja dan pelajar yang memulai hari. Suhu udara berkisar 22 hingga 27 derajat Celsius, lembap dan sedikit lengket di kulit.
Solok menjalani pagi dengan suasana serupa, kabut tipis turun di beberapa area perbukitan. Menjelang siang, awan mulai menebal dan hujan ringan berpeluang turun dalam waktu singkat. Cuaca seperti ini membuat udara lebih sejuk, meski jalanan kadang tiba-tiba basah.
Sawahlunto lebih stabil dengan langit berawan yang bertahan hampir sepanjang hari. Tidak banyak perubahan ekstrem, hanya awan yang sesekali bergerak menutup matahari. Suasana kota terasa tenang, seperti cuaca yang sedang tidak ingin terburu-buru berubah.
Padang Panjang justru menjadi wilayah dengan kabut paling tebal di antara kota-kota lain. Kabut turun-naik mengikuti kontur perbukitan, membuat jarak pandang terasa terbatas di pagi hari. Udara dingin menyelimuti kawasan ini, khas daerah tinggi yang selalu punya ritme sendiri.
Bukittinggi juga berada dalam suasana sejuk dengan langit berawan dan kabut tipis. Kawasan wisata terlihat lebih tenang, seolah sedang menunggu matahari muncul lebih jelas. Suhu rendah membuat jaket menjadi teman setia warga yang beraktivitas di luar.
Payakumbuh menjalani hari dengan cuaca berawan yang cukup konsisten sejak pagi. Namun siang hingga sore, hujan ringan bisa datang tiba-tiba tanpa tanda panjang sebelumnya. Perubahan cepat ini membuat banyak warga lebih berhati-hati saat bepergian.
Pariaman di pesisir terasa lebih hangat dibanding wilayah dataran tinggi lainnya. Awan tipis menyelimuti langit, sementara angin laut membawa kelembapan yang cukup terasa. Hujan ringan masih berpeluang muncul, terutama saat siang menjelang sore.
BMKG juga menyoroti kondisi laut Sumatera Barat yang tidak sepenuhnya tenang. Di wilayah perairan Mentawai, gelombang bisa meningkat hingga mencapai 4 meter. Situasi ini menjadi perhatian utama bagi nelayan dan kapal kecil yang melintas.
“Gelombang tinggi berpotensi terjadi di beberapa perairan barat Sumatera Barat dalam periode ini,” ujar Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Yudha Pratama. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan karena perubahan cuaca laut bisa terjadi cukup cepat. Kabut dan hujan petir juga masih mungkin muncul di jalur pelayaran tertentu.
Di daratan, ritme cuaca terasa seperti tarik ulur antara cerah dan mendung. Sebentar terang, lalu awan datang menutup, kemudian hujan ringan turun sesaat. Pola ini membuat hari terasa bergerak dalam suasana yang tidak sepenuhnya pasti.
Kabupaten Agam, Pasaman Barat, dan Pesisir Selatan ikut dalam pola cuaca serupa. Awan dari laut membawa kelembapan yang cukup untuk memicu hujan lokal singkat. Namun hujan tidak merata, hanya muncul di titik-titik tertentu saja.
BMKG mengingatkan kondisi pasang surut laut pada hari ini perlu diperhatikan masyarakat pesisir. Pasang terjadi pada pagi dan malam, sementara surut terjadi pada dini hari dan sore hari. Perubahan ini sering mempengaruhi aktivitas nelayan kecil dan pelabuhan tradisional.
Aktivitas warga Sumbar tetap berjalan normal meski langit tidak selalu ramah cerah. Payung dan jas hujan menjadi perlengkapan kecil yang mulai sering terlihat dibawa. Cuaca seperti ini sudah menjadi bagian dari keseharian yang cukup familiar.
Menjelang malam, langit Sumbar diperkirakan kembali ditutup awan tipis dan kabut. Beberapa wilayah masih berpotensi hujan ringan, terutama di daerah tinggi dan pesisir. Suasana malam terasa lembap, tenang, dan sedikit misterius seperti langit yang belum selesai bercerita.
Hari ini Sumatera Barat seperti berjalan di antara dua suasana, cerah dan hujan. Tidak sepenuhnya basah, tidak juga sepenuhnya kering, hanya bergerak di tengah-tengah. Dan langit terus berubah pelan, mengikuti ritme alam yang sulit ditebak tapi selalu menarik diikuti. R-02

