Hujan dan Petir Intai Sumut Malam Ini, Medan sampai Berastagi Diprediksi Basah
Ilustrasi dan infografis prakiraan cuaca Sumatera Utara hari ini, Sabtu, 23 Mei 2026. Foto: SM News/Created by AI
SUMUT, SabangMerauke News - Cuaca di Provinsi Sumatera Utara diprediksi berubah cepat sejak siang hingga malam pada Sabtu, 23 Mei 2026. BMKG menyebut Medan, Karo, Pematangsiantar, hingga pesisir timur berpotensi diguyur hujan ringan sampai petir. Warga diminta waspada terhadap jalan licin serta angin kencang mendadak.
Pagi di Kota Medan pada Sabtu, 23 Mei 2026 terasa tenang seperti akhir pekan biasa. Matahari muncul pelan dari balik awan tipis sambil menghangatkan jalanan sejak pagi hari. Namun, langit Sumatera Utara rupanya belum benar-benar ramah sepanjang hari ini.
BMKG Wilayah I Medan memprakirakan cuaca Sumatera Utara berubah cepat mulai siang hingga malam nanti. Udara panas dan cerah berawan diprediksi mendominasi pagi sampai menjelang siang. Setelah itu, hujan ringan hingga petir mulai mengintai sejumlah daerah di Sumut.
Forecaster BMKG Wilayah I Medan menjelaskan suhu udara di Sumatera Utara berkisar 23 hingga 34 derajat Celsius. Kelembapan udara juga masih cukup tinggi, mencapai 55 sampai 98 persen sepanjang hari. Angin bertiup dari tenggara menuju barat laut dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
“Cuaca siang cenderung panas dan berawan, lalu hujan muncul saat sore hingga malam,” ujar prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Sabtu, 23 Mei 2026. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi artinya cukup panjang bagi warga Sumut. Jas hujan kembali masuk ke dalam tas, payung kembali nongkrong dekat pintu rumah.
Kota Medan diperkirakan mengalami cuaca cerah berawan sejak pagi hingga awal siang. Aktivitas warga masih berjalan santai tanpa ancaman hujan pada awal hari. Pedagang kaki lima, pengendara ojek, hingga warga olahraga pagi masih bisa bernapas lega.
Namun, suasana mulai berubah perlahan memasuki sore hari. Langit Medan diprediksi mendadak redup sebelum hujan turun tanpa banyak aba-aba. Kawasan Medan Johor, Medan Tembung, Medan Marelan, hingga Medan Labuhan berpotensi diguyur hujan ringan disertai petir.
Jalanan kota kemungkinan kembali dipenuhi pengendara motor berteduh di depan minimarket. Sebagian warga mungkin sibuk menarik jemuran sebelum hujan benar-benar turun deras. Sementara aroma tanah basah perlahan kembali memenuhi udara sore Kota Medan.
BMKG juga memprediksi wilayah dataran tinggi Sumatera Utara mengalami pola cuaca serupa sepanjang hari ini. Kabupaten Karo dan Berastagi diperkirakan cerah saat pagi, lalu berubah hujan menjelang malam. Kabut tipis juga berpotensi turun perlahan di kawasan pegunungan.
Di Berastagi, suhu udara terasa lebih dingin dibandingkan dengan wilayah pesisir timur Sumatera Utara. Udara pagi diperkirakan berada pada kisaran 17 hingga 24 derajat Celsius sepanjang hari. Malam nanti, hujan ringan disertai petir diperkirakan turun di beberapa titik kawasan wisata.
Pemandangan langit gelap perlahan turun dari perbukitan, kemungkinan kembali menjadi cerita malam warga Karo. Wisatawan yang menikmati kopi hangat di pinggir jalan diprediksi ditemani udara dingin dan gerimis. Situasi seperti itu justru sering membuat suasana Berastagi terasa lebih hidup.
Wilayah Pematangsiantar, Simalungun, Labuhanbatu, hingga Tapanuli juga diprediksi mengalami hujan lokal sore nanti. Pagi terasa panas dan lembap, lalu mendung mulai berkumpul saat matahari turun perlahan. Hujan diperkirakan berlangsung ringan hingga sedang pada malam hari.
“Masa pancaroba membuat pertumbuhan awan hujan lebih cepat saat sore,” tulis BMKG dalam laporan cuaca harian terbaru. Situasi itu membuat cuaca Sumatera Utara terasa sulit ditebak beberapa pekan terakhir. Pagi panas menyengat, sore berubah seperti musim hujan mendadak datang kembali.
Warga pesisir timur Sumatera Utara juga diminta lebih waspada saat malam mulai tiba. Kawasan Belawan, Langkat, hingga Tanjungbalai diprediksi mengalami hujan ringan disertai angin cukup kencang. Aktivitas nelayan kecil tetap diminta memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melaut.
BMKG menyebut tinggi gelombang laut di wilayah Sumatera Utara berkisar 0,5 hingga 1,25 meter. Kondisi tersebut masih tergolong rendah dan relatif aman bagi pelayaran lokal. Meski begitu, cuaca laut tetap bisa berubah cepat ketika hujan turun bersamaan dengan angin kuat.
Di tengah ancaman hujan sore nanti, kualitas udara Medan masih berada pada kategori sedang hingga baik. Aktivitas luar ruangan masih relatif aman dilakukan sepanjang tidak terlalu lama terkena panas. Warga sensitif tetap disarankan memakai masker saat cuaca terasa kering dan berdebu.
Cuaca Sumatera Utara akhir Mei memang terasa unik beberapa hari terakhir. Matahari muncul percaya diri sejak pagi, tetapi hujan datang diam-diam menjelang malam. Banyak warga akhirnya memilih membawa payung meski langit terlihat cerah saat berangkat ke aktivitas.
Suasana pancaroba membuat cuaca terasa seperti drama dengan alur sulit ditebak. Pagi tenang seperti musim kemarau mulai datang perlahan. Namun, sore berubah dramatis saat awan hitam berkumpul di atas jalanan kota.
BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan cuaca sebelum bepergian. Pengendara motor diminta berhati-hati saat melintas sore hingga malam nanti. Jalan licin dan jarak pandang pendek berpotensi mengganggu aktivitas lalu lintas saat hujan turun deras.
“Potensi hujan masih muncul pada sore dan malam hari di sejumlah wilayah Sumatera Utara,” tulis BMKG Wilayah I Medan dalam laporan terbaru. Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat petir mulai terdengar. Langkah kecil itu penting demi menjaga keselamatan selama cuaca berubah cepat.
Malam Minggu warga Medan kemungkinan kembali ditemani suara rintik hujan dan udara dingin. Lampu jalan memantul di aspal basah sambil membuat suasana kota terasa lebih tenang. Sementara langit Sumatera Utara kembali memainkan cerita klasiknya, panas sebentar lalu hujan tanpa permisi. R-02

