Daftar Terbaru 22 Kopi dan Suplemen Perusak Ginjal-Picu Stroke Dirilis BPOM
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengungkap temuan mengejutkan terkait peredaran produk berbahaya di Indonesia. Sebanyak 22 produk Obat Bahan Alam (OBA) yang terdiri dari kopi, suplemen stamina pria, obat pegal linu, hingga madu diketahui mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) yang berpotensi memicu berbagai penyakit serius, mulai dari stroke, kerusakan ginjal, perdarahan lambung, hingga kematian mendadak.
Temuan tersebut merupakan hasil pengawasan BPOM selama periode Maret 2026. Dari total 22 produk yang ditemukan, sebagian memiliki nomor izin edar, sementara lainnya tidak terdaftar atau bahkan menggunakan nomor izin edar fiktif untuk mengelabui masyarakat.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengatakan produk-produk tersebut diproduksi secara ilegal dan banyak dipasarkan secara bebas melalui media sosial maupun marketplace online. Menurutnya, konsumen kerap tertipu karena produk dikemas menyerupai suplemen herbal alami.
“Produk-produk ilegal ini diproduksi oleh pihak yang tidak teridentifikasi secara resmi atau menggunakan identitas produsen fiktif untuk mengelabui konsumen,” ujar Taruna.
Mayoritas produk yang ditemukan merupakan suplemen penambah stamina pria yang mengandung sildenafil, tadalafil, hingga metil testosteron. Kandungan tersebut sejatinya termasuk obat keras yang hanya boleh digunakan dengan resep dan pengawasan dokter.
Penggunaan sildenafil dan tadalafil tanpa kontrol medis dapat menyebabkan tekanan darah turun drastis, gangguan jantung, stroke, hingga kematian mendadak, terutama bagi penderita hipertensi dan penyakit kardiovaskular.
Selain itu, BPOM juga menemukan sejumlah produk pegal linu dan obat herbal yang mengandung deksametason, natrium diklofenak, asam mefenamat, dan prednison. Konsumsi jangka panjang bahan tersebut dapat memicu gagal ginjal, perdarahan lambung, osteoporosis, hingga gangguan hormon.
Tak hanya obat kuat dan produk pegal linu, BPOM juga menemukan produk penggemuk badan dan madu stamina yang dicampur bahan kimia obat berbahaya. Kondisi ini memperlihatkan praktik curang produsen ilegal demi memberikan efek instan kepada konsumen.
Daftar 22 Produk Berbahaya Temuan BPOM
Berikut daftar lengkap produk yang diumumkan BPOM beserta kandungan berbahayanya:
- Gutamin — mengandung natrium diklofenak
- Fu Wei Capsules — mengandung sildenafil dan metil testosteron
- Geranium Wilfordii Ointment — mengandung nortadalafil
- Maduon — mengandung nortadalafil
- Happyco — mengandung parasetamol, sildenafil, dan tadalafil
- Sehat Pria — mengandung sildenafil sitrat
- Godong Ijo — mengandung parasetamol dan kafein
- Djinggo — mengandung sildenafil sitrat dan tadalafil
- Sultan Co — mengandung sildenafil sitrat dan tadalafil
- Pegal Linu Sarang Kancleng — mengandung parasetamol
- Kopi Arab Gold Plus Tongkat Ali — mengandung sildenafil sitrat
- Kopi Super Jantan — mengandung sildenafil sitrat
- Samyun WAN — mengandung siproheptadin
- Dua Cobra Garam Fatal — mengandung maleman, kafein, dan parasetamol
- Asamulyn — mengandung parasetamol
- Bio Nerve Energy Boost Up NDR — mengandung deksametason
- Kapsul Strong Love — mengandung sildenafil
- Sinatren — mengandung deksametason dan prednison
- Nyerat Nyeri Tulang dan Asam Urat — mengandung natrium diklofenak, asam mefenamat, parasetamol, dan deksametason
- Yaman Strong Honey — mengandung sildenafil sitrat dan tadalafil
- USA Viagra — tidak terdaftar, mengandung sildenafil sitrat
- Viagra Platinum — menggunakan nomor izin edar fiktif dan mengandung sildenafil sitrat
BPOM mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan klaim “obat herbal ampuh”, “kuat instan”, atau “tanpa efek samping”. Klaim berlebihan seperti itu sering digunakan untuk menarik perhatian konsumen, padahal produk mengandung bahan kimia obat berbahaya.
Masyarakat diminta selalu memeriksa kemasan, label, nomor izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli produk kesehatan. Pengecekan legalitas produk juga dapat dilakukan melalui situs resmi BPOM maupun aplikasi BPOM Mobile.
Kasus ini menjadi alarm serius bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih produk herbal dan suplemen kesehatan. Di balik kemasan yang terlihat aman dan alami, bisa saja tersembunyi zat kimia berbahaya yang dapat merusak organ tubuh secara perlahan.
BPOM menegaskan akan terus memperketat pengawasan terhadap peredaran produk ilegal di Indonesia. Penindakan terhadap produsen, distributor, hingga penjual yang terbukti mengedarkan produk berbahaya juga akan terus dilakukan demi melindungi kesehatan masyarakat. (R-03)

