Hujan Deras Picu Longsor Batang Toru, Yasine dan Sariman Ditemukan Tak Bernyawa
Tim SAR gabungan menemukan korban kedua bencana tanah longsor di Kelurahan Wek I, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (20/5/2026). (Basarnas Medan)
SUMUT, SabangMerauke News - Longsor Batang Toru, Tapanuli Selatan, meninggalkan duka mendalam bagi warga Kelurahan Wek I, Rabu 20 Mei 2026. Tim gabungan menemukan Yasine Gulo, 43 tahun, dan Sariman Gulo, 25 tahun, tertimbun longsor mematikan sejak Senin malam. Dua korban ditemukan terpisah setelah petugas membongkar timbunan tanah memakai alat berat selama dua hari pencarian.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Tapanuli Selatan, Iptu Agam Parlindungan, memastikan seluruh korban sudah ditemukan petugas gabungan. “Keduanya sudah ditemukan di lokasi longsor dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Iptu Agam Parlindungan, Rabu, 20 Mei 2026. Kabar itu langsung menyelimuti kawasan Batang Toru dengan suasana haru sejak pagi hari tadi.
Yasine Gulo ditemukan lebih dahulu pada Selasa, 19 Mei 2026, sekitar pukul 09.40 WIB. Tubuh korban ditemukan dekat permukiman warga setelah tim gabungan menggali material tanah bercampur batu dan kayu. Petugas kemudian melanjutkan pencarian Sariman Gulo memakai alat berat hingga malam berganti pagi kembali.
Sariman Gulo ditemukan pada Rabu, 20 Mei 2026, sekitar pukul 09.30 WIB di lokasi berbeda. Korban ditemukan tidak jauh dari titik longsor setelah alat berat membuka timbunan tanah cukup tebal tersebut. Warga sekitar tampak terdiam ketika petugas memastikan korban kedua sudah ditemukan tanpa tanda kehidupan lagi.
Iptu Agam Parlindungan menyebut alat berat membantu mempercepat proses pencarian korban tertimbun longsor tersebut sejak awal evakuasi. “Dengan bantuan alat berat, kedua korban berhasil ditemukan tim gabungan,” kata Iptu Agam Parlindungan kepada wartawan. Petugas gabungan terdiri dari polisi, relawan, warga, serta unsur penanggulangan bencana Kabupaten Tapanuli Selatan setempat.
Operasi SAR longsor Batang Toru resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil ditemukan oleh petugas gabungan pada Rabu siang. Seluruh personel gabungan kemudian kembali menuju kesatuan masing-masing setelah proses pencarian dinyatakan selesai total hari itu. Tidak ada lagi laporan korban hilang setelah proses penyisiran kawasan longsor dilakukan sejak awal kejadian kemarin.
Longsor menerjang Lingkungan II, Kelurahan Wek I, Kecamatan Batang Toru, Senin, 18 Mei 2026, malam hari. Hujan deras mengguyur kawasan Tapanuli Selatan sejak sore hingga membuat tanah perbukitan menjadi labil dan rawan longsor. Sekitar pukul 19.00 WIB, material tanah runtuh menuju kawasan permukiman warga dengan suara keras, mengejutkan masyarakat sekitar.
Kapolsek Batang Toru, AKP Penggar M Siboro, menjelaskan bahwa dua korban berada dekat lokasi longsor saat kejadian terjadi. “Korban bernama Yasine Gulo dan Sariman Gulo merupakan warga Kelurahan Wek I,” ujar AKP Penggar M. Siboro. Petugas menerima laporan warga beberapa saat setelah longsor menimbun sebagian kawasan permukiman Batang Toru tersebut malam itu.
Warga sekitar sempat menggali material longsor memakai peralatan sederhana sebelum bantuan gabungan tiba di lokasi kejadian malam itu. Lampu senter telepon genggam menjadi penerangan awal warga saat mencari korban tertimbun material longsor yang cukup tebal tersebut. Hujan masih turun ketika pencarian pertama dilakukan, sehingga proses evakuasi bergerak lambat dan penuh dengan kehati-hatian tinggi.
Petugas kemudian menambah penerangan demi membantu proses pencarian korban saat malam menyelimuti kawasan longsor Batang Toru tersebut. Alat berat diterjunkan menuju lokasi setelah pencarian manual sulit menembus timbunan tanah bercampur lumpur cukup padat sekali. Langkah itu dipilih agar evakuasi korban lebih cepat sekaligus mengurangi risiko longsor susulan dari bukit sekitar lokasi.
AKP Penggar M Siboro menilai kondisi medan pencarian cukup berat karena tanah sekitar masih bergerak perlahan akibat hujan deras. “Petugas menambah penerangan dan alat berat agar pencarian korban lebih cepat,” ujar AKP Penggar M Siboro kembali. Material longsor bercampur lumpur membuat pergerakan personel gabungan harus dilakukan sangat hati-hati sepanjang proses evakuasi berlangsung.
Tangis keluarga pecah saat korban pertama ditemukan dari balik timbunan tanah pada Selasa pagi kemarin di Batang Toru. Warga sekitar ikut membantu proses evakuasi sambil menenangkan keluarga korban dekat lokasi pencarian berlumpur tersebut sejak pagi. Beberapa relawan membersihkan material tanah yang menempel pada tubuh korban, menggunakan air hujan di sekitar lokasi kejadian longsor yang mematikan.
Pencarian Sariman Gulo dilanjutkan sejak dini hari dengan alat berat dan pengawasan ketat petugas gabungan setempat di lokasi. Cuaca mendung sempat membuat pencarian bergerak lambat karena tanah sekitar lokasi longsor masih labil dan cukup berbahaya. Petugas terus menggali area longsor mengikuti dugaan titik terakhir korban terlihat sebelum material tanah runtuh malam sebelumnya.
Penemuan Sariman Gulo mengakhiri dua hari pencarian penuh lumpur, hujan, serta kecemasan warga Batang Toru setempat. Warga berkumpul dekat lokasi ketika petugas membawa korban yang memakai kantong jenazah menuju ambulans evakuasi yang tersedia di lokasi. Suasana duka langsung menyelimuti kawasan permukiman kecil tersebut setelah kabar penemuan korban kedua tersebar pagi tadi.
Peristiwa memilukan di Batang Toru kembali mengingatkan akan ancaman longsor pada kawasan perbukitan saat hujan deras turun cukup lama. Warga mulai membersihkan material longsor sambil memeriksa rumah dekat lereng bukit yang rawan runtuhan tanah susulan berikutnya nanti. Petugas mengingatkan masyarakat tetap waspada menghadapi potensi longsor selama cuaca ekstrem melanda wilayah Tapanuli Selatan belakangan ini. R-02

