Suhu Tubuh Anak Bisa Tembus 40 Derajat Celsius, Kenali Tanda Heat Stroke Sebelum Terlambat
Ilustrasi. Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News - Cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah belakangan ini menjadi ancaman serius bagi kesehatan, terutama pada anak-anak. Di tengah suhu udara yang semakin menyengat, para orang tua diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko heat stroke atau serangan panas yang dapat menyebabkan kondisi fatal bila terlambat ditangani.
Heat stroke merupakan kondisi ketika tubuh mengalami peningkatan suhu secara drastis akibat paparan panas berlebih dan gagal mengontrol suhu internal tubuh. Dalam kondisi berat, suhu tubuh anak bahkan bisa mencapai 40 derajat Celsius atau lebih. Kondisi ini bukan sekadar kepanasan biasa, tetapi merupakan keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat.
Anak-anak menjadi kelompok yang sangat rentan mengalami heat stroke karena kemampuan tubuh mereka dalam mengatur suhu belum sebaik orang dewasa. Aktivitas di luar ruangan saat cuaca terik, kurang minum, hingga penggunaan pakaian tebal dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan panas.
Para ahli kesehatan menjelaskan, heat stroke terjadi ketika mekanisme pendinginan tubuh melalui keringat tidak lagi mampu bekerja optimal. Akibatnya, suhu tubuh naik sangat cepat dan dapat merusak organ-organ vital seperti otak, jantung, ginjal, hingga sistem saraf. Jika tidak segera mendapat pertolongan, kondisi ini dapat menyebabkan kejang, penurunan kesadaran, bahkan kematian.
Gejala Heat Stroke pada Anak
Gejala heat stroke pada anak sering kali muncul secara tiba-tiba. Salah satu tanda paling umum adalah suhu tubuh yang sangat tinggi hingga mencapai 40 derajat Celsius. Selain itu, anak dapat terlihat lemas, kebingungan, rewel, atau mengalami perubahan perilaku yang tidak biasa.
Tidak hanya itu, kulit anak biasanya menjadi panas dan memerah. Pada beberapa kasus, kulit justru terasa kering karena tubuh sudah tidak mampu lagi memproduksi keringat. Gejala lain yang perlu diwaspadai meliputi mual, muntah, napas cepat, denyut jantung meningkat, sakit kepala berdenyut, hingga pingsan.
Kondisi tersebut kerap diawali dengan heat exhaustion atau kelelahan akibat panas. Pada tahap ini, anak biasanya mulai merasa sangat haus, lemah, pusing, dan berkeringat berlebihan. Bila tidak segera ditangani, kondisi dapat berkembang menjadi heat stroke yang jauh lebih berbahaya.
Kasus heat stroke pada anak bukan hal sepele. Beberapa negara bahkan mencatat korban jiwa akibat paparan panas ekstrem. Salah satunya kasus seorang bocah laki-laki di Malaysia yang meninggal dunia akibat heat stroke dan dehidrasi setelah beraktivitas di bawah terik matahari saat libur Lebaran. Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa cuaca panas dapat membawa dampak mematikan jika diabaikan.
Para dokter mengingatkan, langkah pertama saat menemukan anak dengan dugaan heat stroke adalah segera memindahkan mereka ke tempat yang lebih sejuk. Orang tua juga dianjurkan melepas atau melonggarkan pakaian anak agar panas tubuh dapat berkurang lebih cepat.
Selain itu, tubuh anak dapat dikompres menggunakan air dingin, terutama pada area leher, ketiak, dan selangkangan. Bila anak masih sadar, berikan air minum sedikit demi sedikit untuk membantu mencegah dehidrasi. Namun jika kondisi anak sudah tampak linglung, muntah terus-menerus, atau kehilangan kesadaran, maka pertolongan medis harus segera diberikan.
Pencegahan menjadi langkah paling penting untuk melindungi anak dari heat stroke. Orang tua disarankan membatasi aktivitas luar ruangan saat cuaca sedang sangat panas, terutama pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB ketika suhu matahari berada pada titik tertinggi.
Anak juga harus dipastikan mendapat asupan cairan yang cukup sepanjang hari. Banyak kasus heat stroke dipicu oleh dehidrasi akibat tubuh kehilangan cairan dalam jumlah besar. Penggunaan pakaian tipis, longgar, dan menyerap keringat juga sangat dianjurkan agar suhu tubuh tetap stabil.
Selain itu, orang tua perlu memastikan anak tidak terlalu lama berada di dalam kendaraan tertutup tanpa pendingin udara. Suhu di dalam mobil yang diparkir di bawah terik matahari bisa meningkat drastis dalam hitungan menit dan membahayakan keselamatan anak. Fenomena ini bahkan menjadi perhatian di sejumlah negara saat gelombang panas melanda.
Cuaca panas yang semakin ekstrem belakangan ini membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap ancaman gangguan kesehatan akibat suhu tinggi. Heat stroke bukan hanya dapat menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh lebih rentan.
Karena itu, mengenali gejala awal heat stroke dan memberikan penanganan cepat menjadi kunci penting untuk mencegah kondisi yang lebih fatal. Di tengah suhu udara yang terus meningkat, kewaspadaan orang tua menjadi benteng utama menjaga kesehatan dan keselamatan anak-anak dari ancaman serangan panas. (R-05)

