IHSG Mendadak Ngebut Saat Rupiah Melemah, Saham BLUE Terbang Tanpa Rem
Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. (ist)
JAKARTA, SabangMerauke - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada Selasa, 19 Mei 2026, bikin pelaku pasar seperti naik odong-odong masuk jalan berlubang. Setelah sempat jatuh sejak pembukaan perdagangan pagi, indeks mendadak balik arah dan melompat 28,13 poin menuju level 6.627,37 pada sejam perdagangan awal. Ruang dealing pagi tadi langsung ramai seperti warung kopi ketika pertandingan penalti memasuki tendangan terakhir.
Perdagangan pagi terasa campur aduk antara panik, harapan, dan suara notifikasi aplikasi saham tanpa jeda sejak subuh tadi. IHSG bergerak liar di rentang 6.560 hingga 6.634 sepanjang sesi perdagangan awal hari ini. Volume transaksi mencapai 9,54 miliar lembar saham dengan nilai perdagangan menyentuh Rp4,89 triliun.
Sebanyak 395 saham menguat pagi tadi ketika 215 saham memilih turun perlahan seperti sinyal internet saat hujan deras datang. Sementara 189 saham lainnya diam tanpa banyak gerak seperti penumpang bus pura-pura tidur menghindari pengamen. Saham unggulan dalam indeks LQ45 ikut menguat 0,83 persen sepanjang perdagangan pagi.
Padahal sejak pembukaan perdagangan, IHSG sempat bikin investor menatap layar sambil menarik napas panjang berkali-kali pagi tadi. Indeks dibuka melemah 30,84 poin menuju level 6.568 pada awal perdagangan Selasa pagi. Tekanan jual langsung terasa ketika investor asing ramai membuang saham berkapitalisasi besar.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia memperlihatkan investor asing mencatat penjualan bersih mencapai Rp463,99 miliar sepanjang pagi tadi. Investor domestik akhirnya tampil dominan seperti abang gorengan rebut tempat teduh saat mendung mulai turun. Aktivitas transaksi domestik menguasai sekitar 77 persen volume perdagangan pagi ini.
Meski pasar sempat oleng sejak awal perdagangan, sejumlah saham mendadak melesat tinggi tanpa banyak aba-aba pagi tadi. Saham PT Berkah Prima Perkasa Tbk atau BLUE menjadi primadona setelah melonjak 17,2 persen menuju Rp4.020. Nama saham ini mendadak ramai disebut seperti lagu galau baru masuk FYP media sosial.
Saham PT LCK Global Kedaton Tbk atau LCKM juga ikut melompat 16,07 persen pada perdagangan pagi ini. PT Bersama Zatta Jaya Tbk atau ZATA bahkan naik 16 persen menuju level Rp87. Bursa pagi tadi terasa seperti arena sprint ketika saham lapis dua mulai saling salip diam-diam.
Kenaikan saham belum berhenti sampai tiga nama tadi sepanjang perdagangan Selasa pagi hari ini. Saham PT Intermedia Capital Tbk atau MDIA menguat 12,6 persen menuju harga Rp143. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk atau SRAJ ikut terkerek 11,61 persen menuju Rp14.174.
PT Sentra Food Indonesia Tbk atau FOOD juga mencuri perhatian setelah menanjak 10 persen pagi tadi. Investor ritel mulai sibuk berburu saham penguat seperti warga cari kursi kosong saat hujan turun mendadak. Suasana perdagangan pagi benar-benar terasa hidup meski pasar sempat limbung sejak pembukaan.
Namun pasar saham memang jarang memberi cerita manis penuh senyum dari pagi sampai penutupan perdagangan sore nanti. PT Bhakti Multi Artha Tbk atau BHAT ambruk 15 persen hingga menyentuh auto rejection bawah pagi tadi. PT Dyandra Media International Tbk atau DYAN ikut longsor 14,68 persen menuju Rp93.
Tekanan juga menghantam saham PT Amman Mineral Internasional Tbk atau AMMN sepanjang perdagangan awal hari ini. Saham AMMN turun 14,86 persen menuju level Rp3.150 pada sesi pagi perdagangan. PT Pacific Strategic Financial Tbk atau APIC ikut terseret turun 14,81 persen.
Pelaku pasar memang masih dibayangi rasa waswas setelah IHSG terkoreksi panjang selama lima hari perdagangan sebelumnya. Tekanan global ikut membuat suasana pasar domestik terasa kurang nyaman sejak pekan lalu. Nilai tukar rupiah juga terus melemah mendekati Rp17.700 per dolar Amerika Serikat.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, melihat peluang penguatan jangka pendek mulai terbuka pagi ini. “IHSG berpotensi short term technical rebound,” ujar Fanny Suherman di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026. Kalimat itu langsung bikin sebagian investor mulai melirik saham murah sambil pura-pura santai.
Fanny memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 6.460 hingga 6.500 sepanjang perdagangan pekan ini. Sementara level resistance diproyeksikan berada pada kisaran 6.650 sampai 6.700 dalam jangka pendek. Investor tampak masih menunggu arah pasar sambil memantau keputusan Bank Indonesia besok.
Perhatian pelaku pasar memang sedang tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pekan ini. Mayoritas ekonom memperkirakan BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menuju lima persen. Langkah tersebut diperkirakan demi menjaga stabilitas rupiah yang terus tertekan belakangan ini.
Analis Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menilai tekanan rupiah belum benar-benar reda sepanjang Mei tahun ini. “Tekanan terhadap rupiah masih berlanjut akibat aksi jual pasar obligasi global,” ujar Rully Arya Wisnubroto, Selasa. Investor global terlihat mulai menjaga jarak dari aset pasar berkembang.
BRI Danareksa Sekuritas juga menyoroti kenaikan yield obligasi pemerintah Amerika Serikat dalam riset perdagangan hari ini. Yield US Treasury berada di kisaran 4,6 persen dan ikut menekan arus modal asing domestik. Dolar Amerika yang makin kuat membuat pasar emerging markets kembali ngos-ngosan.
Riset BRI Danareksa menyebut IHSG masih berada dalam fase konsolidasi bearish sejak perdagangan pekan lalu. Meski demikian kondisi oversold membuka peluang technical rebound jangka pendek pada perdagangan hari ini. “IHSG diproyeksikan bergerak pada support 6.500 dan resistance 6.720,” tulis riset BRI Danareksa Sekuritas.
Phintraco Sekuritas juga melihat tekanan global masih membayangi pergerakan bursa saham domestik sepanjang pekan ini. Kekhawatiran konflik Timur Tengah membuat harga minyak mentah naik dan memicu ketakutan inflasi global. Pasar terasa seperti wajan panas ketika minyak goreng mulai meletup tanpa aba-aba.
Riset Phintraco menyebut histogram negatif MACD masih melebar meski stochastic RSI mendekati area oversold perdagangan hari ini. “IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 6.400 hingga 6.700,” tulis Phintraco Sekuritas dalam riset harian. Saham pilihan mereka meliputi MEDC, PGAS, ELSA, TLKM, dan BBCA.
CGS International Sekuritas Indonesia ikut memprediksi pasar saham masih bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan Selasa hari ini. Tekanan datang dari aksi jual asing dan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Namun kenaikan harga komoditas memberi sedikit ruang bernapas bagi pasar domestik.
“IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah,” tulis riset CGS International Sekuritas Indonesia pagi tadi. Saham pilihan mereka meliputi TLKM, MYOR, MEDC, ASII, MAPI, dan ELSA sepanjang perdagangan Selasa. Investor tampak mulai memilih saham defensif sambil menunggu arah suku bunga.
Panin Sekuritas justru melihat peluang rebound mulai terbuka setelah tekanan geopolitik perlahan mereda pekan ini. “Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG berpeluang rebound,” tulis Panin Sekuritas dalam riset hariannya. Saham pilihan mereka meliputi NCKL, ARTO, dan ESSA pada perdagangan hari ini.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham pagi tadi terlihat campur aduk seperti playlist angkot menjelang jam pulang kantor. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,21 persen ketika Straits Times Singapura menguat 0,65 persen. Namun Nikkei Jepang turun 0,63 persen dan Shanghai melemah 0,32 persen.
Mayoritas bursa Asia Pasifik memang masih dibayangi ketakutan inflasi global dan konflik kawasan Timur Tengah. Harga minyak mentah dunia naik setelah gangguan pasokan energi beberapa pekan terakhir terus memanas. Situasi itu membuat imbal hasil obligasi global ikut naik perlahan.
Korea Investment and Sekuritas Indonesia atau KISI melihat peluang penguatan mulai muncul bagi IHSG perdagangan hari ini. Investment Specialist KISI, Azharys Hardian, menilai tekanan pasar mulai terbatas setelah koreksi panjang sebelumnya. “IHSG berpotensi menguat seiring pelemahan sudah terbatas,” ujar Azharys Hardian.
Saham perbankan besar domestik juga mulai dilirik investor asing meski arus keluar modal masih terjadi pagi tadi. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BBRI naik 0,65 persen menuju level 3.080. PT Bank Mandiri Tbk atau BMRI ikut menguat 0,73 persen menuju Rp4.160.
Selective buying investor asing terlihat pada saham bank besar seperti BBCA, BMRI, dan BBRI sepanjang pagi tadi. Fenomena itu memberi sedikit harapan ketika pasar sempat limbung sejak awal perdagangan Selasa ini. Investor mulai berharap saham bank kembali menjadi jangkar utama penguatan IHSG.
Meski pasar masih dipenuhi rasa cemas, suasana perdagangan pagi terasa lebih hidup dibanding perdagangan kemarin sore. Investor mulai berani masuk perlahan sambil memantau keputusan Bank Indonesia pekan ini. Bursa saham hari ini benar-benar mirip drama panjang dengan plot berubah setiap lima menit sekali. R-02

