Warga Pekanbaru Menjerit, Harga Kebutuhan Pokok Kian Melambung Tinggi
Pasar tradisional. Foto: Istimewa
RIAU, SabangMerauke News - Persoalan ekonomi kini menjadi keluhan utama masyarakat Kota Pekanbaru.
Berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Lembaga Survei Opini Rakyat, tingginya harga kebutuhan pokok menjadi persoalan yang paling banyak dirasakan warga.
Ketua Lembaga Survei Opini Rakyat Adlin mengatakan, pengumpulan data berlangsung sejak 24 April hingga 16 Mei 2026.
Survei ini melibatkan 45 mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Riau sebagai pengumpul data lapangan.
Sebanyak 450 warga Pekanbaru yang telah memiliki hak pilih diwawancarai dalam survei tersebut, terdiri dari 225 laki-laki dan 225 perempuan.
"Survei dilakukan untuk memotret kondisi ekonomi yang tengah dihadapi masyarakat Pekanbaru. Saat ini, mayoritas masyarakat Pekanbaru mengeluhkan tingginya harga kebutuhan pokok,” ujar Adlin Senin, 18 Mei 2026.
Selain itu, survei juga menunjukkan jika pendapatan rumah tangga yang belum mencukupi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan stabil juga menjadi persoalan utama warga.
Hasil survei menunjukkan sebanyak 41,78 persen responden mengeluhkan tingginya harga kebutuhan pokok.
Sebanyak 21,11 persen menyebut pendapatan rumah tangga tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Sebanyak 19,78 persen responden mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan stabil.
Sebanyak 9,78 persen lainnya mengeluhkan tingginya biaya kesehatan dan pendidikan.
Sebanyak 4,22 persen responden menyampaikan persoalan ekonomi lainnya, sementara 2,89 persen mengaku terbebani utang atau cicilan keluarga. Adapun 0,44 persen responden tidak memberikan jawaban.
"Metode pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling yang dilakukan di 15 kecamatan di Kota Pekanbaru. Survei ini memiliki sampling error sebesar 5 persen dengan margin of error 5 persen," ujar Adlin.
Adlin berharap hasil survei tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah dan pihak terkait untuk mencari solusi terhadap persoalan ekonomi masyarakat.
“Semoga persoalan tingginya harga kebutuhan pokok serta penghasilan warga yang belum mencukupi mendapat perhatian serta solusi dari Pemerintah Kota Pekanbaru, Pemerintah Provinsi Riau, dan pihak terkait lainnya,” tutupnya. (R-03)

