Piala Asia 2027
Grup Neraka Timnas Indonesia! Jepang dan Qatar Menanti, Herdman Malah Tersenyum
Timnas Indonesia berpose sebelum laga Indonesia vs Bulgaria di ajang final FIFA Series 2026 Indonesia di Jakarta, pada Senin (30/3/2026). (sumber: kompas.com)
JAKARTA, SabangMerauke News - Timnas Indonesia resmi masuk grup neraka Piala Asia 2027 usai hasil drawing di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu, 9 Mei 2026. Skuad Garuda tergabung bersama Jepang, Qatar, dan Thailand pada Grup F turnamen paling panas Asia tersebut. Hasil undian langsung memantik perhatian publik karena Indonesia harus menghadapi tiga lawan berlevel tinggi sejak fase awal.
Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC menggelar pengundian di Distrik At-Turaif, Diriyah, Arab Saudi. Indonesia datang dengan status penghuni pot empat, posisi paling rendah dalam pembagian unggulan turnamen. Namun, hasil undian justru mempertemukan Garuda dengan dua langganan Piala Dunia dan satu rival klasik Asia Tenggara.
Timnas Jepang menjadi lawan pertama Indonesia pada 11 Januari 2027 mendatang. Lima hari berikutnya, skuad Garuda menghadapi Qatar yang terkenal agresif dan disiplin secara taktikal. Setelah itu, duel sarat gengsi kontra Thailand bakal berlangsung pada 20 Januari 2027.
Meski publik menyebut Grup F sebagai grup maut, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, malah menyambut situasi tersebut dengan penuh keyakinan. Eks pelatih Timnas Kanada itu menilai tantangan besar justru membuka peluang perkembangan lebih cepat. Herdman percaya Indonesia membutuhkan tekanan tinggi agar mental tim naik menuju level elit Asia.
“Saya pikir hasil drawing ini memberikan peluang besar untuk mengambil langkah berikutnya,” ujar John Herdman, Minggu, 10 Mei 2026. Pernyataan itu langsung menjadi sorotan setelah banyak pengamat memprediksi Indonesia bakal kesulitan lolos grup. Herdman justru melihat lawan berat sebagai alat ukur kualitas Garuda.
Pelatih asal Inggris tersebut menegaskan Jepang merupakan standar tertinggi sepak bola Asia saat ini. Qatar juga dianggap lawan ideal karena memiliki pengalaman panjang tampil pada ajang internasional. Sedangkan Thailand tetap menjadi rival emosional dengan tensi berbeda dibandingkan dengan laga lainnya.
“Kami menghadapi tim terbaik AFC dan peserta Piala Dunia seperti Qatar,” kata John Herdman. Kalimat singkat itu memperlihatkan ambisi besar sang pelatih menghadapi turnamen Asia mendatang. Herdman tampak tidak tertarik bermain aman menghadapi negara unggulan.
Timnas Indonesia memang berada dalam posisi underdog pada Grup F Piala Asia 2027. Ranking FIFA Garuda masih berada di posisi 122 dunia menjelang turnamen berlangsung. Jepang menempati peringkat 18 dunia, Qatar urutan 55, sedangkan Thailand bertengger pada posisi 93.
Perbedaan ranking tersebut membuat banyak pengamat langsung meragukan peluang Indonesia lolos ke fase gugur. Namun, Herdman memilih melihat celah positif dibanding tenggelam dalam tekanan statistik semata. Menurutnya, status underdog justru membuat pemain tampil lebih bebas dan berani.
“Yang terpenting adalah menikmati status underdog saat menghadapi Jepang,” ujar John Herdman. Pernyataan itu memperlihatkan pendekatan psikologis unik dari sang pelatih. Herdman tampaknya ingin mengubah tekanan menjadi bahan bakar motivasi skuad Garuda.
Persiapan besar kini mulai dirancang tim pelatih demi menghadapi turnamen Januari 2027 tersebut. Herdman mengaku bakal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pemain domestik selama pemusatan latihan Mei mendatang. Fokus utama berada pada pemain paling konsisten selama kompetisi nasional musim ini.
“Langkah besar pertama adalah menilai pemain domestik pada pemusatan latihan Mei,” kata John Herdman. Seleksi tersebut dilakukan demi mencari profil pemain paling sesuai kebutuhan tim nasional. Herdman ingin membangun fondasi kuat sebelum memasuki fase persiapan berikutnya.
Setelah mengamati pemain Liga Indonesia, fokus berikutnya mengarah kepada pemain diaspora dan pemain Eropa. Herdman menyiapkan pemusatan latihan khusus pada Juni 2026 demi memadukan seluruh elemen skuad. Kombinasi pemain lokal dan diaspora dianggap penting untuk membentuk identitas permainan baru.
“Langkah kedua pada Juni adalah memadukan pemain diaspora dengan pemain lokal terbaik,” ujar John Herdman. Pelatih berusia 50 tahun itu menilai chemistry tim menjadi faktor krusial menghadapi lawan tangguh Asia. Persaudaraan antarpemain dianggap sama pentingnya dengan kualitas teknis.
Menurut Herdman, perkembangan Timnas Indonesia sebenarnya mulai terlihat sejak FIFA Series Maret 2026 lalu. Ia melihat peningkatan besar pada aspek taktikal, organisasi permainan, dan mental bertanding pemain Garuda. Koneksi antarpemain juga mulai terbentuk lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
“Kami terus meningkat dalam identitas taktikal dan koneksi di luar lapangan,” tegas John Herdman. Pernyataan itu memperlihatkan proses pembangunan tim masih terus berjalan menuju target jangka panjang. Herdman tampaknya tidak ingin Indonesia sekadar menjadi pelengkap turnamen.
Piala Asia 2027 juga menjadi bagian penting dari proyek besar menuju Piala Dunia 2030. Herdman percaya pengalaman menghadapi Jepang, Qatar, dan Thailand bakal membentuk mental kompetitif pemain Indonesia. Turnamen ini dianggap laboratorium besar untuk mengukur kesiapan Garuda bersaing di level tertinggi Asia.
Sementara itu, tuan rumah Arab Saudi tergabung pada Grup A bersama Kuwait, Oman, dan Palestina. Grup B dihuni Uzbekistan, Bahrain, Korea Utara, serta Yordania. Grup C mempertemukan Iran, Suriah, Kyrgyzstan, dan China.
Australia menghuni Grup D bersama Tajikistan, Irak, dan Singapura. Sedangkan Grup E diisi oleh Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Vietnam, dan Lebanon atau Yaman. Seluruh pertandingan Piala Asia 2027 bakal berlangsung di Arab Saudi mulai 7 Januari hingga 5 Februari 2027.
Delapan stadion telah disiapkan Arab Saudi untuk menggelar seluruh pertandingan turnamen tersebut. Venue tersebar pada tiga kota utama, yakni Riyadh, Jeddah, dan Khobar. Atmosfer panas Timur Tengah diperkirakan menjadi tantangan tambahan bagi seluruh peserta.
Kini publik Indonesia menunggu apakah skuad Garuda mampu menciptakan kejutan baru di Asia. Setelah sukses menembus 16 besar Piala Asia 2023, harapan terhadap Timnas Indonesia semakin membesar. Grup neraka sudah menunggu, namun mimpi besar Garuda belum terlihat gentar. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Kejuaraan Futsal ASEAN
Drama Nonthaburi: Gol Penalti Detik Akhir Hancurkan Mimpi Indonesia

