SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Pemprov Kepri Cairkan Hibah Rp 1,4 Miliar, Tapi Tim Pesparawi Gagal Terbang ke Manokwari

      Pemprov Kepri Cairkan Hibah Rp 1,4 Miliar, Tapi Tim Pesparawi Gagal Terbang ke Manokwari

      28/06/2026  ❘  19:46 WIB
    • Kejar-kejaran Berujung Baku Tembak, Satu Pencuri Baterai BTS Tewas di Jalan Tol

      Kejar-kejaran Berujung Baku Tembak, Satu Pencuri Baterai BTS Tewas di Jalan Tol

      28/06/2026  ❘  17:32 WIB
    • Modal Gergaji, Athong Bobol Empat Kotak Amal Kelenteng demi Judol dan Miras

      Modal Gergaji, Athong Bobol Empat Kotak Amal Kelenteng demi Judol dan Miras

      28/06/2026  ❘  15:27 WIB
    • PLN Group di Riau Bersatu Jaga Bumi, Bersihkan Ratusan Kilogram Sampah dan Tanam Ratusan Pohon

      PLN Group di Riau Bersatu Jaga Bumi, Bersihkan Ratusan Kilogram Sampah dan Tanam Ratusan Pohon

      28/06/2026  ❘  15:26 WIB
  • Nasional
    • Untuk Apa Prabowo Bentuk Satgas Dosen-Profesor?

      Untuk Apa Prabowo Bentuk Satgas Dosen-Profesor?

      28/06/2026  ❘  19:37 WIB
    • Purbaya Tegaskan Pemotongan Anggaran bagi Instansi yang Abaikan Satgas Debottlenecking

      Purbaya Tegaskan Pemotongan Anggaran bagi Instansi yang Abaikan Satgas Debottlenecking

      28/06/2026  ❘  15:56 WIB
    • 5 Manajer Koperasi Merah Putih Meninggal, Komnas HAM: Setop Latihan Dasar Militer, Audit Jenazah!

      5 Manajer Koperasi Merah Putih Meninggal, Komnas HAM: Setop Latihan Dasar Militer, Audit Jenazah!

      28/06/2026  ❘  14:35 WIB
    • Prabowo Sebut Rakyat Gaji Komisaris BUMN Rugi, Sesumbar Mau Pangkas Tinggal 250 BUMN

      Prabowo Sebut Rakyat Gaji Komisaris BUMN Rugi, Sesumbar Mau Pangkas Tinggal 250 BUMN

      28/06/2026  ❘  13:52 WIB
  • Ekonomi
    • Cabai Tak Lagi Pedas di Kantong, Harga Pangan Minggu Ini Bikin Kejutan

      Cabai Tak Lagi Pedas di Kantong, Harga Pangan Minggu Ini Bikin Kejutan

      28/06/2026  ❘  12:22 WIB
    • Harga Emas Perhiasan Hari Ini Minggu 28 Juni 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkap Raja Emas, Hartadinata, dan Laku Emas

      Harga Emas Perhiasan Hari Ini Minggu 28 Juni 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkap Raja Emas, Hartadinata, dan Laku Emas

      28/06/2026  ❘  09:24 WIB
    • Harga Emas Hari Ini 28 Juni 2026 Melonjak! Galeri 24, Antam, dan UBS Kompak Naik, Cek Daftar Harga Terbarunya

      Harga Emas Hari Ini 28 Juni 2026 Melonjak! Galeri 24, Antam, dan UBS Kompak Naik, Cek Daftar Harga Terbarunya

      28/06/2026  ❘  08:37 WIB
    • Masyarakat Kandis Kini Lebih Mudah Akses Dana Tunai Lewat Gadai Emas BRK Syariah

      Masyarakat Kandis Kini Lebih Mudah Akses Dana Tunai Lewat Gadai Emas BRK Syariah

      27/06/2026  ❘  17:17 WIB
  • Politik
    • Melawan Kutukan Partai Gurem, Jokowi Yakin PSI Lolos ke DPR di Pemilu 2029

      Melawan Kutukan Partai Gurem, Jokowi Yakin PSI Lolos ke DPR di Pemilu 2029

      27/06/2026  ❘  21:00 WIB
    • PDIP Nilai Safari Politik Jokowi Bersama PSI Berkaitan Pilpres 2029

      PDIP Nilai Safari Politik Jokowi Bersama PSI Berkaitan Pilpres 2029

      27/06/2026  ❘  14:47 WIB
    • Jokowi Sebut Kemeja dan Topi PSI Merupakan Pemberian Kaesang Pangarep

      Jokowi Sebut Kemeja dan Topi PSI Merupakan Pemberian Kaesang Pangarep

      26/06/2026  ❘  18:14 WIB
    • Anak Riau Dilarang Menangis Sendiri, Aturan Baru Mulai Bergerak!

      Anak Riau Dilarang Menangis Sendiri, Aturan Baru Mulai Bergerak!

      22/06/2026  ❘  19:36 WIB
  • Hukrim
    • Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Mandau, Dua Pria Ditangkap dalam Satu Operasi

      Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Mandau, Dua Pria Ditangkap dalam Satu Operasi

      28/06/2026  ❘  15:46 WIB
    • Baru Turun di Pelabuhan Roro, Pria 49 Tahun Langsung Dibekuk Gegara Sabu

      Baru Turun di Pelabuhan Roro, Pria 49 Tahun Langsung Dibekuk Gegara Sabu

      28/06/2026  ❘  15:39 WIB
    • Setahun Empat Bulan Berlalu, Pembunuh Lisma Dona Belum Terungkap, Kesabaran Keluarga Korban Menipis

      Setahun Empat Bulan Berlalu, Pembunuh Lisma Dona Belum Terungkap, Kesabaran Keluarga Korban Menipis

      28/06/2026  ❘  12:06 WIB
    • Nekat Edarkan Sabu, Pria 49 Tahun Diamankan Satresnarkoba Polres Bengkalis

      Nekat Edarkan Sabu, Pria 49 Tahun Diamankan Satresnarkoba Polres Bengkalis

      27/06/2026  ❘  17:57 WIB
  • Umum
    • Wabah Botulisme Serang 48 Bayi, FDA Temukan Bakteri Berbahaya di Susu Formula ByHeart dan Nara Organics

      Wabah Botulisme Serang 48 Bayi, FDA Temukan Bakteri Berbahaya di Susu Formula ByHeart dan Nara Organics

      28/06/2026  ❘  21:01 WIB
    • Bukan karena Ingin Kaya, Ini Alasan Terbaru Warga RI Rajin Menabung, Ternyata Takut Biaya Hidup Makin Mahal

      Bukan karena Ingin Kaya, Ini Alasan Terbaru Warga RI Rajin Menabung, Ternyata Takut Biaya Hidup Makin Mahal

      28/06/2026  ❘  07:11 WIB
    • Jangan Salah Pilih! Ahli Beberkan Sabun Cair vs Sabun Batang, Ini yang Paling Aman untuk Kulit

      Jangan Salah Pilih! Ahli Beberkan Sabun Cair vs Sabun Batang, Ini yang Paling Aman untuk Kulit

      27/06/2026  ❘  13:32 WIB
    • Hajar Aswad Disebut Jatuh dari Surga, Ini Penjelasan Ilmiah yang Bikin Banyak Orang Terkejut

      Hajar Aswad Disebut Jatuh dari Surga, Ini Penjelasan Ilmiah yang Bikin Banyak Orang Terkejut

      27/06/2026  ❘  09:36 WIB
  • Riau
    • Bupati Siak Hadiahkan Foto Sultan Syarif ke Plt Gubernur Riau Saat Pawai Kafilah MTQ ke-44, Jadi Sorotan

      Bupati Siak Hadiahkan Foto Sultan Syarif ke Plt Gubernur Riau Saat Pawai Kafilah MTQ ke-44, Jadi Sorotan

      28/06/2026  ❘  20:47 WIB
    • MTQ XLIV Riau dan Pacu Jalur Disinergikan, Pemprov Dorong Syiar Islam dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

      MTQ XLIV Riau dan Pacu Jalur Disinergikan, Pemprov Dorong Syiar Islam dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

      28/06/2026  ❘  13:23 WIB
    • Saat Lantunan Al-Qur

      Saat Lantunan Al-Qur'an Bertemu Pacu Jalur, Kuansing Bidik Lonjakan Wisatawan

      28/06/2026  ❘  13:20 WIB
    • Fakta Mengejutkan SPMB Pekanbaru 2026, Jalur Prestasi Minim Peminat, Jalur Domisili Kelebihan Kuota

      Fakta Mengejutkan SPMB Pekanbaru 2026, Jalur Prestasi Minim Peminat, Jalur Domisili Kelebihan Kuota

      28/06/2026  ❘  12:11 WIB
  • Sport
    • Lengkap! Jadwal 32 Besar Piala Dunia 2026, Sejumlah Big Match Siap Mengguncang Fase Gugur

      Lengkap! Jadwal 32 Besar Piala Dunia 2026, Sejumlah Big Match Siap Mengguncang Fase Gugur

      28/06/2026  ❘  15:16 WIB
    • Dramatis! RD Kongo Cetak Sejarah, Korea Selatan Tersingkir dari Piala Dunia 2026

      Dramatis! RD Kongo Cetak Sejarah, Korea Selatan Tersingkir dari Piala Dunia 2026

      28/06/2026  ❘  11:42 WIB
    • Inggris Juara Grup, Harry Kane Lampaui Rekor Gary Lineker di Piala Dunia 2026

      Inggris Juara Grup, Harry Kane Lampaui Rekor Gary Lineker di Piala Dunia 2026

      28/06/2026  ❘  11:25 WIB
    • Kolombia Juara Grup K Usai Bermain Imbang Tanpa Gol Kontra Portugal

      Kolombia Juara Grup K Usai Bermain Imbang Tanpa Gol Kontra Portugal

      28/06/2026  ❘  10:38 WIB
  • Opini
    • Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      21/06/2026  ❘  15:12 WIB
    • Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      11/06/2026  ❘  08:29 WIB
    • Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      10/06/2026  ❘  19:27 WIB
    • PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      05/06/2026  ❘  12:26 WIB
  • Internasional
    • Trump Ancam Iran Habis Jika Perang Berlanjut, Selat Hormuz Kembali Membara

      Trump Ancam Iran Habis Jika Perang Berlanjut, Selat Hormuz Kembali Membara

      28/06/2026  ❘  12:47 WIB
    • Dua Badai Tropis Kepung Jepang, 120 Penerbangan Dibatalkan dan Risiko Banjir Semakin Meluas

      Dua Badai Tropis Kepung Jepang, 120 Penerbangan Dibatalkan dan Risiko Banjir Semakin Meluas

      27/06/2026  ❘  13:14 WIB
    • Masjid Ibrahimi Hebron Kembali Jadi Sorotan, Israel Larang Azan dan Usir Pengurus Masjid

      Masjid Ibrahimi Hebron Kembali Jadi Sorotan, Israel Larang Azan dan Usir Pengurus Masjid

      27/06/2026  ❘  12:48 WIB
    • Di Balik Mimpi Piala Dunia Yordania, Tersimpan Krisis Air yang Mengancam Jutaan Warga

      Di Balik Mimpi Piala Dunia Yordania, Tersimpan Krisis Air yang Mengancam Jutaan Warga

      27/06/2026  ❘  07:54 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Tragedi Kematian Satwa Dilindungi di Areal Konsesi Perusahaan, Gagalnya Klaim Sertifikat Hijau Perusahaan

09/05/2026  ❘  15:00 WIB • Opini
Bagikan :
Tragedi Kematian Satwa Dilindungi di Areal Konsesi Perusahaan, Gagalnya Klaim Sertifikat Hijau Perusahaan

Seekor gajah Sumatera mati secara mengenaskan di konsesi hutan tanaman industri PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pelalawan, Riau pada awal Januari 2026 lalu. Foto: Istimewa

*Penulis: Hamka, BH

RIAU, SabangMerauke News - Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Hutan tropis, kawasan gambut, dan bentang alam Sumatera menjadi habitat penting bagi satwa kunci yang kini terancam punah, seperti gajah Sumatera dan harimau Sumatera.

Namun di balik berbagai narasi pembangunan berkelanjutan, ekonomi hijau, perdagangan karbon, dan komitmen net zero emission, ruang hidup satwa liar terus menyusut akibat ekspansi hutan tanaman industri (HTI) dan perkebunan sawit.

Ekspansi tersebut telah mengubah hutan alam menjadi lanskap industri monokultur berskala luas. Koridor jelajah satwa terputus, sumber pakan berkurang, dan habitat semakin terfragmentasi. Akibatnya, konflik antara manusia dan satwa liar menjadi konsekuensi yang tidak terhindarkan. Dalam situasi seperti ini, kematian satwa dilindungi bukan lagi peristiwa insidental, melainkan dampak langsung dari rusaknya ekosistem dan lemahnya tata kelola lingkungan.

Kontradiksi antara klaim keberlanjutan dan realitas lapangan terlihat semakin nyata. Negara dan korporasi berbicara tentang konservasi biodiversitas, sementara pada saat yang sama ekspansi industri terus menggerus habitat satwa yang tersisa. Karena itu, kematian satwa dilindungi di kawasan konsesi harus dipahami sebagai indikator kegagalan perlindungan ekologis.

Pada tahun 2026, seekor gajah Sumatera ditemukan mati di areal konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), unit usaha APRIL Group, di Kabupaten Pelalawan, Riau. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan serius mengenai efektivitas perlindungan satwa di wilayah konsesi industri.

Sebagai perusahaan yang beroperasi di lanskap habitat gajah Sumatera, perlindungan satwa seharusnya menjadi tanggung jawab utama, bukan sekadar pelengkap dalam laporan keberlanjutan dan sertifikasi hijau.

Belum reda perhatian publik atas kasus di Riau, dalam rentang waktu yang berdekatan dua ekor gajah Sumatera dan satu harimau Sumatera kembali ditemukan mati di kawasan Bentang Seblat, Bengkulu. Rangkaian peristiwa tersebut memperlihatkan pola krisis ekologis yang berulang di wilayah yang berada di bawah tekanan industri kehutanan dan perkebunan.

Kematian satwa dalam waktu yang berdekatan menunjukkan bahwa ruang hidup satwa di Sumatera berada dalam kondisi darurat. Satwa dilindungi tidak hanya kehilangan habitat, tetapi juga terjebak di tengah lanskap industri yang semakin sempit dan penuh ancaman. Ini bukan semata konflik manusia dan satwa, melainkan kegagalan kolektif dalam menjaga ekosistem yang tersisa.

Dalam perspektif ekologi lanskap, peristiwa tersebut mencerminkan lemahnya perlindungan habitat di tingkat tapak. Koridor satwa yang tidak terjaga, minimnya restorasi habitat, lemahnya patroli pengamanan, serta buruknya pengawasan terhadap jerat menjadi bukti bahwa mitigasi konflik satwa belum berjalan efektif.

Padahal perusahaan memperoleh keuntungan ekonomi dari kawasan yang selama ini menjadi habitat satwa liar. Karena itu, tanggung jawab ekologis tidak boleh diposisikan sekadar sebagai simbol kampanye keberlanjutan, tetapi harus menjadi bagian inti dari operasional perusahaan.

Tragedi di Riau dan Bengkulu juga menjadi alarm untuk mengevaluasi klaim keberlanjutan perusahaan-perusahaan kehutanan dan perkebunan besar. Selama ini banyak korporasi aktif membangun citra hijau melalui laporan ESG, perdagangan karbon, dan sertifikasi lingkungan. Namun keberlanjutan tidak dapat diukur hanya dari dokumen administratif atau narasi promosi.

Ukuran utama komitmen lingkungan adalah kondisi ekologis di lapangan. Ketika kawasan konsesi terus menjadi lokasi kematian satwa dilindungi, maka terdapat kegagalan mendasar dalam implementasi perlindungan lingkungan. Perusahaan yang gagal menjaga habitat, melindungi koridor satwa, dan mencegah kematian satwa liar seharusnya tidak layak memperoleh maupun mempertahankan sertifikasi hijau.

Sebab esensi sertifikasi lingkungan adalah memastikan aktivitas industri tidak merusak keseimbangan ekologis. Jika gajah dan harimau terus mati di kawasan yang mengantongi label “berkelanjutan”, maka legitimasi klaim green company patut dipertanyakan. Sertifikasi lingkungan tidak boleh berubah menjadi instrumen pencitraan korporasi di tengah terus rusaknya habitat satwa.

Kondisi ini juga memperlihatkan lemahnya pengawasan negara. Evaluasi terhadap perusahaan penerima sertifikasi lingkungan sering kali lebih menitikberatkan aspek administratif dibandingkan kondisi ekologis aktual di lapangan. Akibatnya, perusahaan tetap mempertahankan legitimasi hijau meskipun wilayah operasionalnya terus mengalami degradasi.

Karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap izin konsesi dan sertifikasi lingkungan menjadi kebutuhan mendesak. Perusahaan yang terbukti gagal melindungi habitat satwa harus dikenai sanksi tegas, termasuk pencabutan sertifikasi keberlanjutan. Audit independen, transparansi data lingkungan, dan pengawasan publik juga perlu diperkuat agar sertifikasi hijau tidak sekadar menjadi alat legitimasi industri ekstraktif.

Lebih jauh, arah pembangunan nasional harus bergeser dari pendekatan eksploitatif menuju model yang lebih ekologis dan berkeadilan. Perlindungan koridor satwa, restorasi ekosistem, dan penguatan wilayah kelola masyarakat harus menjadi prioritas utama. Tanpa perubahan tersebut, tragedi serupa akan terus berulang.

Pada akhirnya, kematian gajah di Riau serta kematian gajah dan harimau di Bengkulu bukan sekadar tragedi konservasi. Peristiwa itu merupakan bukti nyata bahwa ruang hidup satwa di Sumatera terus dihancurkan di tengah kepungan HTI dan perkebunan sawit. Ketika perusahaan yang gagal melindungi habitat tetap mempertahankan label hijau, maka keberlanjutan telah direduksi menjadi slogan tanpa makna ekologis. (R-03)

*Penulis merupakan Direktur Perkumpulan Penyelamatan Ruang Hidup-Satwa Liar (PERISAI)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :Tragedi Kematian Satwa DilindungiAreal Konsesi PerusahaanGagalnya Klaim Sertifikat Hijau Perusahaa

BERITA TERKAIT :

Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • TPP Ribuan Guru PPPK Diduga Digelapkan, Kejari Rohil Tahan PPTK dan Bendahara Dinas Pendidikan

    TPP Ribuan Guru PPPK Diduga Digelapkan, Kejari Rohil Tahan PPTK dan Bendahara Dinas Pendidikan

    22/06/2026  ❘  21:50 WIB
  • Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

    Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

    22/06/2026  ❘  18:06 WIB
  • Resmi Dimutasi! Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi Geser ke Rohil, Sosok AKBP Gede Datang dengan Pengalaman Bongkar Kasus Korupsi

    Resmi Dimutasi! Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi Geser ke Rohil, Sosok AKBP Gede Datang dengan Pengalaman Bongkar Kasus Korupsi

    26/06/2026  ❘  11:40 WIB
  • Nahkoda Baru RSUD Kepulauan Meranti Tancap Gas, Romy Haris Bergerak Cepat Atasi Berbagai Persoalan 

    Nahkoda Baru RSUD Kepulauan Meranti Tancap Gas, Romy Haris Bergerak Cepat Atasi Berbagai Persoalan 

    21/06/2026  ❘  21:17 WIB
  • Tak Ada Ruang bagi Predator Anak, Polres Meranti Ringkus Dua Terduga Pelaku di Tebing Tinggi Timur

    Tak Ada Ruang bagi Predator Anak, Polres Meranti Ringkus Dua Terduga Pelaku di Tebing Tinggi Timur

    20/06/2026  ❘  15:43 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan