Viral Balai TN Tesso Nilo Klarifikasi 9 Gajah Tewas Ditembak di Konsesi HTI Perusahaan, Netizen: Cabut Izinnya, Hutankan Kembali!
Seekor gajah Sumatera ditemukan tewas di areal konsesi hutan tanaman industri PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) pada awal Januari 2026 lalu. Foto: Istimewa
RIAU, SabangMerauke News - Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) mendadak memberikan klarifikasi terkait kasus tewasnya 9 gajah Sumatera di lanskap Tesso Nilo, Riau. Kesembilan gajah itu ditemukan mati mengenaskan sepanjang 2024-2026, akibat penembakan dan eksekusi brutal.
Lewat akun media sosialnya, Balai TNTN menepis kalau kematian satwa dilindungi terancam punah itu, terjadi di wilayah hutan konservasi TNTN. Balai TNTN mengklaim, kematian mamalia raksasa itu berlangsung di Konsesi perusahaan hutan tanaman industri.
"Perlu kami luruskan bahwa peristiwa yang dimaksud tidak terjadi di dalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), melainkan berlokasi di wilayah pemegang hak pengelolaan Hutan Tanaman Industri," demikian klarifikasi Balai TNTN dikutip Sabtu (9/5/2026).
Meski demikian, Balai TNTN mengakui secara geografis wilayah tempat tewasnya 9 gajah Sumatera tersebut, masih merupakan bagian dari Ekosistem Tesso Nilo.
"Namun secara administratif dan pengelolaan, lokasi tersebut berada di luar batas Taman Nasional," demikian penjelasan TNTN.
Klarifikasi Balai TNTN ini merespon postingan akun media sosial @forgajahrahman yang mengungkap kematian 9 gajah Sumatera jantan di wilayah Tesso Nilo. Akun media sosial tersebut membeberkan data kasus kematian gajah, sekaligus menyinggung efektivitas pengawasan yang dilakukan otoritas terkait.
"Beberapa lokasi perburuan bahkan terletak di dalam konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), lokasi yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Tesso Nilo. Masih di dalam satu lansekap dan kantong habitat gajah yang sama. Lalu, bagaimana tanggung jawab perusahaan?" tulis akun @forgajahrahman.
BERITA TERKAIT: Petinggi RAPP Penuhi Panggilan Ditjen Gakkum Kemenhut Terkait Terbunuhnya Gajah di Kawasan Lindung Konsesi HTI
Menurut @forgajahrahman, kematian 9 gajah jantan Sumatera itu, tidak hanya membahayakan ekosistem dalam jangka panjang. Namun juga mengurangi peluang reproduksi dan mempersempit keragaman genetik populasi.
Klarifikasi Balai TNTN dan postingan @forgajahrahman ini mendapat reaksi keras netizen. Warganet ikut meminta pertanggungjawaban Balai TNTN serta efektivitas penegakan hukum terhadap pelaku perburuan gajah.
BERITA TERKAIT: Gajah Tewas di Konsesi RAPP-Mengamuk di PT Arara Abadi, Puraka Desak Pemerintah Pangkas Konsesi Hutan Tanaman Industri APP dan APRIL Group
Kalangan netizen juga mempertanyakan nyali pemerintah yang dinilai ciut mengambil tindakan keras terhadap perusahaan yang areal konsesinya menjadi ladang pembantaian gajah. Mereka meminta agar pemerintah mencabut izin perusahaan dan menghutankan kembali kawasan Tesso Nilo.
Warganet mengeritik sikap pemerintah yang keras kepada masyarakat, namun tak berani bertindak terhadap perusahaan.
Berikut komentar netizen:
"Makanya tanaman industri itu dihutankan kembali yg berdampingan dengan TNTN tapi pasti gak berani kalau sama PT, apalagi RAPP,bkalau sama rakyat baru ganas," tulis akun Davxxx.
"TNTN, Btn Tesso Nilo kenapa tdk diambil lg lahan yg dikuasai perusahaan tsb, kan sdh masuk wilayah kawasan hutan TNTN Tesso Nilo," kritik akun Widxxx.
"Gajah yg mati itu tetap terhitung gajah Tesso Nilo. Yg mati di lahan konsesi milik perusahaan," celoteh akun Khaxxxm
"Cabut izinnya.....hutankan kembali," cerca akun Tohxxx
"Knpa gk ditangkap pelaku....izin usaha dicabut kembalikan lahan menjadi hutan jangan cuma dipindah tangan," cetus akun Anixx.
"Sudah saatnya di evaluasi kembali PT. Rapp seperti PT. Toba sampai sekarang PT tersebut sudah tidak beroperasi lagi. Sudah saatnya wakil gubernur turun dan sidak," sindir akun Gilxxx.
"Menteri kehutanan gimana ini kenapa makin banyak gajah yg menjadi korban di rumah mereka sendiri. Rumah mereka dirampas dijadikan sawit kenapa sampai membantai penghuni aslinya. Jika kalian masih saja menjadi bagian dari kerakusan maka bersiaplah alam akan mengambilnya kembali!!,," singgung akun Wiaxxx.
"Percuma pengawasan tambah ketat tapi masih juga ada kasus bahkan meningkat. Harus dipertanyakan juga efektifitas para penjaga hutan dan konservasi kawasan. Mereka juga harus di minta pertanggungjawaban. #TNTN_TELEDOR #Kerjasetengahhati," kritik akun Dinxxx.
"Indonesia terllu sibuk urusin MBG, krn dianggap bisnis, pantau trus dan tuntun pelaku dan yg menyuruh,ayo netizen bersuara utk satwa2 yg dilindungi,jgn sp ada korban2 gajah lagi yg mati sia2," kata akun Natxxx.
Data 9 Gajah Tewas Ditembak di Tesso Nilo
Akun media sosial @forgajahrahman mengungkap data-data seputar kasus kematian gajah Sumatera di lansekap Tesso Nilo yang terjadi sepanjang 2024 hingga awal 2026. Kematian gajah disebut akibat penembakan. Berikut datanya:
1. Februari 2024, 2 ekor gajah jantan tewas ditembak di Desa Bagan Limau
2. Desember 2024, 1 ekor gajah jantan tewas ditembak di hutan tanaman Industri Desa Lubuk Kembang Bunga
3. Juni 2025, 1 ekor gajah jantan tewas ditembak di Barak Kundur, Desa Lubuk Kembang Bunga
4. Juni 2025, 1 ekor gajah jantan tewas ditembak di kawasan hutan tanaman industri PT Arara Abadi di Desa Kusuma
5. Juli 2025: 1 ekor gajah tewas dieksekusi di Sungai Bumbu Desa Lubuk Kembang Bunga, kawasan konsesi PT RAPP
6. Agustus 2025, 1 ekor gajah jantan tewas ditembak di Sungai Bambu kawasan PT RAPP di Desa Lubuk Kembang Bunga
7. September 2025, 1 ekor gajah jantan tewas ditembak di Sungai Bambu kawasan PT RAPP di Desa Lubuk Kembang Bunga
8. Januari 2026, 1 ekor gajah jantan tewas ditembak di konsesi hutan tanaman industri PT RAPP Sektor Ukui. (R-03)

