Ekonomi Melonjak 5,61 Persen, Defisit APBN Tetap Aman di Bawah Batas
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan defisit APBN dijaga tetap di bawah batas aman nasional. Foto : Istimewa
Jakarta, SABANGMERAUKE NEWS - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan defisit APBN dijaga tetap di bawah batas aman nasional.
Batas tersebut mengacu ketentuan undang-undang yang menetapkan maksimal defisit sebesar tiga persen PDB nasional.
Kebijakan fiskal tetap diarahkan menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan Indonesia.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan.
Angka tersebut menjadi capaian tertinggi sejak kuartal ketiga tahun 2022 sebelumnya secara nasional.
Kinerja ini menunjukkan daya tahan ekonomi domestik tetap kuat di tengah tekanan global berkelanjutan.
Sepanjang kuartal pertama 2026, defisit APBN tercatat sebesar 0,93 persen terhadap PDB nasional.
Nilai tersebut setara Rp240,1 triliun atau mencapai 34,8 persen target APBN tahun 2026.
Target defisit APBN 2026 ditetapkan sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB.
“Dengan itu saja bisa tumbuh lebih cepat, itu kejagoan Pak Prabowo,” kata Purbaya.
Ia menilai strategi fiskal mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari ekspektasi awal.
Kebijakan belanja dinilai efektif menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global.
Purbaya menyebut defisit tetap berperan penting menjaga akselerasi ekonomi nasional saat tekanan meningkat.
Tekanan global dipicu konflik kawasan Timur Tengah yang memengaruhi stabilitas ekonomi dunia.
Meski demikian, kebijakan fiskal dinilai tetap mampu menjaga keseimbangan ekonomi domestik secara optimal.
Keseimbangan primer hingga akhir Maret 2026 tercatat melampaui target APBN tahun berjalan.
Tanpa pembiayaan utang, defisit keseimbangan primer mencapai 95,8 persen dari target nasional.
Nilai tersebut setara 106,8 persen di atas target Rp89,7 triliun dalam APBN 2026.
“Belanja dipercepat, otomatis defisit meningkat, namun nanti pendapatan ikut naik seiring waktu,” ujarnya.
Ia menegaskan defisit tetap akan dijaga di bawah batas tiga persen PDB nasional.
Pemerintah optimistis keseimbangan fiskal tetap terjaga seiring peningkatan penerimaan negara ke depan.
Purbaya juga menyoroti capaian defisit tahun sebelumnya yang berada di bawah target pemerintah.
Defisit tahun lalu tercatat sebesar 2,8 persen lebih rendah dibandingkan batas maksimal nasional.
Capaian tersebut menjadi indikator kemampuan pemerintah menjaga disiplin fiskal secara konsisten berkelanjutan.
Ke depan, pemerintah akan terus menjaga keseimbangan antara belanja dan penerimaan negara nasional.
Strategi fiskal diarahkan untuk mendukung pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.
Langkah ini menjadi kunci menghadapi ketidakpastian global yang masih berpotensi berlanjut.(R-04)

