Inilah 19 Pejabat Eselon Dua Kementerian ESDM yang Baru Dilantik Bahlil
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News - Langkah besar dilakukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dengan merombak jajaran pejabat di kementeriannya. Pada Rabu (6/5/2026), ia resmi melantik 19 pejabat tinggi pratama atau setingkat eselon II sebagai bagian dari strategi percepatan kinerja sektor energi nasional.
Pelantikan yang berlangsung di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, ini bukan sekadar rotasi rutin. Bahlil menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya reorganisasi besar-besaran untuk menyehatkan struktur birokrasi sekaligus membentuk tim yang lebih adaptif dan responsif terhadap tantangan.
“Kami hari ini melakukan pelantikan dalam rangka reorganisasi, penyehatan, dan mencari formulasi tim yang lebih cepat,” ujar Bahlil.
Keputusan ini diambil di tengah tingginya ekspektasi pemerintah terhadap sektor energi. Presiden Prabowo Subianto disebut memberikan target ambisius kepada Kementerian ESDM, sehingga diperlukan percepatan dalam eksekusi program-program strategis.
Menurut Bahlil, perubahan struktur organisasi menjadi kunci untuk menjawab tantangan tersebut. Ia menilai bahwa birokrasi yang lincah dan solid akan mempercepat pencapaian target nasional, mulai dari ketahanan energi hingga pengelolaan sumber daya mineral yang lebih optimal.
“Target dari Bapak Presiden sangat besar kepada kita, jadi kita melakukan percepatan dengan membuat perubahan,” katanya menegaskan.
Penyegaran di Sektor Strategis
Sebanyak 19 pejabat yang dilantik tersebar di berbagai unit strategis di lingkungan Kementerian ESDM, mulai dari sektor mineral dan batu bara, minyak dan gas bumi, hingga energi baru terbarukan serta lembaga pendukung lainnya.
Berikut daftar lengkap 19 pejabat tinggi pratama yang dilantik:
- Dr. Erick Hutrindo menjadi Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi, dari sebelumnya Widyaiswara Ahli Madya pada Badan Pengembangan SDM ESDM.
- Rakhmawati menjadi Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara, dari sebelumnya Perencana Ahli Madya pada Inspektorat Jenderal ESDM.
- Joko Hadi Wibowo menjadi Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, dari sebelumnya Inspektur Migas Ahli Madya pada Ditjen Migas.
- Totoh Abdul Fatah menjadi Sekretaris Ditjen Minerba, dari sebelumnya Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara.
- Dr. Asep Kurnia Permana menjadi Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara, dari sebelumnya Penyelidik Bumi Ahli Madya pada Badan Geologi.
- Dr. Ir. Hendra Iswahyudi menjadi Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara, dari sebelumnya Direktur Konservasi Energi pada Ditjen EBTKE.
- Dr. Priatin Hadi Wijaya menjadi Direktur Panas Bumi, dari sebelumnya Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
- Noor Arifin Muhammad menjadi Direktur Bioenergi, dari sebelumnya Direktur Teknik dan Lingkungan Migas.
- Gigih Udi Atmo menjadi Direktur Konservasi Energi, dari sebelumnya Direktur Panas Bumi.
- Tony Susandy menjadi Direktur Energi Terbarukan, dari sebelumnya Analis Kebijakan Ahli Madya pada Ditjen EBTKE.
- Ryllo Ashuri Panay menjadi Direktur Penanganan Aset Barang Bukti, dari sebelumnya Sekretaris KPU Provinsi Papua.
- Ir. Yunus Saefulhak menjadi Inspektur II, dari sebelumnya Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan pada DEN.
- Dr. Siti Sumilah Rita Susilawati menjadi Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, dari sebelumnya Sekretaris Ditjen Minerba.
- Surya Herjuna menjadi Kepala Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan, dari sebelumnya Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara.
- Ir. Edi Wibowo menjadi Kepala Pusat Pengembangan SDM Ketenagalistrikan, EBTKE, dan Konservasi Energi, dari sebelumnya Direktur Bioenergi.
- Bayu Nugroho menjadi Kepala Pusat Pengembangan SDM Geologi, Mineral, dan Batubara, dari sebelumnya Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Madya.
- Sumartono menjadi Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan pada DEN, dari sebelumnya Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara.
- Chrisnawan Anditya menjadi Direktur Bahan Bakar Minyak pada BPH Migas, dari sebelumnya Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi ESDM pada Sekretariat Jenderal KESDM.
- Widyantoro menjadi Deputi Eksploitasi pada SKK Migas, dari sebelumnya Kepala Divisi Pengeboran dan Sumuran pada SKK Migas.
Perombakan ini menunjukkan bahwa langkah yang diambil Bahlil tidak bersifat parsial, melainkan menyentuh hampir seluruh lini strategis di sektor energi nasional.
Dorong Akselerasi Program Energi
Reorganisasi ini diyakini menjadi langkah strategis untuk mempercepat implementasi kebijakan energi nasional. Dengan formasi baru, diharapkan koordinasi antarunit menjadi lebih efektif dan pengambilan keputusan bisa dilakukan lebih cepat.
Kementerian ESDM saat ini menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari peningkatan produksi migas, hilirisasi mineral, hingga percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan.
Di sisi lain, tekanan global terhadap transisi energi juga menuntut Indonesia untuk bergerak lebih cepat dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Melalui pelantikan ini, Bahlil ingin memastikan bahwa setiap lini di kementeriannya memiliki kepemimpinan yang mampu bekerja cepat, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
Reformasi Birokrasi Jadi Kunci
Pengamat menilai langkah ini sebagai bagian dari reformasi birokrasi yang lebih luas di sektor energi. Rotasi pejabat dinilai penting untuk menghadirkan perspektif baru sekaligus meningkatkan kinerja organisasi.
Selain itu, penyegaran juga dapat mengurangi stagnasi di dalam birokrasi dan membuka peluang inovasi dalam pengelolaan sumber daya energi.
Bahlil menegaskan bahwa rotasi jabatan bukan sekadar formalitas, melainkan strategi untuk membangun tim kerja yang solid dan mampu menjawab tantangan zaman.
Ia juga menekankan pentingnya integritas, kolaborasi, dan kecepatan dalam bekerja, mengingat sektor energi memiliki peran krusial dalam pembangunan ekonomi nasional.
Harapan ke Depan
Dengan dilantiknya 19 pejabat tinggi pratama ini, Kementerian ESDM diharapkan mampu bergerak lebih cepat dalam mencapai target-target strategis yang telah ditetapkan pemerintah.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius melakukan pembenahan di sektor energi, yang selama ini menjadi tulang punggung pembangunan nasional. (R-03)

