Emas Anjlok Lagi! Sinyal Bahaya atau Peluang Emas Diam-Diam Menguat
Ilustrasi harga emas hari ini. (ist)
JAKARTA, SabangMerauke News - Harga emas batangan Antam hari ini resmi tergelincir tipis setelah sempat menguat cukup signifikan kemarin. Penurunan sebesar Rp3.000 membuat logam mulia kini bertengger pada level Rp2.796.000 per gram. Kondisi pasar spot dunia yang melemah menjadi pemicu utama merosotnya harga emas lokal tersebut.
Koreksi harga emas dunia tercatat sebesar 0,22 persen menuju posisi US$4.612,5 per troy ons. Pelemahan beruntun selama dua pekan terjadi akibat pengawasan pelaku pasar terhadap konflik Timur Tengah. Eskalasi bersenjata di wilayah Iran sejak Februari lalu dilaporkan belum menunjukkan sinyal mereda.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memanaskan suasana melalui pernyataan negosiasi yang masih buntu. Sentimen pasar langsung rapuh seketika mendengar ketidaksenangan pemimpin negara adidaya tersebut terhadap Iran. "Kami sudah bicara dengan Iran. Saya bisa bilang saya tidak senang," kata Trump.
Ketegangan geopolitik tersebut mendorong harga komoditas energi dunia ikut bergejolak sangat liar pekan ini. Minyak mentah Brent menguat 3,32 persen, sementara gas alam melonjak hingga level 3,95 persen. Lonjakan energi memicu kekhawatiran inflasi yang mempersulit ruang bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Suku bunga tinggi menekan daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil. Analisis teknikal menunjukkan emas berada pada kondisi jenuh jual atau oversold pada akhir pekan. Meskipun demikian, emas berpeluang menguat kembali jika mampu menembus titik pivot pekan depan.
Penurunan harga batangan Antam pada Sabtu, 2 Mei 2026 ini terjadi merata pada berbagai ukuran. Emas ukuran 0,5 gram kini dibanderol Rp1.448.000 mengikuti tren pelemahan harga secara nasional. Ukuran menengah seperti 10 gram dipasarkan seharga Rp27.455.000 oleh gerai Logam Mulia resmi.
Fenomena unik terjadi pada emas batangan dengan bobot di atas 100 gram hari ini. Berbeda dengan ukuran kecil, satuan terbesar 1.000 gram justru tercatat mengalami penguatan nilai jual. Emas satu kilogram tersebut saat ini dihargai senilai Rp2.736.600.000 bagi pelanggan yang berminat.
Sejalan dengan harga jual, nilai pembelian kembali atau buyback Antam turut merosot Rp3.000. Harga buyback kini berada pada level Rp2.586.000 per gram bagi pemilik logam mulia. Transaksi ini tetap memperhatikan regulasi perpajakan yang berlaku untuk setiap penyerahan kembali emas.
Sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi buyback di atas Rp10 juta dikenakan potongan pajak langsung. Pemilik NPWP hanya dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen dari total nilai penjualan. Namun, pelanggan tanpa kartu pajak harus rela dipotong sebesar 3 persen sesuai aturan.
Pemerintah juga menetapkan aturan pajak untuk setiap pembelian emas batangan melalui gerai resmi Antam. PPh 22 sebesar 0,45 persen berlaku bagi pembeli yang memiliki NPWP saat bertransaksi. Setiap transaksi tersebut nantinya akan dilengkapi dengan bukti potong pajak resmi sebagai dokumen pendukung.
Logam mulia ukuran 25 gram saat ini ditawarkan Antam dengan harga Rp68.512.000 per batang. Ukuran 50 gram dijual Rp136.945.000 sementara ukuran 100 gram mencapai level Rp273.812.000 hari ini. Pergerakan harga tersebut mencerminkan dinamika ekonomi global yang sangat sensitif terhadap isu perang.
Investor disarankan tetap memperhatikan level support terdekat emas di kisaran US$4.596 per troy ons. Risiko koreksi lebih dalam bisa membawa harga emas dunia menuju level paling pesimistis. Pemantauan berita ekonomi terkini menjadi kunci penting sebelum mengambil keputusan investasi logam mulia. R-02

