Bentrok Warga vs PT Arara Abadi Pecah di Minas, Dipicu Kebun Sawit Produktif Diklaim Dalam Areal Konsesi HTI
Pertikaian terjadi antara ratusan warga dengan pihak PT Arara Abadi di Desa Rantau Bertuah, Minas, Kabupaten Siak, Riau pada Rabu (29/4/2026) kemarin. Foto: Istimewa
RIAU, SabangMerauke News - Pertikaian terjadi antara ratusan warga dengan pihak PT Arara Abadi di Desa Rantau Bertuah, Minas, Kabupaten Siak, Riau. Bentrok pecah di areal perkebunan kelapa sawit produktif yang dikelola warga, Rabu (29/4/2026) kemarin.
Berdasarkan informasi yang dirangkum SabangMerauke News, letusan konflik dipicu oleh datangnya alat berat milik PT Arara Abadi yang dikawal oleh aparat. Alat berat diturunkan untuk menumbangi kebun sawit yang sejak setahun lalu dikelola masyarakat.
Warga menolak keras, lantaran kebun sawit itu telah dikelola bersama masyarakat, pasca ditinggalkan oleh pengelola lama disebut bernama Wan Junaidi. Di satu sisi, PT Arara Abadi mengklaim lahan perkebunan sawit ini merupakan areal konsesi hutan tanaman industri (HTI) mereka.
Aksi saling dorong dan tarik menarik antara warga dan petugas serta sekuriti perusahaan pun terjadi. Dilaporkan, enam warga diamankan polisi ke Polsek Minas.
"Ada 6 orang diamankan di Polsek Minas. Mereka satu keluarga," kata Eduwardo, warga di lokasi kejadian pada Kamis (30/4/2026).
Eduwardo menerangkan, masyarakat telah mengelola kebun sawit tersebut sekitar 9 bulan silam. Menurutnya, sejak tahun lalu, kebun sawit telah ditinggal pemiliknya diduga bernama Wan Junaidi. Saat ini diperkirakan umur kelapa sawit sudah mencapai 14 tahun.
"Warga hanya ingin mengelola kebun sawit itu sampai satu daur saja. Tapi perusahaan Arara Abadi sekarang menumbangnya. Kebun sawit ini sudah jadi sumber mata pencarian ratusan keluarga di sini," kata Eduwardo.
Ia mempertanyakan alasan PT Arara Abadi yang baru saat ini melakukan penumbangan kelapa sawit. Padahal, sejak belasan tahun lalu, kebun sawit sudah berdiri, namun dibiarkan begitu saja.
"Kalau kebun sawit ini konsesi Arara Abadi, mengapa baru sekarang diambil alih? Kenapa tidak sejak dulu? Ada apa di balik ini semua? Ketika masyarakat kecil mengelolanya, kok sekarang baru ditumbangi, kenapa tidak dari dulu?" kata Eduwardo.
Eduwardo mendesak agar PT Arara Abadi segera menghentikan penumbangan kelapa sawit. Ia juga meminta pemerintah daerah mencegah pemusnahan tanaman bernilai ekonomi tersebut.
"PT Arara Abadi harus segera menghentikan penumbangan tanaman sawit itu. Kami berharap pemerintah melihat nasib kami," harap Eduwardo.
Hingga saat ini, operasi penumbangan tanaman kelapa sawit masih berlangsung. Pihak PT Arara Abadi menurunkan 3 unit alat berat. Masyarakat dihalau untuk memasuki areal penumbangan kelapa sawit.
Manajemen PT Arara Abadi belum bisa dikonfirmasi terkait penumbangan tanaman kelapa sawit tersebut. Alasan praktik pembiaran selama belasan tahun kebun sawit di areal klaim HTI perusahaan pun masih misterius. (R-03)

