Geger! IHSG Tiba-tiba Terbang 1% Pagi Ini, Saham Tambang Prajogo Pangestu Ngamuk
Ilustrasi perdagangan saham (ist)
JAKARTA, SabangMerauke News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses membuka perdagangan pekan ini dengan senyum lebar. Tepat pada Senin, 27 April 2026 pagi, indeks kebanggaan kita langsung tancap gas pol. Menit-menit awal perdagangan menunjukkan kenaikan 29,01 poin atau sekitar 0,41% ke level 7.158.
Tak butuh waktu lama, IHSG bahkan sempat melesat tajam hingga menyentuh angka 7.230. Nilai transaksi pun langsung tembus Rp 2,96 triliun dengan volume 6,75 miliar saham. Sebanyak 406 saham terlihat hijau royo-royo, sementara 182 emiten lainnya terpaksa harus memerah.
Bursa domestik seolah tidak peduli dengan kabar dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Trump membatalkan kunjungan utusan, khususnya ke Pakistan, untuk bernegosiasi damai dengan pihak Iran. Kabar batalnya diplomasi ini langsung membuat harga minyak mentah Brent melonjak hingga US$ 107.
Mandeknya negosiasi AS-Iran justru menjadi berkah tersendiri bagi saham-saham berbasis komoditas dan energi. Saham Amman Mineral alias AMMN dan Merdeka Gold Resources kompak menyumbang poin besar pagi ini. Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu seperti Barito Pacific juga mulai bangkit dari tekanan jual.
Analis dari BRI Danareksa Sekuritas menyebut ada perubahan cara main dalam penentuan indeks. BEI kini lebih menitikberatkan pada faktor likuiditas, saham bebas alias free float, serta distribusi. Perkembangan sistematis ini ternyata menjadi bensin tambahan bagi sentimen positif di pasar modal kita.
Namun, pengamat mengingatkan agar pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi tekanan teknikal yang ada. Masih terdapat area kosong atau gap di level psikologis 7.000 yang belum tertutup sempurna. Fluktuasi tinggi masih menghantui karena posisi kedua pihak yang berkonflik di tingkat global makin keras.
“Pasar akan terus mencermati perkembangan Timur Tengah karena Iran tidak mau bernegosiasi di bawah tekanan,” papar BRI Danareksa. Pernyataan ini menegaskan situasi geopolitik tetap menjadi kemudi utama pergerakan dana global saat ini. Investor asing terpantau masih melakukan aksi jual besar-besaran karena nilai tukar rupiah terus melemah.
Rupiah sendiri sempat nangkring di level Rp 17.229 per dolar AS pada perdagangan spot. Pelemahan mata uang Garuda ini berpeluang menjadi katalis negatif jika terus berlanjut tanpa ada intervensi. Namun, mayoritas bursa kawasan Asia seperti Nikkei Jepang dan Kospi Korea Selatan tetap mencetak rekor.
Fokus pasar sepanjang pekan pendek ini tertuju pada keputusan suku bunga bank sentral dunia. The Fed diperkirakan masih akan menahan suku bunga acuan karena inflasi Amerika Serikat masih tinggi. Jika suku bunga tetap tinggi, maka dolar AS punya potensi tetap kuat menekan mata uang.
Sekuritas memberikan beberapa bocoran saham yang layak pantau seperti ANTM, BFIN, ADMR, hingga emiten ADRO. Sektor energi memang sedang naik daun menyusul tingginya tensi di Selat Hormuz yang strategis. Rotasi modal terlihat mengalir deras ke saham-saham yang diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas global.
Meskipun IHSG sedang ngegas, indeks LQ45 justru terlihat sedikit malu-malu dengan pelemahan tipis pagi. Beberapa saham perbankan jumbo seperti BBCA dan BBRI bergerak variatif di tengah aksi ambil untung. Investor terlihat melakukan strategi rotasi sektor guna memaksimalkan cuan sebelum libur Hari Buruh tiba.
Minggu ini bursa hanya beroperasi empat hari karena libur nasional pada Jumat mendatang. Pelaku pasar diharapkan tetap waspada mengamati rilis data manufaktur dari China dan Amerika Serikat. Pergerakan IHSG diperkirakan tetap fluktuatif selama ketidakpastian ekonomi global belum menemui titik temu yang jelas. R-02

