Calon Menantu Durhaka! Honda Beat Mertua Digaspol ke Tukang Gadai Pas Ibu Lagi Sujud Salat!
Ilustrasi calon menantu curi sepeda motor calon mertua di Medan. Foto: SM News/Created by AI
SUMUT, SabangMerauke News - Nasib Ishak Yusup Siregar, warga Jalan Makmur Medan Barat, benar-benar apes bukan main sekarang. Bayangkan saja motor Honda Beat kesayangannya raib digondol calon menantu sendiri yang berinisial MS. Drama pengkhianatan orang dalam ini terjadi pada Selasa sore, 21 April 2026 lalu.
Awalnya, MS datang bertamu ke rumah orang tua korban dengan gaya sangat santun. Pelaku berpura-pura ingin meminjam kendaraan layaknya anggota keluarga yang sedang butuh bantuan darurat segera. Namun, niat busuk muncul saat ibu korban sedang khusyuk melaksanakan ibadah salat di dalam rumah.
Tanpa rasa berdosa sedikit pun, pelaku langsung menyambar kunci motor yang tergeletak di atas meja. MS langsung tancap gas tanpa permisi membawa lari motor warna putih merah tersebut keluar. "Saat itu motor langsung hilang, kunci diambil tanpa izin," curhat korban dengan nada sangat lemas.
Korban yang merasa dikhianati oleh orang terdekat langsung melapor ke pihak Polsek Medan Barat hari itu. Polisi segera melakukan penyelidikan intensif guna melacak jejak calon menantu yang mendadak jadi buronan ini. Tim Opsnal akhirnya mencium keberadaan MS di kawasan Pasar Meranti Baru pada Sabtu, 25 April 2026.
Penangkapan dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB tanpa ada aksi baku hantam atau perlawanan berarti. Kanit Reskrim IPTU Senior Sianturi langsung memimpin operasi penjemputan paksa pria asal Medan Tembung tersebut. "Kami menerima informasi masyarakat bahwa pelaku berada di lokasi, kemudian tim langsung bergerak," tegas IPTU Senior Sianturi, Minggu, 26 April 2026.
MS yang sudah terkepung hanya bisa pasrah saat tangan dipasangi borgol besi oleh petugas. Saat diinterogasi, pelaku mengakui semua perbuatan nekatnya yang bikin malu seluruh keluarga besar calon istri. Motor korban ternyata sudah digadaikan ke daerah Jermal dengan nilai receh hanya sebesar Rp2 juta.
"Benar saya yang ambil motor itu, saya gadaikan karena butuh uang," aku pelaku tanpa malu. Pengakuan jujur ini tentu saja langsung menutup pintu restu dari sang calon mertua untuk selamanya. Kini MS harus puas merayakan masa depannya di dalam sel pengap milik Polsek Medan Barat.
Barang bukti yang diamankan polisi dari tangan pelaku hanyalah sepasang sandal hitam milik si pelaku. Sandal tersebut diduga kuat dipakai MS saat melancarkan aksi "garong" motor di rumah calon keluarganya. Sungguh sebuah pertukaran yang sangat tidak adil antara motor Honda Beat dan sepasang sandal jepit.
Kapolsek Medan Barat, Kompol Made Wira Suhendra, mengimbau warga agar selalu waspada tingkat tinggi. Jangan mudah percaya pada siapa pun, termasuk orang yang mengaku calon menantu idaman di depan mata. Pastikan kunci kendaraan selalu disimpan di tempat yang tidak bisa dijangkau oleh tangan-tangan jahil bin kreatif.
Kini impian MS untuk duduk di pelaminan dipastikan musnah dan berganti duduk di kursi pesakitan. Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa tindak kriminal tidak mengenal batas hubungan darah maupun cinta. Penyelidikan masih terus berlanjut guna menarik kembali unit motor yang sudah berpindah tangan ke pihak lain. R-02

