Genoa Menangis di Kandang! Siasat Licik Cesc Fabregas Bikin Como 1907 Menggila di Seri A!
Para pemain Como ketika merayakan gol ke gawang Genoa pada pekan ke-34 Serie A di Stadion Luigi Ferraris (sumber: Como 1907)
ITALIA, SabangMerauke News - Genoa harus menelan kekalahan pahit saat menjamu Como 1907 dengan skor 0-2 di Stadion Luigi Ferraris, Minggu malam, 26 April 2026. Laga pekan ke-34 Serie A itu menjadi panggung efektivitas tim tamu yang tampil dingin sepanjang pertandingan. Dua gol cepat membuat Como pulang dengan tiga poin penting dan menjaga mimpi besar musim ini.
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi dan tekanan dari kedua tim sejak menit awal laga. Genoa mencoba mengambil inisiatif serangan dengan dukungan penuh dari publik tuan rumah yang riuh. Namun, Como tampil lebih tenang dan mampu mengontrol situasi dengan permainan terorganisir rapi.
Peluang pertama datang dari Genoa melalui aksi individu Vitinha yang nyaris membuka keunggulan cepat. Ia berhasil melewati penjaga gawang, namun kehilangan keseimbangan saat mengeksekusi peluang emas tersebut. Bola melenceng tipis dan membuat peluang besar itu terbuang sia-sia di depan gawang kosong.
Como justru membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-10 melalui Anastasios Douvikas. Sundulan terarahnya memanfaatkan umpan silang akurat dari Lucas Da Cunha gagal dihentikan lini belakang lawan. Gol cepat itu langsung mengubah arah pertandingan dan memberi kepercayaan diri tinggi bagi tim tamu.
Pelatih Como, Cesc Fabregas, menilai efektivitas menjadi pembeda utama dalam laga penting tersebut. “Tim bermain fokus dan memanfaatkan peluang sekecil apa pun menjadi hasil nyata,” ujar Cesc Fabregas, pelatih Como 1907. Ia menegaskan bahwa konsistensi permainan menjadi kunci dalam menjaga posisi di papan atas klasemen.
Genoa mencoba merespons melalui tekanan bertahap dengan mengandalkan bola-bola panjang ke lini depan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat setiap peluang gagal berujung pada gol penyama. Situasi ini membuat Como tetap nyaman mengendalikan tempo permainan hingga menjelang jeda.
Peluang emas kembali hadir saat sundulan Nico Paz hampir menggandakan keunggulan tim tamu. Bola menghantam mistar gawang dan memantul keluar tanpa melewati garis. Momen tersebut menunjukkan ancaman serius Como meski tidak mendominasi penguasaan bola.
Penjaga gawang Como, Jean Butez, tampil sigap mengamankan beberapa peluang berbahaya dari Genoa. Ia melakukan penyelamatan penting yang menjaga keunggulan tetap bertahan hingga turun minum. Skor 0-1 menutup babak pertama dengan tekanan yang masih terasa di lapangan.
Memasuki babak kedua, Genoa meningkatkan intensitas serangan dengan mencoba bermain lebih agresif. Beberapa percobaan jarak jauh dilepaskan untuk mengejutkan lini pertahanan lawan. Namun, akurasi yang kurang membuat upaya tersebut belum mampu mengubah keadaan di papan skor.
Pelatih Genoa, Daniele De Rossi, mengakui timnya kesulitan memaksimalkan peluang yang tercipta sepanjang pertandingan. “Peluang ada, namun sentuhan akhir tidak cukup tajam untuk mencetak gol penting,” ujar Daniele De Rossi, pelatih Genoa. Ia menilai detail kecil menjadi penentu hasil akhir laga tersebut.
Alih-alih menyamakan kedudukan, Genoa kembali kebobolan pada menit ke-68 melalui Assane Diao. Sundulan tajamnya memanfaatkan umpan silang dari Maxence Caqueret yang menembus pertahanan dengan sempurna. Gol kedua itu membuat Como semakin nyaman mengontrol jalannya pertandingan.
Setelah unggul dua gol, Como menurunkan tempo permainan untuk menjaga keunggulan tetap aman. Mereka lebih fokus pada organisasi pertahanan sambil menunggu peluang serangan balik cepat. Strategi tersebut berhasil meredam tekanan Genoa hingga menit akhir pertandingan berjalan.
Statistik menunjukkan kedua tim memiliki penguasaan bola seimbang dengan angka 50 persen sepanjang laga. Namun, Como tampil lebih efektif dengan memaksimalkan dua peluang menjadi dua gol kemenangan. Sementara Genoa gagal mengonversi sembilan percobaan menjadi hasil konkret di depan gawang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-2 tidak berubah meski Genoa terus mencoba menekan. Kemenangan ini membawa Como naik ke posisi 5 klasemen dengan 61 poin musim ini. Mereka kini hanya terpaut 2 angka dari Juventus di batas akhir zona Liga Champions.
Di sisi lain, Genoa tertahan di peringkat 14 dengan 39 poin tanpa tambahan poin penting. Hasil ini menjadi pukulan setelah sebelumnya mencatat tren positif dalam beberapa laga terakhir. Tekanan kini meningkat menjelang sisa pertandingan yang semakin menentukan posisi akhir musim.
Kemenangan ini membuka peluang besar bagi Como untuk mencetak sejarah baru di kompetisi tertinggi Italia. Dengan beberapa laga tersisa, persaingan menuju zona Liga Champions semakin ketat dan penuh tekanan. Como menunjukkan diri sebagai penantang serius dengan performa efektif dan konsisten di momen krusial. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Liga 2 Championship Pegadaian
Sumsel United Menangis di Rumbai! PSPS Pekanbaru Mengamuk, Misi Balas Dendam Tuntas Lewat Drama Menit Akhir!

