Rupiah Bangkit Tipis! Setelah Jebol Rekor Terlemah, Kini Mulai Melawan Dolar
Ilustrasi kurs Dolar AS terhadap Rupiah Indonesia. (ist)
JAKARTA, SabangMerauke News - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat tipis pada Jumat pagi, 24 April 2026, setelah tekanan berat kemarin. Penguatan terjadi usai rupiah sempat menyentuh rekor terlemah sepanjang sejarah perdagangan domestik. Pergerakan ini memberi sinyal awal pemulihan meski tekanan global belum sepenuhnya mereda.
Data pasar menunjukkan rupiah berada di kisaran Rp17.279 per dolar AS pada pembukaan pagi. Penguatan hanya sekitar 0,09 persen sehingga masih tergolong sangat terbatas dan rapuh. Kondisi ini mencerminkan pasar yang masih berhati-hati menghadapi ketidakpastian global.
Sehari sebelumnya, rupiah sempat jatuh hingga menembus level Rp17.300 per dolar AS. Level tersebut menjadi titik terlemah sepanjang sejarah nilai tukar mata uang domestik. Tekanan tajam memicu kekhawatiran luas di kalangan pelaku pasar dan investor.
Destry Damayanti menegaskan stabilisasi terus dilakukan secara konsisten. Ia menyebut pergerakan rupiah masih sejalan dengan tren mata uang kawasan Asia. Langkah intervensi dilakukan untuk menjaga stabilitas serta kepercayaan pasar domestik.
“Intervensi terus ditingkatkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Destry Damayanti. Ia menambahkan kebijakan moneter diarahkan untuk menjaga daya tarik aset domestik. Pendekatan ini diharapkan mampu meredam tekanan eksternal yang terus berlangsung.
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Keputusan ini menandakan fase suku bunga tinggi masih berlanjut dalam waktu tertentu. Langkah tersebut diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah perlambatan aktivitas domestik.
Bank sentral juga tetap optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun berjalan. Proyeksi pertumbuhan berada di kisaran 4,7 hingga 5,7 persen dengan inflasi terkendali. Namun risiko pelebaran defisit neraca berjalan mulai menjadi perhatian penting.
Tekanan eksternal berasal dari penguatan dolar AS yang masih bertahan di level tinggi. Indeks dolar berada di kisaran 98 sehingga memengaruhi pergerakan mata uang global. Kondisi ini membuat mata uang Asia bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah.
Harga minyak dunia yang tetap tinggi juga menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Situasi ini dipicu ketegangan geopolitik yang belum menunjukkan tanda mereda. Dampaknya terasa pada potensi inflasi serta beban ekonomi secara keseluruhan.
Analis pasar global melihat dolar AS masih menjadi aset aman dalam kondisi ketidakpastian. Permintaan terhadap dolar meningkat seiring meningkatnya risiko konflik internasional. Hal ini membuat mata uang negara berkembang menghadapi tekanan tambahan.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang menunjukkan pola yang tidak seragam sepanjang perdagangan. Beberapa mata uang menguat tipis sementara lainnya melemah terhadap dolar AS. Rupiah berada di tengah pola tersebut dengan penguatan yang relatif terbatas.
Bank Indonesia memperkuat intervensi melalui berbagai instrumen pasar keuangan secara simultan. Langkah dilakukan di pasar offshore NDF serta pasar spot domestik dan DNDF. Strategi ini bertujuan menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan kepercayaan pelaku pasar.
Selain itu, operasi moneter juga diperluas melalui transaksi berbasis mata uang lain. Pendekatan ini mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang stabilisasi nilai tukar.
Cadangan devisa Indonesia tetap berada pada level kuat hingga akhir Maret 2026. Posisi ini memberikan ruang bagi bank sentral untuk melakukan intervensi di pasar. Kekuatan cadangan devisa menjadi penopang penting stabilitas ekonomi nasional.
Meski ada penguatan, pergerakan rupiah masih dibayangi tekanan dari berbagai faktor eksternal. Investor global cenderung berhati-hati dalam menempatkan dana pada aset berisiko. Arus modal keluar masih menjadi tantangan bagi stabilitas pasar keuangan domestik.
Pelaku pasar kini menunggu perkembangan terbaru terkait kondisi geopolitik dan ekonomi global. Arah kebijakan moneter negara besar juga menjadi perhatian utama dalam menentukan strategi. Ketidakpastian ini membuat pergerakan rupiah cenderung fluktuatif dalam jangka pendek.
Perdagangan hari ini diperkirakan berlangsung dengan volatilitas tinggi sepanjang sesi berlangsung. Penguatan rupiah berpotensi terbatas jika tekanan eksternal tidak mengalami perbaikan signifikan. Stabilitas jangka panjang bergantung pada keseimbangan antara faktor global dan domestik. R-02

