Bongkar Rahasia IDX Carbon, Ribuan Orang Diam-Diam Sudah Netralisir Emisi
Direktur Keuangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Risa E Rustam memberikan cinderamata kepada Wadirut PT Bank Mandiri, Henry Panjaitan, seusai peluncuran kampanye “Aku Net-Zero Hero” di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu malam (22/4/2026). ( Investortrust)
JAKARTA, SabangMerauke News - Pasar karbon Indonesia mencuri perhatian saat ribuan individu mulai aktif menebus emisi karbon pribadi. Fenomena ini menciptakan gelombang baru aksi iklim berbasis individu yang sebelumnya didominasi oleh korporasi besar nasional. Data terbaru menunjukkan lebih dari 1,3 juta ton emisi berhasil dikompensasi melalui mekanisme karbon nasional resmi.
Perubahan ini terlihat jelas sejak peluncuran kampanye "Aku Net-Zero Hero" di Jakarta pada Rabu, 22 April 2026. Inisiatif ini digagas oleh Bursa Efek Indonesia untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam aksi pengurangan emisi. Pendekatan sederhana membuat masyarakat mudah menghitung, mengurangi, lalu mengimbangi jejak karbon harian mereka.
Direktur Keuangan dan SDM BEI, Risa E Rustam, menilai tren ini terus tumbuh signifikan. “Kesadaran masyarakat meningkat dan berubah menjadi aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Risa E Rustam. Ia menyebut isu keberlanjutan kini bergerak dari ruang diskusi menuju tindakan personal yang nyata.
Data IDX Carbon mencatat 2.065 penerima manfaat telah melakukan carbon offset hingga April 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.566 berasal dari individu atau retail yang berpartisipasi aktif. Total offset karbon mencapai lebih dari 1,3 juta ton CO2 ekuivalen dari berbagai aktivitas manusia.
Partisipasi ini juga melibatkan sekitar 40 kegiatan yang turut menebus emisi karbon mereka. Angka tersebut memperlihatkan peningkatan kesadaran publik terhadap dampak perubahan iklim global saat ini. Aksi kecil individu mulai menyatu menjadi gerakan kolektif yang berdampak luas bagi lingkungan.
BEI melihat peluang besar dalam mendorong ekosistem pasar karbon berbasis masyarakat luas Indonesia. Risa E Rustam menegaskan peran pasar modal penting dalam mendukung pembiayaan berkelanjutan nasional. “Ini peluang besar untuk memperkuat ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan,” kata Risa.
Rata-rata jejak karbon masyarakat Indonesia berkisar dua hingga tiga ton CO2 per tahun. Angka ini dinilai masih dapat dikompensasi dengan biaya relatif terjangkau melalui mekanisme carbon offset. Konsep ini memberi ruang luas bagi individu untuk terlibat langsung dalam aksi pengurangan emisi.
Kemudahan semakin terasa dengan hadirnya fitur digital dalam layanan perbankan modern Indonesia. BEI bekerja sama dengan Bank Mandiri menghadirkan fitur SPE-GRK melalui aplikasi Livin’ by Mandiri. Fitur ini memungkinkan pengguna menghitung emisi dan langsung membeli unit karbon secara praktis.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, menilai inovasi ini membuka akses luas masyarakat. “Kami mendorong nasabah ikut berperan aktif dalam aksi iklim melalui sistem terpercaya,” ujar Henry Panjaitan. Ia menambahkan bahwa fitur ini tidak hanya edukatif, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat.
SPE-GRK menjadi bukti resmi pengurangan emisi yang telah melalui proses verifikasi ketat nasional. Setiap unit karbon mewakili satu ton emisi yang berhasil dikurangi melalui proyek lingkungan tertentu. Sertifikat tersebut tercatat dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim Indonesia.
Proyek karbon yang tersedia saat ini berasal dari pembangkit biogas Sei Mangkei, Sumatera Utara. Fasilitas ini mengolah limbah sawit menjadi energi bersih dengan kapasitas mencapai 2,4 megawatt. Proyek tersebut mampu mengurangi emisi hingga 265 ribu ton CO2 ekuivalen setiap tahun.
Angka itu setara dengan emisi sekitar tiga puluh ribu kendaraan berbahan bakar bensin. Kontribusi tersebut menunjukkan dampak nyata dari proyek energi terbarukan terhadap lingkungan global. Pendekatan berbasis teknologi dan alam menjadi kunci dalam strategi pengurangan emisi nasional.
Selain teknologi, solusi berbasis alam seperti penanaman pohon juga menjadi bagian penting. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menyerap karbon sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan. Kolaborasi berbagai sektor menjadi fondasi utama dalam memperkuat aksi iklim berkelanjutan Indonesia.
Krisis iklim kini tidak lagi terasa jauh, melainkan sudah berdampak langsung pada kehidupan manusia. Perubahan suhu, cuaca ekstrem, hingga tekanan ekonomi global menjadi bukti nyata kondisi tersebut. Risa E Rustam menegaskan kondisi ini membutuhkan keterlibatan semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Kampanye "Aku Net-Zero Hero" dirancang dengan prinsip reduce first sebelum melakukan offset emisi. Pendekatan ini menekankan pentingnya perubahan gaya hidup sebelum mengandalkan kompensasi karbon tambahan. Konsep tersebut juga mengedepankan keadilan iklim agar manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor memperkuat implementasi kampanye ini secara menyeluruh dan berkelanjutan. BEI menggandeng berbagai mitra termasuk sektor perbankan, energi, dan teknologi lingkungan Indonesia. Sinergi ini mempercepat transformasi menuju ekonomi rendah karbon yang inklusif dan berkelanjutan.
Perkembangan ini menunjukkan pasar karbon Indonesia mulai bergerak menuju fase baru yang lebih terbuka. Individu kini memiliki peran nyata dalam menekan emisi tanpa harus bergantung pada perusahaan besar. Langkah kecil dari jutaan orang berpotensi menciptakan perubahan besar bagi masa depan lingkungan. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Hari Tanpa Sampah Internasional
Jangan Buang Dulu! Trik Rahasia Hidup Tanpa Sampah ala PBB yang Bikin Hemat

