Antisipasi Cuaca Ekstrem, Anggota DPRD Pekanbaru Lindawati Minta Pemko Prioritas Perbaikan Infrastruktur Air
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Lindawati SE. Foto: SM News
RIAU, SabangMerauke News - Intensitas curah hujan yang mulai meningkat di wilayah Kota Pekanbaru dalam beberapa pekan terakhir memicu kekhawatiran akan kembali munculnya titik-titik banjir dan genangan air yang mengganggu aktivitas masyarakat. Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kota Pekanbaru, Lindawati SE, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur guna meminimalisir dampak curah hujan tinggi.
Lindawati menilai, masalah drainase masih menjadi "pekerjaan rumah" besar yang belum tuntas sepenuhnya. Ia menekankan bahwa antisipasi harus dilakukan sejak dini sebelum puncak musim penghujan tiba.
Fokus pada Pembenahan Drainase Terintegrasi
Menurut Lindawati, persoalan banjir di Pekanbaru tidak bisa diselesaikan hanya dengan tindakan reaktif saat air sudah merendam pemukiman. Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase, terutama pada saluran-saluran primer dan sekunder yang sering mengalami pendangkalan atau penyumbatan.
"Kita tidak ingin pemerintah baru sibuk saat air sudah masuk ke rumah warga. Sekarang saatnya mengoptimalkan pengerukan sedimen dan pembersihan drainase secara masif. Saya melihat di beberapa titik, drainase kita tidak terkoneksi dengan baik, sehingga air tidak mengalir ke sungai melainkan tertahan dan meluap ke jalan," ujar Lindawati, Senin (20/4/2026).
Srikandi Partai NasDem ini menambahkan, wilayah Rumbai memiliki karakteristik geografis yang unik, dengan perpaduan daerah perbukitan dan dataran rendah yang berbatasan langsung dengan aliran sungai. Kondisi ini membuat sistem drainase di Rumbai memerlukan perhatian khusus agar air kiriman dari daerah tinggi tidak langsung membanjiri kawasan pemukiman di bawahnya.
Implementasi Master Plan Banjir
Lindawati juga mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru untuk lebih serius dalam menjalankan Master Plan Pengendalian Banjir yang telah disusun. Menurutnya, dokumen tersebut jangan hanya menjadi pajangan, tetapi harus menjadi panduan utama dalam pengalokasian anggaran dan pengerjaan fisik di lapangan.
"Anggaran sudah dialokasikan, maka realisasinya harus tepat sasaran. Kami di Komisi III akan terus mengawal agar titik-titik rawan banjir, khususnya di Rumbai yang selama ini sering mengeluh, mendapatkan prioritas perbaikan," tegas wakil rakyat dari daerah pemilihan Rumbai, Rumbai Barat dan Rumbai Timur.
Lebih lanjut, Lindawati menekankan pentingnya sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Masalah banjir bukan hanya tanggung jawab Dinas PUPR, tetapi juga berkaitan dengan pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).
"Kalau drainase sudah bagus tapi tumpukan sampah masih menyumbat aliran air, maka banjir akan tetap terjadi. Harus ada koordinasi yang kuat. Saya mengimbau Pemko untuk menggerakkan kembali budaya gotong royong di tingkat kecamatan dan kelurahan," tambahnya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya di wilayah Rumbai, untuk tidak membuang sampah ke parit atau sungai. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga efektivitas infrastruktur yang telah dibangun oleh pemerintah.
Menutup keterangannya, Lindawati mengingatkan Pemko untuk menyiapkan mitigasi bencana jika terjadi curah hujan ekstrem yang tidak terelakkan. Hal ini termasuk kesiapan tim evakuasi dan bantuan logistik bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.
"Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami di DPRD, khususnya di Komisi III, akan terus berkoordinasi dengan Pemko agar langkah-langkah antisipasi ini berjalan cepat dan tepat sasaran. Jangan sampai masyarakat merasa dibiarkan berjuang sendirian saat musibah banjir datang," pungkas Lindawati.
Dengan langkah preventif yang matang, diharapkan Kota Pekanbaru, khususnya wilayah Rumbai dan sekitarnya, dapat meminimalisir risiko banjir dan genangan air, sehingga produktivitas serta kenyamanan warga tetap terjaga meski di tengah cuaca ekstrem. (R-03)

