PSI Balik Serang! Bela Jokowi, Singgung Kekalahan JK dan Dukungan Anies
Ketua DPP PSI Bestari Barus merespons pernyataan Jusuf Kalla terkait perannya mengantarkan Jokowi menjadi presiden. Foto : Istimewa
Solo, SABANGMERAUKE NEWS - Partai Solidaritas Indonesia melancarkan pembelaan terbuka terhadap Joko Widodo dengan menyinggung rekam jejak politik Jusuf Kalla dalam sejumlah kontestasi nasional.
Ketua DPP PSI Bestari Barus merespons pernyataan Jusuf Kalla terkait perannya mengantarkan Jokowi menjadi presiden. Ia mengaku terkejut dengan nada pernyataan JK yang dinilai berbeda dari biasanya. “Saya kaget, Pak JK biasanya tenang, sekarang terlihat berbeda menyikapi isu ini,” ujar Bestari.
Bestari menegaskan pencalonan presiden bukan ditentukan satu figur melainkan hasil kerja kolektif partai politik. Ia menyebut banyak pihak terlibat dalam proses politik termasuk tim pemenangan dan koalisi pengusung. “Pencalonan bukan perorangan, melainkan keputusan bersama partai politik pengusung,” tegasnya.
Meski menghargai klaim Jusuf Kalla, PSI menilai kemenangan tetap ditentukan pilihan rakyat. Bestari kemudian menyinggung rekam jejak JK dalam beberapa kontestasi politik nasional sebelumnya. Ia mengungkit kekalahan JK saat maju pada Pemilu 2009 serta dukungan terhadap Anies Baswedan pada 2024.
“Siapa didukung itu biasa, tetapi yang menang adalah yang dipilih rakyat,” kata Bestari menegaskan. Ia menyebut hasil Pilpres selalu menunjukkan figur paling diterima publik yang keluar sebagai pemenang. Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik halus terhadap klaim peran individu dalam kemenangan politik.
Bestari menilai kemenangan dalam pilpres lebih ditentukan elektabilitas pasangan di mata publik luas. Ia mencontohkan dinamika pasangan politik yang berubah sesuai penerimaan masyarakat terhadap figur tertentu. “Saat bersama SBY, rakyat memilih SBY, bersama Jokowi, rakyat memilih Jokowi,” ujarnya.
Sebelumnya, Jusuf Kalla menyatakan dirinya berperan besar dalam perjalanan politik Jokowi hingga menjadi presiden. Pernyataan itu muncul saat merespons tudingan terkait kasus ijazah Jokowi yang menyeret namanya. “Jokowi jadi presiden karena saya,” ucap JK dalam pernyataan yang memicu polemik politik.
Juru bicara JK, Husain Abdullah, menjelaskan pernyataan tersebut muncul karena narasi yang menyudutkan JK. Ia menegaskan JK telah lama menahan diri sebelum akhirnya mengungkap peran politiknya ke publik. “Ini untuk meluruskan narasi yang menilai JK tidak tahu balas budi,” kata Husain.
Husain menyebut JK berperan penting dalam mendorong Jokowi maju pada Pilgub DKI Jakarta 2012. Langkah itu disebut menjadi pintu awal Jokowi menuju panggung nasional hingga Pilpres 2014. Ia juga menegaskan keputusan pasangan Jokowi-JK berasal dari Megawati Soekarnoputri.
Polemik ini memperlihatkan dinamika baru dalam relasi elite politik menjelang kontestasi mendatang. PSI mengambil posisi membela Jokowi sambil menguji klaim historis Jusuf Kalla secara terbuka. Ketegangan narasi ini diperkirakan masih akan berlanjut dalam ruang publik nasional.(R-04)

