Semarak Halal Bihalal 1447 H Parsadaan Hasibuan Riau: Merekatkan Persaudaraan, Memperkokoh Solidaritas!
Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H yang ditaja oleh Parsadaan Hasibuan Riau (Parhari) berlangsung meriah, Minggu (19/4/2026). Foto: Istimewa
RIAU, SabangMerauke News - Suasana khidmat namun penuh kehangatan menyelimuti Ballroom Gedung Serbaguna PTPN 5, Jalan Rambutan, Pekanbaru pada Minggu pagi (19/4/2026). Ratusan masyarakat keturunan marga Hasibuan yang menetap di Riau berkumpul dalam satu bingkai kebersamaan.
Acara bertajuk Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H yang ditaja oleh Parsadaan Hasibuan Riau (Parhari) ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat tali persaudaraan dan solidaritas sosial di tengah dinamika zaman.

Senyum merekah dan jabat tangan hangat menjadi pemandangan dominan, menggambarkan kerinduan yang tuntas setelah sebulan penuh menjalani ibadah Ramadan. Pertemuan ini menjadi istimewa karena mempertemukan berbagai lintas generasi, mulai dari para tetua adat yang dihormati hingga generasi alfa (anak) yang mulai diperkenalkan pada akar budayanya.
Wadah Pemersatu
Ketua Umum Parhari, Dr. H. Kalayo Hasibuan, M.Ed, dalam sambutannya menekankan bahwa Parhari hadir sebagai "rumah besar" bagi seluruh keturunan marga Hasibuan di Bumi Lancang Kuning. Ia menggarisbawahi bahwa kekuatan organisasi ini terletak pada keragamannya.

"Di dalam wadah Parhari, kita melihat pelangi profesi. Ada yang berlatar belakang akademisi, birokrat, pengusaha, praktisi hukum, hingga tenaga medis dan beragam lainnya. Keberagaman ini adalah aset," ujar Dr. Kalayo.
Menurutnya, fokus utama Parhari ke depan adalah mengonsolidasikan sumber daya yang dimiliki oleh anggota marga untuk tujuan-tujuan sosial yang produktif. Menurutnya, komunikasi lintas generasi menjadi kunci agar nilai-nilai luhur marga Hasibuan tidak tergerus oleh modernitas. Lewat Parhari, diharapkan terjadi transfer nilai dan pengalaman dari yang tua kepada yang muda dalam suasana yang penuh kekeluargaan.

"Kita ingin memadukan potensi yang ada untuk hal-hal positif. Bukan hanya untuk kepentingan internal marga, tetapi juga bagaimana keberadaan marga Hasibuan bisa memberi dampak nyata bagi masyarakat luas di Riau," tambahnya.
Meneguhkan Prinsip Senasib Sepenanggungan
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Penasihat Parhari, H. Surya Darma Hasibuan, S.Ag, SH, MH, memberikan refleksi mendalam mengenai esensi Halal Bihalal. Bagi Surya Darma, acara ini adalah ruang untuk "mencairkan" kekakuan komunikasi yang mungkin terjadi akibat kesibukan rutinitas sehari-hari di perantauan.

"Halal bihalal adalah momentum positif untuk meningkatkan derajat kekerabatan kita. Di kota besar seperti Pekanbaru, seringkali kita terjebak dalam individualisme. Parhari hadir untuk meruntuhkan sekat itu," tutur Surya Darma.
Ia juga menekankan prinsip senasib sepenanggungan yang menjadi fondasi dasar Parhari. Sebagai organisasi sosial, kepedulian terhadap sesama anggota menjadi prioritas.
"Kita ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun keluarga Hasibuan di Pekanbaru yang merasa sendirian. Inilah wujud nyata dari solidaritas sosial yang kita bangun. Saling mengenal adalah langkah awal, peduli adalah puncaknya," tegas Surya Darma.

Aspek kebudayaan juga menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut. Ketua Dewan Pembina Parhari, dr. H. Wildan Astan Hasibuan, M.Kes, memberikan pesan menyentuh mengenai pentingnya menjaga identitas kultural. Meskipun telah lama bermukim di Riau dan berakulturasi dengan budaya lokal, nilai-nilai luhur dari garis keturunan (marga) tetap harus dijunjung tinggi.
"Kekerabatan dan nilai budaya adalah kompas bagi kita. Di manapun kita berada, warisan leluhur tidak boleh luntur. Justru di tanah rantau inilah identitas kita diuji dan dibuktikan melalui perilaku yang santun dan kontributif," kata dr. Wildan.
Ia mengingatkan pentingnya falsafah "Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung." Prinsip ini menuntut setiap anggota marga Hasibuan untuk tidak eksklusif, melainkan harus menyatu dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah Riau. Cinta terhadap tanah kelahiran atau tanah tempat mencari nafkah harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata yang membangun daerah.
Ekspresi Budaya Generasi Muda
Acara Halal Bihalal ini kian semarak dengan berbagai atraksi seni dan budaya yang ditampilkan di panggung utama. Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah ketika anak-anak dari keluarga besar Hasibuan naik ke panggung untuk membawakan tarian budaya khas.
Melihat anak-anak dengan lincah memperagakan gerak tari tradisional mengenakan atribut budaya, para orang tua tampak terharu dan bangga. Ini adalah bukti bahwa estafet nilai budaya terus berjalan.
Selain tarian, alunan musik tradisional yang sesekali diselingi dengan lagu-lagu daerah semakin menghidupkan suasana ballroom. Penampilan ini menjadi pengingat kolektif akan kampung halaman, sekaligus menjadi pengikat batin antar anggota keluarga yang hadir.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama. Hidangan khas yang disajikan semakin menambah kental suasana kekeluargaan. Tak sedikit dari mereka yang memanfaatkan momen ini untuk bertukar nomor telepon atau sekadar berswafoto untuk diunggah di media sosial masing-masing, menyebarkan virus positif kebersamaan Parhari.
Halal Bihalal Parhari 1447 H sukses menjadi oase silaturahmi yang menyejukkan. Di tengah hiruk-pikuk perkembangan zaman, Parsadaan Hasibuan Riau membuktikan bahwa kekuatan akar budaya dan solidaritas persaudaraan tetap menjadi modal sosial yang paling berharga untuk menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat. (R-03)

