Video Viral! Detik-detik Kepala Desa Dikeroyok Brutal di Lumajang
Aksi brutal pengeroyokan kepala desa di Lumajang gegerkan publik setelah rekaman CCTV tersebar luas. Foto : Istimewa
Lumajang, SABANGMERAUKE NEWS - Aksi brutal pengeroyokan kepala desa di Lumajang gegerkan publik setelah rekaman CCTV tersebar luas. Polisi bergerak cepat menangkap pelaku dan memburu aktor intelektual. Kasus ini memicu sorotan soal keamanan aparat desa dan potensi konflik horizontal masyarakat.
Seorang kepala desa di Lumajang menjadi korban pengeroyokan brutal puluhan orang hingga mengalami luka serius. Peristiwa ini terekam kamera pengawas dan memicu perhatian publik luas sejak rekaman beredar. Polisi langsung bergerak cepat mengamankan sejumlah pelaku dalam waktu singkat pascakejadian.
Kapolres Lumajang Alex Sandy Siregar menyatakan pihaknya telah menangkap sepuluh pelaku pengeroyokan tersebut. Penangkapan dilakukan di beberapa lokasi berbeda termasuk pelaku yang menyerahkan diri secara sukarela. “Kami sudah mengamankan sepuluh orang pelaku pengeroyokan terhadap kepala desa,” ujarnya, Jumat.
Sepuluh pelaku yang diamankan berinisial GF, MB, MS, JP, AM, FA, MS, SP, EP, dan SJ. Polisi masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif utama aksi kekerasan tersebut. Proses penyidikan difokuskan pada peran masing-masing pelaku dalam insiden brutal itu.
Selain pelaku yang telah ditangkap, polisi juga mendalami keterlibatan sosok lain bernama Dani. Nama tersebut muncul dalam keterangan korban meski tidak berada di lokasi kejadian saat pengeroyokan berlangsung. Penelusuran dilakukan guna memastikan kemungkinan adanya perencanaan atau provokasi di balik aksi tersebut.
Rekaman CCTV dari rumah korban memperlihatkan detik-detik pengeroyokan berlangsung secara brutal dan terorganisir. Dalam video tersebut, sejumlah pelaku terlihat melakukan kekerasan bersama terhadap korban tanpa henti. Bukti visual ini menjadi salah satu dasar kuat penyidik dalam mengembangkan kasus.
Polisi menegaskan pengusutan kasus akan dilakukan secara menyeluruh hingga aktor utama terungkap. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada pelaku lain yang lolos dari jerat hukum. Kasus ini juga menjadi peringatan keras terhadap potensi konflik sosial yang berujung kekerasan ekstrem.(R-04)

