Operasi Pasar Murah Digelar di 3 Kabupaten di Riau Pekan Ini, Ini Jadwal dan Lokasinya
Ilustrasi pasar murah. Foto: SM News/Created by Al
RIAU, SabangMerauke News - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah terus mengupayakan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat dengan kembali menggelar operasi pasar murah di sejumlah wilayah pada pekan ini. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan distribusi bahan pangan tetap lancar, khususnya di tengah dinamika harga kebutuhan pokok yang cenderung fluktuatif.
Pada pekan ini, operasi pasar murah tidak hanya terfokus di satu wilayah seperti sebelumnya, melainkan diperluas ke tiga kabupaten. Kebijakan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan akses bahan pangan dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Perindagkop UKM) Riau, M Taufiq Oesman Hamid melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Tetty Nurdianti, menjelaskan bahwa kegiatan operasi pasar murah akan berlangsung selama lima hari dalam sepekan dengan total lima titik lokasi.
“Seperti pekan sebelumnya, kegiatan ini digelar selama lima hari. Namun, kali ini pelaksanaannya diperluas ke tiga kabupaten, sehingga jangkauan masyarakat penerima manfaat lebih luas,” ujar Tetty.
Adapun jadwal dan lokasi pelaksanaan operasi pasar murah telah ditetapkan secara bertahap. Pada Senin, 13 April, kegiatan digelar di Halaman Kantor Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak. Selanjutnya, Selasa, 14 April, pasar murah hadir di Halaman Kantor Lurah Pebatuan, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru.
Memasuki hari ketiga, Rabu, 15 April, kegiatan dipusatkan di Halaman Kantor Desa Tarai Bangun, Kecamatan Kampar. Kemudian, Kamis, 16 April, operasi pasar murah dilaksanakan di Halaman Ramayana, Kabupaten Pelalawan. Sementara itu, pada Jumat, 17 April, kegiatan kembali digelar di Kota Pekanbaru, tepatnya di Halaman Kantor Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya.
Tetty menegaskan, operasi pasar murah ini merupakan upaya konkret pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah. Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
“Tujuan utama kami adalah menjaga ketersediaan bahan pokok, memastikan distribusi berjalan lancar, serta menjaga kestabilan harga di tengah masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana intervensi langsung pemerintah dalam menekan lonjakan harga yang kerap terjadi akibat faktor distribusi maupun permintaan yang meningkat. Dengan menghadirkan bahan pokok langsung ke masyarakat melalui pasar murah, rantai distribusi dapat dipersingkat sehingga harga jual menjadi lebih rendah.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat diimbau untuk datang sesuai jadwal dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Operasi pasar murah dibuka mulai pukul 08.30 WIB, dan warga diminta untuk mengantre secara tertib agar kegiatan berjalan lancar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk datang tepat waktu, mengantre dengan tertib, serta membawa kantong belanja sendiri dari rumah untuk mengurangi penggunaan plastik,” tambah Tetty.
Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan harga pasaran. Untuk komoditas beras, beras SPHP dijual seharga Rp60 ribu per 5 kilogram. Sementara itu, beras Anak Daro dan beras Sokan kemasan 10 kilogram dibanderol Rp165 ribu, dan kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp83 ribu.
Selain beras, tersedia pula minyak goreng Minyakita dengan harga Rp15.500 per kemasan. Untuk kebutuhan dapur lainnya, garam Krista dijual Rp2 ribu per 200 gram, dan garam Nusantara Rp2 ribu per 250 gram. Tepung terigu Segitiga Biru juga tersedia dengan harga Rp13 ribu per bungkus.
Adapun untuk komoditas hortikultura seperti cabai merah, bawang merah, bawang putih, serta kentang, harga yang ditawarkan bersifat dinamis, mengikuti harga di tingkat petani. Begitu pula dengan harga telur ayam yang disesuaikan dengan kondisi pasar terkini.
Dengan variasi komoditas yang tersedia, operasi pasar murah ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan harian masyarakat sekaligus memberikan alternatif belanja dengan harga yang lebih hemat.
Pemerintah Provinsi Riau juga berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi daerah, khususnya dalam menjaga inflasi tetap terkendali. Ke depan, program serupa direncanakan akan terus digelar secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah, terutama daerah yang rawan mengalami lonjakan harga bahan pokok.
Melalui kolaborasi antara TPID dan BUMD PT Riau Pangan Bertuah, Pemprov Riau menunjukkan komitmennya dalam melindungi masyarakat dari gejolak harga serta memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi secara merata.
Dengan adanya operasi pasar murah yang digelar di tiga kabupaten pada pekan ini, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh bahan pokok berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah. (R-05)

