Melompat di Tengah Laut, Nasri Hilang di Perairan Rangsang, Tim SAR Bergerak Cepat, Lakukan Pencarian
Proses pencarian Nasri (32), warga Jalan Ismail Saleh, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti. Foto: SM News
RIAU, SabangMerauke News - Perjalanan yang seharusnya menjadi langkah pulang setelah menjalani pengobatan justru berakhir menjadi kabar duka bagi keluarga Nasri (32), warga Jalan Ismail Saleh, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Nasri dilaporkan melompat ke laut dari buritan atas Kapal Ferry MV Dumai Line 1 saat kapal melintas di perairan Repan Kecamatan Rangsang pada titik koordinat N 00°56.490 E 102°54.455, Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Peristiwa itu terjadi begitu cepat. Saat itu, Nasri diketahui sedang dalam perjalanan pulang bersama ayahnya, Gani, setelah menjalani pengobatan di rumah sakit di Kabupaten Siak. Mereka berangkat dari Pelabuhan Buton dengan tujuan Tanjung Samak. Tidak ada firasat apa pun sebelumnya.
Namun di tengah perjalanan, tepat saat kapal melintas di wilayah perairan Repan, Nasri tiba-tiba berjalan menuju bagian buritan kapal.
Tak lama kemudian, tubuhnya sudah hilang dari pandangan.
“Dia berjalan ke arah belakang kapal. Tidak lama kemudian langsung melompat ke laut,” ungkap Gani dengan suara bergetar saat memberikan keterangan kepada petugas.
Menurut keluarga, Nasri memang diketahui mengalami gangguan kesehatan mental dan baru saja selesai menjalani pengobatan sebelum kembali ke kampung halaman.
Informasi mengenai peristiwa tersebut pertama kali disampaikan oleh Chief Officer MV Dumai Line 1 kepada pihak terkait setelah awak kapal menerima laporan adanya penumpang yang terjatuh ke laut.
Mendapat laporan tersebut, seluruh kru kapal segera melakukan upaya pencarian darurat dengan mengelilingi lokasi kejadian di perairan Repan dan sekitarnya.
Selama kurang lebih 30 menit, kapal berputar di area yang diduga menjadi titik jatuhnya korban. Namun hasilnya masih nihil.
Pencarian kemudian dilanjutkan oleh Bakri selaku agen tiket Dumai Express di Repan yang dibantu masyarakat menggunakan kapal pompong di sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, MV Dumai Line 1 terpaksa melanjutkan pelayaran menuju rute berikutnya, yakni Tanjung Samak, Tanjung Balai Karimun, hingga Batam sesuai jadwal perjalanan.
Hingga laporan ini disampaikan, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian masih terus diupayakan oleh pihak terkait bersama masyarakat setempat.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terlebih Nasri sedang dalam perjalanan pulang menuju kampung halaman bersama orang tuanya justru berubah menjadi peristiwa kehilangan yang menyayat hati di tengah perairan Kepulauan Meranti.
Mendapatkan laporan adanya penumpang yang diduga melompat ke laut dari Kapal Ferry MV Dumai Line 1 di perairan Repan Kecamatan Rangsang, tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan upaya pencarian.
Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Herrie, mengatakan informasi awal diterima dari pihak kapal melalui nakhoda Dumai Line, Capt Sahil, pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Laporan tersebut menyebutkan seorang penumpang diduga melompat ke laut saat kapal berlayar dari Pelabuhan Tanjung Buton menuju Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Titik lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 00°56'29" LU dan 102°54'27" BT di wilayah perairan sekitar Repan, Kecamatan Rangsang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti segera mengerahkan personel menuju lokasi kejadian.
“Setelah menerima informasi dari pihak kapal, kami langsung menurunkan tujuh personel rescuer menuju lokasi kejadian dengan jarak tempuh sekitar 12 nautical mile atau mil laut dari Pos SAR Meranti,” jelas Prima Herrie.
Tim SAR bergerak menuju lokasi pada pukul 17.00 WIB dengan arah pelayaran heading 111 derajat dan diperkirakan tiba sekitar pukul 17.30 WIB di titik koordinat lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan koordinasi dengan unsur SAR gabungan yang lebih dulu berada di sekitar area pencarian, termasuk masyarakat nelayan setempat yang turut membantu proses penyisiran perairan.
Pencarian dilakukan dengan menyisir area sekitar lokasi perkiraan jatuhnya korban menggunakan armada yang tersedia, dengan harapan korban segera ditemukan.
Namun hingga menjelang malam hari, upaya pencarian belum membuahkan hasil.
“Pada pukul 18.30 WIB operasi pencarian sementara dihentikan karena kondisi mulai gelap dan akan dilanjutkan kembali esok hari,” ujar Prima.
Operasi SAR direncanakan kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi (11/4/2026) mulai pukul 07.00 WIB dengan memperluas area pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Prima Herrie juga mengimbau seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian, termasuk masyarakat yang ikut membantu di lapangan, agar tetap mengutamakan keselamatan selama proses operasi berlangsung.
“Keselamatan personel dan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan operasi SAR,” tegasnya.
Tim SAR memastikan upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal hingga korban ditemukan, dengan melibatkan unsur gabungan serta dukungan masyarakat pesisir yang sejak awal turut berpartisipasi membantu proses pencarian di perairan Rangsang dan sekitarnya. (R-01)

