Pulau Kijang Jadi Abu, Warga Mengungsi, Harapan Kini Tertuju ke Jakarta
Beberapa warga melihat kondiri rumah mereka yang hangus terbakar dan sudah rata dengan tanah. (ist)
Riau, SABANGMERAUKE NEWS - Pemerintah pusat diminta segera membangun kembali 106 rumah warga di Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, yang hangus terbakar pada Rabu, 8 April 2026. Pasalnya, bencana ini merupakan kebakaran permukiman terbesar di Riau dengan kerugian materil masif dan ribuan warga terdampak langsung.
Permintaan ini disampaikan anggota DPRD Riau, Andi Darma Taufik, Kamis, 9 April 2026. Menurutnya, skala kerusakan tidak mungkin ditangani hanya oleh kemampuan daerah. Apalagi, keterbatasan fiskal menjadi hambatan utama dalam rekonstruksi permukiman.
“Harapan besar tertuju ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk membantu pembangunan ulang rumah warga,” ujarnya. Ia menegaskan anggaran daerah saat ini dalam kondisi terbatas sehingga perlu dukungan nasional. Pernyataan ini mencerminkan urgensi bantuan lintas level pemerintahan.
Selain itu, bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau juga didorong agar segera diperluas melalui berbagai skema, termasuk dukungan lembaga sosial. Distribusi bantuan dinilai harus merata agar tidak menimbulkan ketimpangan di antara korban. Proses pendataan kerugian masih terus dilakukan untuk menentukan skala rehabilitasi.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut. “Kami menyampaikan duka mendalam dan memastikan bantuan darurat segera disalurkan,” katanya, Kamis. Pemerintah provinsi bergerak cepat melakukan koordinasi lintas instansi untuk pemulihan awal.
Bupati Indragiri Hilir, H Herman, langsung menginstruksikan distribusi bantuan logistik kepada korban. Paket bantuan berisi beras, gula, minyak goreng, mi instan, dan kebutuhan dasar lainnya telah disalurkan ke 106 kepala keluarga. Langkah ini menjadi respons awal untuk menjaga ketahanan pangan warga terdampak.
“Fokus utama saat ini memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi sambil menyiapkan bantuan lanjutan,” ujar Herman. Ia juga mengajak perusahaan dan masyarakat luas untuk ikut membantu meringankan beban korban. Solidaritas dinilai menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana.
Api pertama kali terlihat sekitar pukul 11.10 WIB di kawasan Jalan Pahlawan dan cepat merambat ke bangunan lain yang berdempetan rapat. Struktur rumah semi permanen membuat api seperti berlari dari atap ke atap tanpa hambatan berarti. Dalam waktu singkat, permukiman padat berubah menjadi lautan api yang sulit dikendalikan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Indragiri Hilir, AKP Budi Winarko, mengungkapkan kronologi awal kejadian di lapangan. “Api muncul dari salah satu rumah warga dan langsung membesar karena kondisi bangunan rapat,” ujarnya, Kamis, 9 April 2026. Keterangan saksi memperkuat dugaan awal terkait cepatnya penyebaran api.
Petugas pemadam bersama warga berjibaku selama lebih dari dua jam sebelum akhirnya api berhasil dijinakkan sekitar pukul 14.00 WIB. Proses pemadaman berlangsung dengan peralatan terbatas di tengah tekanan angin dan material mudah terbakar. Situasi ini memperlihatkan tantangan serius dalam penanganan kebakaran di kawasan padat.
Data sementara mencatat 106 unit rumah terdampak dengan rincian 79 unit hangus total, 9 unit rusak berat, dan 19 unit rusak ringan. Meski tidak ada korban jiwa, satu warga dilaporkan mengalami luka akibat tertimpa material bangunan. Ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan kini mengungsi ke rumah keluarga terdekat.
Di lapangan, warga menghadapi kenyataan pahit kehilangan tempat tinggal dalam waktu singkat. Banyak keluarga hanya menyisakan pakaian yang melekat di tubuh saat menyelamatkan diri. Trauma dan ketidakpastian masa depan menjadi bayang-bayang yang sulit dihindari.
Peristiwa ini juga menyoroti lemahnya sistem mitigasi kebakaran di kawasan permukiman padat. Instalasi listrik, jarak antarbangunan, dan minimnya akses pemadam menjadi faktor yang memperparah dampak. Evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola permukiman menjadi kebutuhan mendesak.
Pemerintah daerah bersama provinsi kini tengah menyiapkan skema bantuan rehabilitasi rumah melalui program Rumah Layak Huni. Pendataan detail kerusakan menjadi dasar penyaluran bantuan tahap berikutnya. Target utama adalah memastikan warga dapat kembali memiliki tempat tinggal layak dalam waktu cepat. R-02

