Adu Kambing Maut di Siak II: Bus Pelangi Hantam Daihatsu Sirion, Sopir Maxim Tewas
Mobil taksi online terlempar hingga keluar jalan setelah ditabrak bus Pelangi. Supir taksi tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. (ist)
Riau, SABANGMERAUKE NEWS - Kecelakaan maut di Jalan Yos Sudarso, Pekanbaru, Minggu malam, 5 April 2026. Insiden melibatkan bus Pelangi dan mobil Daihatsu Sirion milik driver Maxim berujung fatal. Sopir Sirion, Candra Cindunata, tewas setelah benturan keras tak terhindarkan malam itu.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 20.50 WIB di depan CV Sinar Menuju Sukses Pekanbaru. Hujan turun saat kejadian, membuat jalan licin dan jarak pandang pengemudi menjadi terbatas. Arus lalu lintas terpantau sedang saat tabrakan keras memecah suasana malam yang basah.
Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio BW Wicaksana, mengungkap kronologi kecelakaan tersebut. “Kecelakaan melibatkan bus Pelangi dan mobil Daihatsu Sirion yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia,” ujarnya. Ia menyebut korban merupakan pengemudi mobil yang mengalami luka berat di bagian kepala.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis. Namun luka parah pada wajah dan kepala membuat nyawa korban tak berhasil diselamatkan. Petugas medis akhirnya menyatakan korban meninggal dunia setelah upaya penanganan intensif di rumah sakit.
Sementara itu, seorang penumpang mobil bernama M Azka berusia empat belas tahun selamat. Korban mengalami luka ringan berupa lecet pada bahu, telinga, serta bagian lutut akibat benturan. Saat ini korban menjalani perawatan medis di rumah sakit yang sama dengan kondisi stabil.
Hasil olah tempat kejadian perkara mengungkap awal mula kecelakaan tragis tersebut terjadi. Bus Mercedes Benz Pelangi melaju dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan cukup tinggi. Saat mendahului kendaraan di depan, bus diduga masuk ke jalur berlawanan secara berbahaya.
Di waktu bersamaan, mobil Daihatsu Sirion melaju dari arah berlawanan dengan jarak dekat. Tabrakan keras pun terjadi tanpa ruang menghindar akibat jarak yang sudah terlalu sempit. Benturan depan ke depan membuat kedua kendaraan mengalami kerusakan parah di bagian depan.
“Diduga pengemudi bus tidak memiliki ruang cukup saat mendahului kendaraan di depannya,” kata Satrio. Situasi tersebut memicu tabrakan langsung dengan kendaraan dari arah berlawanan yang melintas. Kondisi jalan basah akibat hujan juga memperbesar risiko kecelakaan pada saat itu berlangsung.
Kerugian materi akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai sepuluh juta rupiah secara keseluruhan. Kedua kendaraan mengalami kerusakan berat terutama pada bagian depan akibat benturan langsung. Petugas langsung mengevakuasi kendaraan untuk menghindari kemacetan panjang di lokasi kejadian malam itu.
Hingga Senin, 6 April 2026, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut. Fokus penyelidikan termasuk mencari keberadaan pengemudi bus yang belum ditemukan setelah kejadian. Kasus ini masih dalam penanganan untuk memastikan penyebab pasti serta tanggung jawab kecelakaan tersebut.
Peristiwa ini kembali mengingatkan risiko tinggi berkendara saat kondisi cuaca buruk melanda jalan raya. Manuver mendahului tanpa perhitungan matang kerap menjadi pemicu kecelakaan fatal di jalanan padat. Keselamatan berkendara tetap bergantung pada kewaspadaan dan disiplin setiap pengemudi di jalan raya. R-02

