Menjemput Panggilan Baitullah: BRK Syariah Cabang Selatpanjang Hadirkan Manasik Khusus, Bekali Jemaah Haji Sebelum Berangkat
Melalui kolaborasi antara Bank Riau Kepri Syariah Cabang Selatpanjang dan Kementerian Haji Kabupaten Kepulauan Meranti, kegiatan praktik manasik haji sekaligus silaturahmi calon jemaah haji digelar di Aula Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti di Selatpanjang pada Senin pagi (6/4/2026). Foto: SM News
RIAU, SabangMerauke News - Suasana Aula Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti di Selatpanjang pada Senin pagi (6/4/2026) tampak berbeda dari biasanya. Wajah-wajah penuh harap berkumpul dalam satu ruangan, membawa satu tujuan yang sama yakni menyiapkan diri menuju perjalanan spiritual terbesar dalam hidup—menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Melalui kolaborasi antara Bank Riau Kepri Syariah Cabang Selatpanjang dan Kementerian Haji Kabupaten Kepulauan Meranti, kegiatan praktik manasik haji sekaligus silaturahmi calon jemaah haji digelar sebagai bagian dari ikhtiar mempersiapkan para tamu Allah secara lahir dan batin.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjadi ruang pembekalan yang penting bagi para calon jemaah haji (JCH), khususnya nasabah BRK Syariah, sebelum mereka melangkahkan kaki menuju perjalanan panjang yang telah lama dinantikan.
Sebanyak 35 calon jemaah haji asal Selatpanjang hadir mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Mereka didampingi oleh sembilan koordinator penyuluh agama yang turut memberikan arahan, bimbingan, serta penguatan spiritual agar para jemaah benar-benar siap menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar, yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas sinergi antara lembaga keuangan syariah dan Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para calon jemaah haji.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Branch Manager BRK Syariah Cabang Selatpanjang, Wiwin Syahputra, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Kepulauan Meranti Tengku Arifin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kepulauan Meranti Sulman, serta Kepala Bagian Kesra Syafrizal.
Di tengah suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, kegiatan manasik ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan para jemaah—tidak hanya dari sisi teknis pelaksanaan ibadah, tetapi juga dari sisi mental dan spiritual. Para peserta mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai tahapan ibadah haji, tata cara pelaksanaan, hingga kesiapan fisik yang perlu dijaga selama berada di Tanah Suci.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen pelayanan dari BRK Syariah kepada para nasabahnya. Setiap calon jemaah haji yang mendaftar porsi haji melalui BRK Syariah mendapatkan pembekalan manasik khusus sebagai bagian dari pendampingan berkelanjutan sebelum keberangkatan.
Bagi sebagian peserta, kesempatan mengikuti manasik bersama ini bukan hanya soal memahami prosedur ibadah. Ia menjadi ruang silaturahmi, tempat saling mengenal sesama calon jemaah yang kelak akan berangkat dalam satu rombongan, saling menguatkan niat, serta meneguhkan keyakinan bahwa perjalanan menuju Baitullah bukan sekadar perjalanan fisik—melainkan perjalanan hati.
Di ruangan sederhana itu, harapan-harapan besar tampak mengalir pelan. Ada doa yang dipanjatkan dalam diam. Ada rasa syukur yang tak terucap. Dan ada keyakinan yang semakin kuat bahwa panggilan ke Tanah Suci adalah anugerah yang harus dipersiapkan sebaik mungkin dengan ilmu, kesiapan, dan kebersamaan.
Di tengah suasana hangat kegiatan praktik manasik haji yang digelar di Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, satu pesan penting disampaikan oleh Branch Manager Bank Riau Kepri Syariah Cabang Selatpanjang, Wiwin Syahputra. Bagi pihak perbankan syariah daerah itu, kegiatan manasik bukan sekadar agenda pendampingan administratif menjelang keberangkatan haji, melainkan bagian dari komitmen pelayanan yang lebih luas—menyentuh sisi spiritual para calon tamu Allah.
Dalam sambutannya, Wiwin menegaskan bahwa kehadiran BRK Syariah dalam kegiatan manasik haji merupakan bentuk tanggung jawab moral lembaga keuangan syariah untuk mendampingi nasabah tidak hanya dalam urusan finansial, tetapi juga dalam kesiapan ibadah.
“Manasik haji ini adalah komitmen kami untuk memberikan pelatihan dan pelayanan agar para calon jemaah benar-benar siap, baik secara rohani maupun jasmani. Kami berharap dukungan dari pemerintah daerah, stakeholder, dan Kementerian Agama agar kegiatan ini terus berjalan dengan baik,” ujar Wiwin di hadapan para calon jemaah.
Pernyataan itu disambut antusias para peserta yang hadir. Bagi sebagian calon jemaah, kegiatan manasik bersama seperti ini menjadi pengalaman yang sangat berarti. Selain mendapatkan pemahaman teknis tentang tahapan ibadah haji, mereka juga merasakan adanya pendampingan yang membuat perjalanan spiritual menuju Tanah Suci terasa lebih dekat dan lebih siap dijalani.
Wiwin juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program layanan khusus BRK Syariah kepada para nasabah yang mendaftar porsi haji melalui bank milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Riau tersebut. Setiap calon jemaah haji yang mendaftar melalui BRK Syariah akan memperoleh pembekalan manasik khusus sebagai bentuk pelayanan berkelanjutan sebelum keberangkatan.
Menurutnya, tujuan utama penyelenggaraan manasik ini bukan hanya memberikan pemahaman tata cara ibadah secara teknis, tetapi juga menghadirkan motivasi spiritual agar para calon jemaah semakin mantap menunaikan rukun Islam kelima dengan kesiapan yang utuh.
Di ruang pertemuan sederhana itu, pesan yang disampaikan terasa lebih dari sekadar sambutan resmi. Ia menjadi penegasan bahwa perjalanan menuju Baitullah bukan hanya soal kemampuan finansial, tetapi juga tentang kesiapan hati, ilmu, dan kebersamaan dalam menjalani proses panjang menuju panggilan suci.
Melalui kegiatan manasik tersebut, BRK Syariah ingin memastikan bahwa para calon jemaah asal Kepulauan Meranti berangkat bukan hanya sebagai peserta perjalanan ibadah, tetapi sebagai pribadi yang telah dibekali pemahaman, keyakinan, dan ketenangan dalam menjemput panggilan ke Tanah Suci.
Di tengah rangkaian kegiatan praktik manasik haji yang berlangsung hangat dan penuh kekhidmatan itu Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Asmar, turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bank Riau Kepri Syariah Cabang Selatpanjang yang dinilai telah berkontribusi nyata dalam pembinaan calon jemaah haji di daerah.
Menurutnya, sinergi antara sektor perbankan syariah dan lembaga keagamaan merupakan langkah strategis dalam memastikan para calon jemaah haji asal Kepulauan Meranti memperoleh pembekalan yang merata, terarah, dan berkualitas sebelum menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Ia menilai, kehadiran BRK Syariah dalam program manasik ini menjadi bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya berhenti pada aspek finansial, tetapi juga menyentuh tanggung jawab moral dan spiritual.
“Langkah ini menjadi bukti bahwa BRK Syariah tidak hanya fokus pada layanan perbankan, tetapi juga menjalankan tanggung jawab moralnya untuk memastikan calon jemaah haji dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan lancar,” ujar Asmar.
Dalam suasana yang penuh kekeluargaan itu, Bupati juga mengingatkan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan menyeluruh—baik fisik, mental, maupun pemahaman keagamaan.
“Ibadah haji bukan hanya soal niat, tetapi juga membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan ilmu. Manasik ini adalah bekal paling berharga sebelum berangkat ke Tanah Suci,” katanya menegaskan.
Ia menambahkan, melalui kegiatan manasik seperti ini para calon jemaah tidak hanya belajar tata cara pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan fikih haji, tetapi juga memahami alur perjalanan panjang yang akan mereka tempuh—mulai dari keberangkatan dari tanah air hingga menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Arab Saudi. Selain itu, para jemaah juga dilatih untuk membangun kesabaran dan kesiapan mental menghadapi kondisi padatnya jemaah dari berbagai negara di dunia.
Lebih jauh, Asmar juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini sebagai bagian dari persiapan utama sebelum berangkat. Ia menyinggung kondisi cuaca di Tanah Suci yang cenderung ekstrem dan membutuhkan kesiapan fisik yang prima agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan lancar.
Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan nama baik daerah selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, para jemaah haji bukan hanya menjalankan ibadah secara pribadi, tetapi juga membawa identitas daerah dan bangsa di tengah pertemuan umat Islam dari seluruh dunia.
“Jemaah adalah duta daerah. Tunjukkan akhlakul karimah, saling tolong-menolong, dan luruskan niat semata-mata karena Allah SWT,” pesannya.
Di akhir sambutannya, Bupati berharap seluruh calon jemaah haji asal Kepulauan Meranti dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar, diberi kesehatan selama berada di Tanah Suci, serta kembali ke tanah air dengan membawa predikat haji yang mabrur—sebuah harapan yang diaminkan bersama oleh seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan manasik tersebut. (R-01)

