5 Hidangan Paskah dari Seluruh Dunia, Nomor 1 Favorit Keluarga Indonesia
Ilustrasi hidangan pada perayaan Paskah. Foto: SM News/Created by Al
JAKARTA, SabangMerauke News – Perayaan Paskah tak hanya sarat makna religius, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang dirayakan lewat ragam hidangan khas di berbagai belahan dunia. Dari meja makan sederhana hingga sajian tradisional penuh filosofi, hidangan Paskah mencerminkan sejarah, budaya, dan nilai spiritual yang diwariskan turun-temurun.
Paskah merupakan hari raya umat Kristiani yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian pada hari ketiga setelah penyaliban-Nya. Perayaan ini melambangkan kemenangan atas dosa dan maut, sekaligus membawa pesan harapan akan kehidupan baru. Tak heran, berbagai simbol seperti telur, roti, hingga hidangan manis kerap hadir dalam perayaan ini.
Di berbagai negara, tradisi Paskah berkembang dengan ciri khas masing-masing, termasuk dalam sajian kulinernya. Berikut deretan hidangan Paskah dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia, yang menarik untuk diketahui:
1. Indonesia – Telur, kue kering, hingga soto ayam
Di Indonesia, perayaan Paskah memang tidak selalu dirayakan secara besar-besaran seperti di negara Barat. Namun, suasana hangat kebersamaan keluarga tetap terasa melalui berbagai hidangan rumahan.
Telur rebus menjadi simbol utama yang hampir selalu hadir. Selain dikonsumsi, telur juga digunakan dalam berbagai kegiatan seperti lomba menghias telur dan berburu telur bagi anak-anak. Telur melambangkan kehidupan baru dan kebangkitan, sejalan dengan makna Paskah itu sendiri.
Selain itu, kue kering sering disajikan sebagai camilan saat berkumpul bersama keluarga. Menariknya, banyak keluarga juga memilih menyajikan soto ayam sebagai hidangan utama. Menu ini digemari karena mudah dibuat, hangat, dan cocok dinikmati bersama.
2. Amerika Serikat – Ham panggang manis
Di Amerika Serikat, hidangan khas Paskah identik dengan ham panggang. Daging ham biasanya dipanggang dengan lapisan gula merah atau madu, menciptakan cita rasa manis yang khas.
Tak jarang, ham disajikan bersama irisan nanas untuk menambah kesegaran. Tradisi ini berakar dari kebiasaan masyarakat yang mengawetkan daging sejak musim dingin dan mengonsumsinya saat musim semi, bertepatan dengan Paskah.
3. Rusia – Paskha, hidangan penuh makna
Rusia memiliki hidangan unik bernama paskha, yang terbuat dari tvorog atau dadih keju. Teksturnya lembut menyerupai puding dengan rasa yang kaya.
Paskha biasanya dicetak dalam bentuk piramida dan berwarna putih sebagai simbol kemurnian. Hidangan ini dihias dengan huruf “XP”, singkatan dari ungkapan “Kristus telah bangkit”. Tak hanya lezat, paskha juga sarat makna religius.
4. Italia – Colomba di Pasqua, roti berbentuk merpati
Di Italia, perayaan Paskah tak lengkap tanpa colomba di pasqua. Kue tradisional ini berbentuk burung merpati yang melambangkan perdamaian dan harapan.
Proses pembuatannya cukup rumit dan membutuhkan kesabaran. Adonan dibuat dari tepung, telur, mentega, serta kulit jeruk, kemudian diberi topping gula dan almond. Hasilnya adalah kue lembut dengan aroma khas yang menggugah selera.
5. Yunani – Tsoureki dengan telur merah
Di Yunani, suasana Paskah terasa sangat meriah sejak Pekan Suci. Salah satu hidangan khasnya adalah tsoureki, roti manis berbentuk kepang.
Yang membuatnya unik adalah hiasan telur merah di atasnya. Warna merah melambangkan darah Kristus sekaligus kebangkitan-Nya. Tsoureki juga memiliki aroma khas berkat penggunaan rempah seperti mahlepi dan mastiha, serta tekstur lembut dan elastis.
Perbedaan hidangan Paskah di berbagai negara menunjukkan betapa kaya dan beragamnya tradisi yang berkembang di dunia. Meski bentuk dan rasa makanan berbeda-beda, semuanya memiliki benang merah yang sama, yaitu makna kebangkitan, harapan, dan kehidupan baru.
Di Indonesia sendiri, meskipun tidak memiliki satu hidangan khas yang benar-benar identik dengan Paskah, keberagaman kuliner justru menjadi kekuatan tersendiri. Setiap keluarga bebas menghadirkan menu favorit yang mencerminkan kehangatan dan kebersamaan.
Perayaan Paskah pun menjadi momen untuk tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga mempererat hubungan keluarga melalui kebersamaan di meja makan. Dari telur sederhana hingga roti tradisional penuh filosofi, setiap hidangan membawa cerita yang memperkaya makna hari suci ini. (R-05)

