Modus Potong 5 Persen! Begini Cara Cerdik NR dan M Rampok Anggaran Satpol PP Bengkalis
Ilustrasi pelimpahan berkas kasus korupsi Satpol PP Bengkalis dari penyidik ke Kejari Bengkalis. Foto: SM News/Created by AI
Riau, SABANGMERAUKE NEWS - Kasus korupsi lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bengkalis memasuki babak baru yang sangat panas. Kejaksaan Negeri Bengkalis menerima penyerahan tersangka NR serta M pada Kamis, 2 April 2026. Jaksa kini memegang kendali penuh atas perkara penyalahgunaan anggaran yang merugikan keuangan negara tersebut.
Penyidik Kepolisian Resor Bengkalis menyerahkan barang bukti uang tunai senilai ratusan juta rupiah secara resmi. Penyerahan tahap 2 ini menandai kesiapan jaksa penuntut umum untuk membawa kasus ke meja hijau. Para tersangka diduga kuat bermain api dalam pengelolaan dana sekretariat sepanjang tahun anggaran sebelumnya.
Modus operandi para pelaku tergolong sangat nekat karena berani memotong anggaran kegiatan setiap bidang. Potongan sebesar 5% diambil secara paksa setiap kali proses pencairan dana dilakukan petugas. Dana haram tersebut kemudian dikumpulkan untuk dinikmati secara pribadi maupun disalurkan kepada orang lain.
Wahyu Ibrahim memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan kasus ini pada hari Jumat, 3 April 2026. Kasi Intelijen Kejari Bengkalis ini menegaskan komitmen institusi dalam memberantas tindak pidana korupsi tersebut. Proses hukum akan berjalan secara transparan agar publik bisa memantau setiap tahapan persidangan nanti.
"Modus yang digunakan antara lain melakukan pemotongan sebesar 5% dari setiap pencairan anggaran," ungkap Wahyu. Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Bengkalis, Wahyu Ibrahim, menyebut total pemotongan mencapai angka Rp826.648.000. Seluruh bukti dokumen pendukung sudah berpindah tangan ke meja jaksa penuntut untuk dipelajari matang-matang.
Tersangka NR dan M juga diduga sangat rajin melakukan berbagai macam kegiatan perjalanan dinas. Dokumen seperti kwitansi serta surat perintah tugas sengaja dipalsukan demi mencairkan uang tunai tersebut. Padahal kegiatan tersebut tidak pernah dilaksanakan sama sekali dalam kenyataan lapangan yang sebenarnya terjadi.
Investigasi mendalam menemukan adanya belanja logistik hingga biaya operasional kendaraan dinas yang sangat fiktif. Nilai belanja bensin palsu ini menembus angka Rp91.602.600 lebih sedikit pada laporan keuangan. Dokumen tidak sah digunakan untuk melegalkan pencairan dana yang sebenarnya masuk ke kantong pribadi.
Hasil perhitungan Inspektorat Kabupaten Bengkalis menunjukkan angka kerugian negara mencapai Rp1,4 miliar secara total. Uang tunai sebesar Rp317.138.400 kini diamankan petugas kejaksaan sebagai barang bukti primer kasus. Angka fantastis ini membuktikan betapa masifnya praktik lancung yang terjadi dalam tubuh instansi tersebut.
"Perkara ini akan kami proses secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Wahyu. Jaksa berjanji tidak akan memberikan ruang bagi para koruptor untuk bebas dari jeratan hukum. Integritas penegak hukum menjadi taruhan dalam menuntaskan skandal korupsi yang menyita perhatian publik di Riau.
Tersangka kini harus mendekam dalam sel tahanan sambil menunggu jadwal persidangan perdana di pengadilan. Harapan masyarakat agar uang negara kembali sepenuhnya menjadi motivasi utama tim jaksa penuntut umum. Penuntasan kasus ini diharapkan mampu memberikan efek jera bagi oknum pejabat lain yang nakal.
Praktik korupsi anggaran kegiatan merupakan pengkhianatan nyata terhadap kepercayaan yang diberikan oleh seluruh rakyat. Satpol PP yang seharusnya menjadi penegak peraturan daerah justru tersandung masalah hukum yang sangat memalukan. Publik menunggu langkah tegas pengadilan dalam menjatuhkan vonis paling adil bagi kedua tersangka tersebut.
Kondisi ekonomi daerah yang sedang sulit semakin terpuruk akibat ulah oknum pejabat tidak bertanggung jawab. Anggaran yang seharusnya untuk pelayanan masyarakat justru habis dikonsumsi untuk kepentingan gaya hidup mewah. Kejari Bengkalis memastikan seluruh aset tersangka akan dilacak guna memulihkan kerugian keuangan negara secepatnya.
Dokumen pelaksanaan anggaran menjadi saksi bisu betapa rapinya permainan angka yang dilakukan NR dan M. Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga ke dalam lubang penyidikan polisi serta kejaksaan. Keadilan harus tegak berdiri di atas bumi bermarwah demi masa depan Kabupaten Bengkalis yang lebih bersih.R-02

