Dampak Perang Iran Buat Pelaku UMKM Pekanbaru Putar Otak Usai Harga Plastik Naik Drastis
Kenaikan harga plastik yang dirasakan salah seorang pedagang bubur kacang hijau di Pekanbaru. Foto: SM News
RIAU, SabangMerauke News - Dampak dari perang Iran dalam satu bulan terakhir ini, membuat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pusing.
Hal itu disebabkan harga plastik yang meroket cukup tajam di Kota Pekanbaru, Riau.
Dari pantauan Sabang Merauke di Pasar Kodim, kenaikan harga plastik bahkan mencapai dua kali lipat dari biasanya.
Sony, salah seorang pelaku UMKM yang berjualan bubur kacang hijailu mengaku pusing memikirkan naiknya harga plastik dalam jumlah yang sangat tinggi.
"Naiknya harga plastik membuat saya pusing karena banyak pelanggan saya yang minta dibungkuskan bubur saat belanja," ujarnya, Kamis, 2 April 2026.
Sony yang berjualan bubur di depan RS Santa Maria Pekanbaru ini mengaku harga plastik sudah naik sejak sebulan terakhir.
"Dulu kalau beli plastik perkilo, harganya Rp 10.000 sekarang sudah Rp 12.000. Kabarnya harga plastik akan naik lagi. Bikin pusing," ujarnya.
Dilansir dari Antara, Menteri Perdagangan, Budi Santoso angkat bicara menanggapi keluhan masyarakat soal kenaikan harga dan kelangkaan plastik di pasar domestik.
"Kondisi ini merupakan dampak langsung gejolak geopolitik di Timur Tengah," ujarnya
Menurut Budi konflik di kawasan tersebut mengganggu pasokan nafta, bahan baku utama plastik yang diimpor Indonesia dari Timur Tengah.
Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Perdagangan tengah mencari sumber impor alternatif dari negara lain, termasuk Afrika, India, dan Amerika. (R-03)

