Merinding! Niat Main ke Ladang Jagung, Siswi SMA Malah Tewas Tersetrum!
Dua petugas polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi tewasnya Afifah, pelajar SMA, yang tersengat listrik pengusir hama babi. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Limapuluh Kota - Kematian menjemput Afifah secara mendadak pada Selasa, 24 Maret 2026. Siswi SMA ini tewas di kebun jagung di daerah Limapuluh Kota. Pagar beraliran listrik merenggut nyawa remajanya secara sangat tragis.
Waktu menunjukkan pukul 20.00 WIB saat kejadian mengerikan itu terbongkar. Warga Jorong Talaweh langsung heboh berlarian keluar dari dalam rumah. Kabar penemuan mayat gadis belia ini menyebar sangat cepat.
Tubuh kaku Afifah tergeletak diam di tanah perkebunan gelap tersebut. Remaja warga Payakumbuh Timur ini meregang nyawa akibat sengatan setrum. Suasana malam pedesaan yang sepi mendadak berubah menjadi sangat mencekam.
Aroma kepanikan menyeruak di sekitar Nagari Labuah Gunung malam itu. Warga berkerumun mengelilingi lokasi kejadian dengan wajah sangat cemas. Petugas kepolisian segera datang membelah kerumunan massa yang penasaran.
Polisi langsung memasang garis pembatas berwarna kuning menyala di sana. Evakuasi jenazah gadis berusia 18 tahun itu berlangsung sangat dramatis. Mobil ambulans membawa jasadnya menderu menuju rumah sakit terdekat.
Pagar pembatas kebun jagung itu memang sengaja dialiri setrum tinggi. Tujuannya sekadar mengusir hama babi hutan perusak tanaman ladang. Namun, kawat maut tersebut justru memangsa manusia tidak berdosa.
Warga setempat bergotong royong membantu proses evakuasi yang sangat sulit. Medan ladang cukup gelap gulita, menyulitkan langkah kaki petugas medis. Senter genggam menjadi sumber cahaya satu-satunya yang menembus gulita di lokasi.
Desas-desus penyebab kematian gadis ini menyebar kilat layaknya angin kencang. Banyak orang menebak korban terpeleset dan jatuh menimpa kawat telanjang tersebut. Teori liar warga beterbangan meramaikan suasana malam duka saat itu.
Jerit Panik Sang Teman Dekat
Kasatreskrim Polres Payakumbuh, Iptu Andrio Surya Putra, angkat bicara. Ia menjelaskan rentetan kejadian mengerikan pada malam nahas tersebut. Afifah ternyata tidak sendirian saat bermain di lokasi kejadian.
Korban datang menemui teman dekatnya berinisial N pada malam itu. Mereka berdua berjalan santai menyusuri pinggiran area ladang jagung. Gelapnya malam menyembunyikan ancaman kawat setrum pembawa maut tersebut.
Tangan Afifah diduga menyentuh pagar berbahaya itu tanpa disengaja. Sengatan listrik tegangan tinggi langsung menyambar organ vital dalam tubuhnya. Ia pun tumbang menghantam tanah dalam hitungan sepersekian detik saja.
"Korban diduga tak sengaja memegang pagar beraliran listrik," ungkap Iptu Andrio. Kondisi mengerikan ini membuat N menjerit histeris ketakutan setengah mati. Melihat temannya kejang, N lari kencang mencari pertolongan terdekat.
N menggedor rumah warga sekitar dengan napas tersengal-sengal habis berlari. Penduduk desa segera berhamburan membawa senter menuju ladang jagung. Sayangnya, langkah pertolongan mereka sudah sangat terlambat untuk dilakukan.
Setibanya di sana, tubuh Afifah sudah membeku, tak bernyawa lagi. Denyut nadinya berhenti berdetak selamanya tertelan setrum kebun jagung. Jeritan tangis pun pecah membelah keheningan malam desa tersebut.
Teman korban sangat trauma menyaksikan kejadian nyata di depan mata. Mulutnya terkunci rapat. Susah menceritakan kronologi awal mula tragedi. Wajah pucat pasinya menyiratkan ketakutan luar biasa mendalam.
Polisi memberikan waktu istirahat sejenak untuk menenangkan jiwa sang saksi. Pendampingan psikologis sepertinya sangat dibutuhkan untuk memulihkan ingatan trauma tersebut. Mengingat detik kematian sahabat karib sungguh sangat menyiksa batin.
Olah TKP Polisi di Tengah Malam
Kapolsek Luhak, Iptu Isral, membenarkan laporan kematian misterius tersebut. Tim reskrim langsung terjun mengamankan lokasi kejadian perkara secepat mungkin. Mereka menyisir seluruh sudut ladang dengan sangat hati-hati dan teliti.
"Saat ini Reskrim masih melakukan pemeriksaan mendalam," jelas Iptu Isral tegas. Polisi mengumpulkan berbagai serpihan bukti di sekitar mayat korban tewas. Kawat telanjang pembawa petaka difoto sebagai barang bukti utama kepolisian.
Hasil pemeriksaan awal menguatkan dugaan tersengat arus akibat tegangan sangat tinggi. Luka bakar khas sengatan listrik tergambar jelas pada kulit korban. Tidak ada tanda kekerasan fisik lain pada tubuh gadis ini.
Polisi segera memanggil teman korban berinisial N untuk bersaksi. Keterangan N sangat penting untuk menyusun teka-teki malam kejadian tersebut. Polisi menanyai N secara detail di markas Kepolisian Resor setempat.
Pemilik lahan jagung juga ikut diseret ke ruang pemeriksaan penyidik. Petugas mencecar sang petani mengenai standar keamanan pagar listriknya. Kelalaian pemasangan kawat setrum liar bisa berujung pada pidana kurungan penjara.
Penggunaan listrik jebakan hama memang sangat dilarang keras aturannya. Undang-undang mengatur sanksi tegas bagi pelanggar aturan keselamatan fatal ini. Nyawa manusia jauh lebih mahal harganya daripada sebatas hasil panen.
Tim Inafis sibuk mencatat detail posisi jatuh tubuh kaku korban. Jarak kawat dengan jalan setapak diukur dengan sangat teliti menggunakan meteran. Semua data dicatat rapi masuk ke dalam buku laporan resmi.
Lampu kilat kamera polisi menyambar-nyambar menerangi sudut gelap kebun. Pakaian korban diamankan utuh dan dimasukkan ke dalam kantong plastik bening. Setiap helai bukti sangat berharga untuk mengungkap misteri utuh sebuah kasus.
Keluarga Tolak Lapor Berujung Damai
Jenazah Afifah sempat disemayamkan sebentar di ruang jenazah rumah sakit. Dokter forensik memastikan penyebab utama berhentinya fungsi jantungnya secara mendadak. Hasilnya mutlak terjadi karena sengatan energi listrik tingkat mematikan.
Keluarga korban datang menjemput jasad sang putri diiringi isak tangis. Hati mereka hancur lebur melihat tubuh kaku anak perempuan kesayangan. Cita-cita masa depan remajanya hangus terbakar bersama sengatan malam kelabu.
Ajaibnya, keluarga besar Afifah menunjukkan kelapangan dada luar biasa besar. Mereka berdiskusi panjang lebar, meredam gejolak amarah panas di dada. Keputusan berdamai akhirnya keluar dari mulut perwakilan keluarga mendiang korban.
Orang tua korban menolak keras melanjutkan kasus ke meja pengadilan. Mereka menganggap musibah ini murni sebagai takdir sang Pencipta. Tidak ada laporan resmi tercatat di meja SPKT kepolisian resor.
Petani jagung langsung sujud menangis memohon ampunan tulus dari keluarga. Ia tidak pernah berniat membunuh siapa pun memakai kawat babi tersebut. Perasaan bersalah akan terus menghantui hidupnya sampai kapan pun jua kelak.
Surat perdamaian resmi ditandatangani memakai materai sepuluh ribu rupiah. Aparat kepolisian menjadi saksi bisu kebesaran hati keluarga Payakumbuh itu. Berkas kasus ini akhirnya ditutup rapat selamanya tanpa ketukan palu hakim.
Perundingan damai berlangsung alot, namun penuh rasa kekeluargaan yang sangat kental. Tetua kampung ikut menengahi obrolan panas dua kubu keluarga ini. Kepala dingin akhirnya memenangkan ego dalam mencari kambing hitam kejadian.
Petani berjanji menanggung seluruh biaya prosesi pemakaman jenazah remaja tersebut. Santunan duka cita diberikan ikhlas sebagai tanda penyesalan seumur hidup. Hukuman sosial dari tetangga nyatanya lebih menyiksa batin sang petani.
Pelajaran Berharga Petani
Tragedi ini menjadi tamparan keras telak bagi seluruh petani daerah. Kebiasaan merakit pagar listrik liar wajib segera dihentikan secara total. Ancaman kematian mengerikan mengintai setiap saat di balik semak ladang.
Pengusiran hama babi hutan bisa memakai cara super aman. Memasang jaring tali kuat sudah cukup untuk menghalau moncong hewan pengganggu. Jangan merisikokan nyawa warga desa cuma demi mengamankan bonggol jagung.
Afifah kini telah beristirahat tenang di alam liang lahat. Pemakamannya diiringi derai air mata para sahabat sekolahnya tercinta. Bangku sekolahnya kosong melompong, menyisakan seribu kenangan manis yang tidak terlupa.
Senyum ramah gadis di Jalan Panglima Polim ini lenyap terhapus selamanya. Keluarga berusaha tegar merelakan kepergian bidadari kecil peneduh rumah tercinta. Keikhlasan mereka menjadi inspirasi besar bagi pemaafan murni tanpa batas.
Selamat jalan, Afifah, menuju tempat terindah di sisi Tuhan YME. Cerita tragisnya akan terus diingat seluruh warga desa selamanya. Lonceng peringatan bagi petani kini berdentang sangat nyaring menembus telinga. R-02

