Nekat Nambang Diam-diam, Polisi Kuansing Bakar Habis 'Mesin Uang' Ilegal
Polisi membakar 3 unit rakit Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Pulau Godang Kari. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Kuansing - Polres Kuantan Singingi (Kuansing) kembali mengamuk di sarang penambang emas tanpa izin. Tiga unit rakit pemanen emas ilegal hangus jadi arang pada Selasa, 24 Maret 2026. Api berkobar melahap alat kerja liar di Kecamatan Kuantan Tengah.
Aksi tegas ini menyasar perbatasan Kelurahan Simpang Tiga dan Desa Pulau Godang Kari. Petugas bergerak cepat setelah menerima laporan keresahan warga sekitar. Suara mesin dompeng yang bising kini berganti suara retakan kayu terbakar.
Kawasan perbatasan tersebut memang sering menjadi incaran para pemburu emas ilegal. Lokasi yang tersembunyi membuat penambang merasa aman melakukan aksi melanggar hukum. Namun mata masyarakat jauh lebih tajam daripada semak belukar.
"Tim menuju lokasi Selasa siang," kata AKBP Hidayat Permana dalam keterangan resminya. Hidayat menegaskan komitmen penuh untuk menjaga kelestarian lingkungan tanah kelahiran. Tidak ada ampun bagi perusak alam di wilayah hukumnya.
Aksi Kucing-kucingan Pemburu Emas
Langkah kaki personel Resmob terdengar mantap menyisuri jalanan setapak yang becek. Ipda Lukman memimpin langsung anak buahnya menuju koordinat yang dilaporkan warga. Udara panas Kuantan Tengah terasa semakin menyengat saat mendekati aliran sungai.
Sayangnya, tempat kejadian perkara sudah tampak sepi tanpa ada aktivitas manusia. Para penambang seolah memiliki indra penciuman yang tajam terhadap kedatangan aparat hukum. Mereka kabur meninggalkan peralatan kerja mahal begitu saja di tepian air.
Hanya ada tiga rakit kayu besar yang mengapung diam tanpa awak. Alat hisap tanah tersebut tampak siap sedia mengeruk isi perut bumi. Petugas langsung melompat ke atas rakit guna melakukan pengecekan mendalam.
Barang bukti yang ditemukan langsung mendapat tindakan sangat tegas di tempat. Polisi merusak struktur rakit agar tidak bisa digunakan kembali nanti. Percikan api mulai menyambar bagian kayu yang kering tersengat matahari.
Asap Hitam Menembus Langit Kari
Asap hitam membumbung tinggi dari lokasi pemusnahan alat tambang emas ilegal. Si Jago Merah melahap habis sisa-sisa impian kaya mendadak para penambang liar. Tindakan ini merupakan pesan kuat agar aktivitas yang merusak lingkungan segera berhenti.
Warga Desa Pulau Godang Kari menyaksikan pemandangan tersebut dari jarak yang aman. Keberanian polisi membakar rakit mendapat dukungan penuh dari penduduk yang peduli terhadap alam. Air sungai yang keruh diharapkan bisa kembali jernih suatu saat nanti.
Hidayat Permana mengimbau warga agar tidak nekat melakukan penambangan ilegal. Dampak buruknya jauh lebih besar daripada keuntungan sesaat yang didapatkan penambang. Merkuri dan kerusakan ekosistem sungai menjadi ancaman nyata bagi masa depan.
"Masyarakat harus lapor ke layanan call center 110," tutur Hidayat dengan tegas. Kerja sama antara polisi dan penduduk lokal menjadi kunci utama keberhasilan operasi. Informasi sekecil apa pun sangat berharga untuk memberangus praktik PETI.
Jejak Kaki Hilang di Sungai Bawang
Cerita serupa juga terjadi di aliran Sungai Bawang Atas, Desa Petai. Minggu, 22 Maret 2026, personel Polsek Singingi Hilir melakukan penyisiran serupa. Mereka mencari keberadaan rakit liar yang merusak kejernihan air sungai tersebut.
Informasi awal menyebutkan adanya aktivitas alat dompeng yang sangat meresahkan petani. Unit Reskrim segera bergerak melakukan penyelidikan mendalam di lokasi yang dimaksud. Kondisi medan yang sulit tidak menyurutkan semangat petugas mencari barang bukti.
Sesampai di titik sasaran, lagi-lagi penambang sudah lari kocar-kacir terlebih dahulu. Petugas hanya menemukan satu unit rakit yang ditinggal tanpa mesin penggerak. Tampaknya kabar kedatangan polisi sudah bocor sampai ke telinga para pelaku.
Meskipun tanpa mesin, rakit kayu tersebut tetap mendapat perlakuan yang sama. Polisi segera mengumpulkan bahan bakar untuk memicu api di atas air. Satu rakit PETI akhirnya karam setelah hangus dimakan api yang membara.
Efek Jera bagi Penambang Bandel
Pemusnahan dengan cara membakar bertujuan memberikan efek jera yang nyata sekali. Kerugian materiil akibat alat yang hancur diharapkan membuat pelaku berpikir ulang. Polisi tidak ingin hanya melakukan imbauan lisan tanpa ada tindakan fisik.
Aktivitas penambangan emas ilegal sangat merugikan keberlangsungan hidup biota sungai. Penggunaan bahan kimia berbahaya seringkali mencemari air yang digunakan warga mencuci. Keluhan tentang air sungai yang berubah warna menjadi cokelat pekat sering muncul.
Kapolres Kuansing berjanji akan terus melakukan patroli rutin di titik rawan. Pengawasan ketat menjadi harga mati demi menjaga ketertiban masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi. Semangat menjaga alam harus tertanam di hati setiap personel polisi.
"Pemusnahan sebagai efek jera," imbuhnya saat menjelaskan alasan pembakaran rakit kayu. Polisi ingin memastikan bahwa peralatan ilegal tersebut tidak bisa diperbaiki lagi. Langkah ini juga meminimalisir kemungkinan barang bukti dicuri kembali oleh pelaku.
Semangat Hijau di Bumi Kuansing
Polda Riau sedang gencar mengusung semangat Green Policing dalam setiap tugasnya. Konsep ini menitikberatkan pada perlindungan alam sebagai bagian dari tugas kepolisian. Penindakan PETI merupakan wujud nyata dari komitmen ramah lingkungan tersebut.
Hidayat Permana mengajak masyarakat menjadi mata dan telinga bagi aparat hukum. Lingkungan yang asri merupakan warisan paling berharga untuk anak cucu nanti. Jangan biarkan segelintir orang merusak alam hanya demi nafsu sesaat saja.
Patroli di wilayah perladangan penduduk juga akan ditingkatkan secara signifikan ke depannya. Polisi ingin memastikan tidak ada lagi lubang-lubang tambang baru yang muncul. Kelestarian alam Kuansing harus tetap terjaga dari ancaman tangan-tangan jahil.
Warga yang mengetahui adanya aktivitas mencurigakan diminta jangan takut melapor segera. Identitas pelapor akan dijaga sangat ketat demi keamanan dan kenyamanan bersama. Bersama polisi, masyarakat Kuansing bisa mengembalikan kejernihan air sungai tercinta mereka. R-02

