Liga Champions 2025/2026
Drama 5 Gol! Spurs Menang Heroik, Atletico Tertawa di Akhir
Duel perebutan bola Julian Alvarez dan Radu Dragusin dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Tottenham vs Atletico Madrid, Kamis, 19 Maret 2026. (AP Photo)
SABANGMERAUKE NEWS, London - Stadion Tottenham Hotspur menjadi panggung drama yang menguras emosi para pendukung setia The Lilywhites. Skuad asuhan Igor Tudor sebenarnya berhasil menumbangkan tamunya, Atletico Madrid, dengan skor tipis 3-2 dalam laga yang berlangsung sangat intens. Namun, kemenangan tersebut terasa hambar karena mereka harus merelakan tiket perempat final melayang ke tangan wakil Spanyol akibat kekalahan agregat telak 5-7.
Sejak peluit pertama berbunyi, tuan rumah langsung menginjak pedal gas sedalam mungkin demi mengejar defisit gol dari pertemuan pertama. Sorakan penonton membakar semangat Randal Kolo Muani dan kolega untuk terus mengurung pertahanan gerendel ala Diego Simeone yang terkenal sangat rapat.
Strategi menyerang total ini sempat membuat lini belakang Los Rojiblancos kocar-kacir menahan gempuran sayap-sayap lincah London Utara. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-30 melalui sundulan maut Randal Kolo Muani yang memanfaatkan umpan silang akurat Mathys Tel.
Penjaga gawang Juan Musso hanya bisa terpaku melihat bola bersarang di pojok kiri bawah gawangnya setelah gagal menutup pergerakan Muani. Keunggulan 1-0 ini sempat membangkitkan asa bagi publik tuan rumah bahwa keajaiban di kompetisi Eropa musim ini bukanlah hal mustahil.
Atletico Madrid bukan tanpa perlawanan, mereka sesekali melancarkan serangan balik kilat yang memaksa Guglielmo Vicario jatuh bangun menyelamatkan gawang. Kiper asal Italia tersebut melakukan penyelamatan krusial di penghujung babak pertama saat menepis tembakan keras Julian Alvarez. Skor tipis untuk keunggulan Spurs bertahan hingga jeda antarparuh pertandingan, menyisakan ketegangan yang luar biasa di lorong pemain.
Sihir Xavi Simons
Memasuki babak kedua, Atletico Madrid langsung menyengat lewat serangan balik cepat yang berujung pada gol penyeimbang Julian Alvarez di menit ke-48. Striker Argentina itu melepaskan tembakan berputar yang sangat presisi setelah menerima umpan tarik matang dari Ademola Lookman. Gol tersebut seolah menyiram air es ke semangat para pemain Tottenham karena agregat kembali menjauh menjadi 6-3 untuk keunggulan tim tamu.
Respons cepat ditunjukkan Tottenham hanya empat menit berselang melalui aksi individu memukau dari bintang muda mereka, Xavi Simons. Pemain asal Belanda ini melepaskan tembakan melengkung indah dari luar kotak penalti yang tidak mampu dijangkau oleh jangkauan tangan Juan Musso. Skor berubah menjadi 2-1, membuat atmosfer stadion kembali memanas dan memberikan secercah harapan bagi pasukan Igor Tudor.
"Kami sudah memberikan segalanya di lapangan, tapi hasil di leg pertama memang sangat memberatkan langkah tim," ujar salah satu staf pelatih Tottenham saat ditemui di pinggir lapangan usai laga. Perjuangan keras para pemain memang patut diacungi jempol meskipun takdir berkata lain pada penghujung malam yang dramatis tersebut. Intensitas pertandingan terus meningkat seiring dengan pergantian pemain yang dilakukan kedua pelatih demi menjaga stabilitas tim.
Drama Penalti Menit Akhir
Mimpi buruk bagi Tottenham kembali hadir pada menit ke-75 saat David Hancko mencetak gol penyeimbang melalui situasi bola mati yang sangat rapi. Berawal dari sepak pojok Julian Alvarez, Hancko berhasil memenangi duel udara di tiang dekat dan menanduk bola masuk ke gawang Vicario. Skor 2-2 ini praktis mematikan harapan tuan rumah karena mereka butuh setidaknya tiga gol tambahan dalam waktu yang sangat singkat.
Meski peluang lolos sudah menipis, Tottenham tetap menunjukkan martabat mereka sebagai tim petarung hingga detik terakhir pertandingan. Menit ke-90, wasit menunjuk titik putih setelah Jose Gimenez melakukan pelanggaran keras terhadap Xavi Simons di dalam kotak terlarang. Simons yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan dingin dan mengubah skor menjadi 3-2 untuk kemenangan hiburan Spurs.
Kemenangan ini memastikan Tottenham keluar lapangan dengan kepala tegak, meskipun mereka resmi tersingkir dari persaingan perebutan trofi Si Kuping Besar. Atletico Madrid yang menang agregat 7-5 kini sudah ditunggu oleh raksasa Spanyol lainnya, Barcelona, di babak perempat final nanti. Perjalanan Spurs di Eropa musim ini berakhir dengan catatan kemenangan yang terasa sangat pahit bagi seluruh penggemar setianya. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Liga Champions 2025/2026
Atalanta Digeprek 10-2! Bayern Munchen Tampil Sadis, Harry Kane Borong Gol di Allianz Arena!
-
Liga Champions 2025/2026
Dari Kalah ke Pesta! Liverpool Gila-Gilaan Hajar Galatasaray Tanpa Ampun
-
Liga Champions 2025/2026
Gila! Barcelona Bantai Newcastle 7-2, Raphinha Jadi Mimpi Buruk Tanpa Ampun

