Perintah Tegas Prabowo: Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS Secara Objektif dan Terbuka!
Presiden Prabowo Subiakto
SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi luar biasa terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Presiden menegaskan agar penanganan kasus ini tidak berjalan di tempat.
Perintah Presiden Prabowo itu keluar pada rapat koordinasi tingkat tinggi di Kementerian Pertahanan guna merespons serangan keji tersebut. Presiden meminta seluruh tahapan penyelidikan dilakukan secara objektif, terbuka, dan secepat-cepatnya demi rasa keadilan publik. "Bapak Presiden memerintahkan untuk diusut secara objektif, terbuka dan secepat-cepatnya," kata Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan kepada media di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.
Ketegasan Istana muncul setelah insiden berdarah di Jalan Salemba pada Kamis malam, 12 Maret lalu, melukai dada, lengan, dan wajah sang aktivis. Prasetyo Hadi menyebutkan kepala negara merasa prihatin atas aksi premanisme yang menyasar aktivis kemanusiaan.
Perintah ini menjadi sinyal kuat agar penegak hukum tidak ragu menyentuh siapapun yang terlibat dalam jaringan teror tersebut. Instruksi Presiden juga menuntut transparansi penuh agar spekulasi liar di masyarakat dapat diredam dengan fakta hukum yang valid.
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) langsung bergerak memberikan perlindungan penuh terhadap Andrie Yunus sejak 16 Maret 2026. Perlindungan fisik ini mencakup pengamanan melekat dan fasilitasi bantuan medis untuk memulihkan kerusakan kornea mata korban di RSCM.
Keputusan LPSK merupakan tindak lanjut atas situasi darurat yang mengancam nyawa aktivis yang dikenal lantang mengkritik RUU TNI ini. Keamanan keluarga korban dan saksi-saksi kunci kini menjadi prioritas utama guna memastikan proses hukum berjalan tanpa intimidasi dari pihak mana pun.

Siasat Licik dan Manipulasi Digital
Penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa empat orang pelaku telah merencanakan aksi ini secara matang dengan pembagian peran yang rapi. Berdasarkan rekaman CCTV resolusi tinggi, para pelaku menggunakan dua sepeda motor dan sempat menunggu korban di depan sebuah gerai makanan cepat saji di Cikini.
Usai menyiramkan cairan berbahaya, mereka berpencar ke arah yang berbeda guna mengelabui kejaran petugas di lapangan. Satu kendaraan meluncur ke arah Jakarta Timur menuju Jatinegara, sementara kendaraan lainnya kabur melawan arus ke arah Jakarta Selatan.
Investigasi digital mendeteksi salah seorang pelaku sempat berganti pakaian dalam pelariannya menuju wilayah Kalibata hingga Bogor. Polisi juga mengidentifikasi adanya upaya terorganisir untuk merusak fokus penyelidikan melalui penyebaran foto palsu di media sosial.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan foto terduga pelaku yang viral belakangan ini merupakan hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI). Penggunaan teknologi ini diduga sengaja dilakukan oleh jaringan pelaku untuk menyesatkan opini publik dan mengaburkan fakta hukum yang tengah dikumpulkan penyidik.
"Kami yakini bahwa itu merupakan hasil dari AI, dan ini mungkin juga ada dugaan untuk menyesatkan proses penyelidikan," tutur Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya.
Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi agar tidak terjebak dalam skenario manipulatif para pelaku teror. Polisi kini tengah mendalami analisis jaringan komunikasi serta mempertimbangkan pembuatan sketsa wajah manual sebagai pembanding data digital.
Rekaman CCTV di berbagai titik strategis Jakarta menjadi kunci utama dalam memetakan identitas asli empat sosok misterius tersebut. Polda Metro Jaya berkomitmen menjaga kehati-hatian agar setiap informasi yang disampaikan ke publik sudah terverifikasi secara paripurna.
Mabes TNI Buka Pintu Penyelidikan
Isu keterlibatan oknum prajurit dalam serangan ini ditanggapi secara serius oleh Mabes TNI melalui pembukaan penyelidikan internal. Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyatakan bahwa TNI tidak ingin opini negatif berkembang liar tanpa pembuktian yang jelas.
Penyelidikan internal dilakukan secara profesional dan transparan guna menyisir kemungkinan adanya personel yang menyimpang dari sumpah prajurit. Langkah ini merupakan respons atas kritik lantang korban terkait kebijakan militer dan RUU TNI yang memicu spekulasi di tengah masyarakat.
TNI melibatkan berbagai satuan hukum untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan sinkron dengan penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian. Mayjen Aulia menekankan bahwa perangkat hukum di lingkungan TNI akan bekerja seoptimal mungkin guna memberikan klarifikasi kepada publik.
Harapannya, hasil penyelidikan ini nantinya dapat memutus rantai asumsi yang menghubungkan aksi penyiraman dengan sikap kritis korban di panggung politik nasional. TNI menegaskan tidak akan melindungi siapa pun jika terbukti melanggar pidana penganiayaan berat yang diatur dalam KUHP.
"Semenjak kejadian, TNI sudah merespons dengan melakukan penyelidikan secara internal," tegas Mayjen Aulia Dwi Nasrullah dalam jumpa pers resminya.
Penanganan medis bagi Andrie Yunus kini dijamin sepenuhnya oleh Kementerian Kesehatan sebagai bentuk kehadiran negara bagi korban kekerasan. Komnas HAM turut mengapresiasi langkah cepat kepolisian namun tetap mendesak pengungkapan aktor intelektual di balik layar.
Tanpa menangkap otak perencana, teror serupa dikhawatirkan akan terus menghantui ruang gerak masyarakat sipil di masa depan. Seluruh mata kini tertuju pada Polda Metro Jaya untuk membuktikan bahwa keadilan tidak bisa dibungkam oleh cairan kimia maupun rekayasa digital.R-02
BERITA TERKAIT :
-
Liga Champions 2025/2026
Meriam London Meledak! Eberechi Eze Bikin Kiper Leverkusen Bengong di Emirates

