Trafik Penerbangan Bandara SSK II Pekanbaru Naik 34 Persen Jelang Mudik Lebaran
Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Foto: Dok SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Aktivitas penerbangan di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II mulai menunjukkan peningkatan signifikan menjelang musim arus mudik Lebaran 2026.
Data operasional bandara mencatat lonjakan pergerakan pesawat maupun jumlah penumpang, menandakan mobilitas masyarakat yang mulai meningkat untuk melakukan perjalanan pulang kampung.
Peningkatan trafik tersebut terlihat dari data penerbangan pada Jumat, 13 Maret 2026. Pada hari itu, total pergerakan pesawat di Bandara SSK II Pekanbaru mencapai 86 penerbangan, yang terdiri dari 43 penerbangan keberangkatan dan 43 penerbangan kedatangan.
Tidak hanya pergerakan pesawat, lonjakan juga terlihat dari jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi udara melalui bandara utama di Provinsi Riau tersebut. Tercatat sebanyak 9.962 penumpang melakukan perjalanan udara melalui Bandara SSK II Pekanbaru.
Dari total tersebut, 4.366 penumpang tercatat berangkat menuju berbagai kota tujuan di Indonesia, sementara 5.596 penumpang lainnya tiba di Pekanbaru melalui bandara tersebut.
General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Achmad, mengatakan bahwa kenaikan trafik penerbangan ini menjadi salah satu indikator mulai meningkatnya arus perjalanan masyarakat menjelang periode mudik Lebaran.
Menurutnya, tren ini biasanya terjadi beberapa minggu sebelum Hari Raya Idulfitri ketika masyarakat mulai merencanakan perjalanan pulang ke kampung halaman.
“Peningkatan trafik ini merupakan indikasi awal meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Lebaran. Biasanya tren ini akan terus naik mendekati hari raya,” ujar Achmad, Sabtu (14/3/2026).
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, tepatnya pada H-8 Ramadan tahun 2025, peningkatan yang terjadi pada tahun ini terbilang cukup signifikan.
Achmad menjelaskan bahwa pergerakan pesawat mengalami kenaikan sekitar 34,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, jumlah penumpang juga mengalami kenaikan sekitar 12 persen.
Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa sektor transportasi udara mulai kembali mengalami pertumbuhan, terutama menjelang periode mudik yang menjadi momen puncak mobilitas masyarakat di Indonesia setiap tahunnya.
Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sendiri merupakan salah satu pintu gerbang utama transportasi udara di wilayah Sumatra bagian tengah, khususnya Provinsi Riau. Setiap tahun, bandara ini menjadi salah satu titik penting dalam pergerakan arus mudik masyarakat yang berasal dari atau menuju Pekanbaru dan daerah sekitarnya.
Dengan meningkatnya jumlah penumpang, pihak pengelola bandara juga terus melakukan berbagai persiapan guna mengantisipasi lonjakan trafik penerbangan pada puncak arus mudik yang diperkirakan akan terjadi beberapa hari menjelang Lebaran.
Sejumlah langkah telah disiapkan, mulai dari optimalisasi layanan penumpang di terminal, peningkatan koordinasi dengan maskapai penerbangan, hingga kesiapan fasilitas operasional di sisi udara maupun sisi darat bandara.
Achmad menegaskan bahwa pihak bandara akan terus memantau perkembangan trafik penerbangan secara berkala untuk memastikan seluruh aktivitas penerbangan dapat berjalan lancar dan aman.
“Kami terus memonitor perkembangan trafik penerbangan setiap harinya. Tujuannya agar seluruh fasilitas bandara tetap siap melayani peningkatan jumlah penumpang selama periode mudik,” jelasnya.
Selain itu, pengelola bandara juga memastikan pelayanan kepada penumpang tetap menjadi prioritas utama, terutama dalam memberikan kenyamanan dan keamanan selama berada di area bandara.
Berbagai fasilitas pendukung seperti area check-in, ruang tunggu penumpang, sistem keamanan, hingga layanan informasi penerbangan terus dioptimalkan agar dapat mengakomodasi peningkatan jumlah pengguna jasa transportasi udara.
Tren kenaikan trafik penerbangan ini juga menjadi sinyal positif bagi sektor transportasi dan pariwisata di Riau yang sebelumnya sempat mengalami perlambatan dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi di sekitar bandara juga diperkirakan akan ikut bergerak, mulai dari sektor transportasi darat, perhotelan, hingga usaha jasa lainnya yang melayani kebutuhan para pelancong.
Ke depan, pihak Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru memprediksi jumlah penumpang akan terus meningkat seiring semakin dekatnya Hari Raya Idulfitri.
“Tren kenaikan ini kemungkinan akan terus berlanjut. Biasanya puncak arus mudik terjadi beberapa hari sebelum Lebaran. Karena itu kami memastikan seluruh fasilitas dan layanan di bandara siap mendukung kelancaran perjalanan masyarakat,” tutup Achmad.
Dengan meningkatnya trafik penerbangan tersebut, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru diharapkan mampu menjadi salah satu simpul transportasi udara yang mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026, khususnya bagi masyarakat Riau yang ingin pulang ke kampung halaman atau melakukan perjalanan ke berbagai kota di Indonesia. (R-03)

