Tragedi di Eredivisie, Winger Andalan Garuda Terkapar Hingga 2026
Millano Jonathans terluka dan dipapah keluar oleh rekannya ketika Excelsior Rotterdam bentrok dengan SC Heerenveen. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta - Petaka datang menghantam lini serang Timnas Indonesia di saat krusial. Winger lincah, Miliano Jonathans, dipastikan harus mengakhiri kompetisi 2025/2026 lebih awal akibat cedera parah pada ligamen krusiatum anterior atau ACL.
Cedera mengerikan ini terjadi saat Miliano memperkuat klubnya, Excelsior Rotterdam, dalam laga kontra SC Heerenveen pada pekan ke-26 Eredivisie. Berlangsung di Stadion Woudestein, Minggu, 8 Maret 2026 lalu, insiden tersebut meruntuhkan semangat pemain berusia 21 tahun itu di menit ke-78.
Drama terjadi ketika Miliano berduel mengejar bola dengan bek Heerenveen, Hristiyan Petrov. Kontak fisik yang terjadi membuat Miliano tersungkur sambil memegang lutut kanannya dengan wajah penuh rasa sakit yang luar biasa.
Ia tidak mampu melanjutkan pertandingan dan harus dipapah keluar lapangan sebelum akhirnya ditandu menuju ruang perawatan. Hasil diagnosis medis menegaskan robekan ligamen yang memaksanya menepi setidaknya hingga sembilan bulan ke depan.
Absennya Miliano menjadi pukulan telak bagi Timnas Indonesia yang sedang bersiap menghadapi agenda FIFA Series. Nama pemain ini sempat masuk dalam daftar 41 penggawa yang diproyeksikan untuk menghadapi Saint Kitts and Nevis serta Bulgaria.
Publik sempat memanas lantaran insiden tersebut melibatkan Hristiyan Petrov, pemain yang akan menjadi lawan Garuda di ajang FIFA Series. Spekulasi liar pun bermunculan di media sosial yang mengaitkan cedera tersebut dengan kesengajaan dari sang lawan.
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, segera memberikan klarifikasi untuk meredam kegaduhan warganet. Ia menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dalam duel yang melibatkan Petrov tersebut.
"Jangan dikait-kaitkan, karena dari segi permainan tidak ada tekel keras. Mungkin saat lompat kedua kakinya naik, jadi jangan dibawa ke sana," ujar Arya, Kamis malam, 13 Maret 2026.
Arya memastikan federasi tetap memberikan dukungan penuh kepada pemain jebolan Vitesse tersebut selama masa rehabilitasi. PSSI berkomitmen memantau perkembangan kondisi Miliano agar proses pemulihannya berjalan optimal.
"Iya, ACL dia dan diinformasikan sampai akhir tahun 2026 tidak bisa bermain. Mudah-mudahan dalam proses ini bisa recovery dengan baik," tambah Arya.
Kehilangan Miliano merupakan kerugian besar bagi strategi permainan sayap Timnas Indonesia. Kemampuannya mengancam pertahanan lawan dengan kaki kidal kerap menjadi senjata utama saat membangun serangan dari sisi kanan.
Kini, tim pelatih harus memutar otak mencari sosok pengganti yang memiliki kualitas serupa untuk mengisi posisi right wing forward. Harapan besar masih tersemat agar Miliano mampu kembali ke lapangan hijau dengan performa yang lebih kuat di musim depan. R-02

